KNPI Jabar Ditantang Keluar dari Zona Nyaman, Herman Suryatman Bidik IPP 90 pada 2029
Bandung, Cakralensa.com – Musyawarah Daerah (Musda) XVI Pemuda/Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat diharapkan tidak berhenti pada agenda pergantian maupun konsolidasi organisasi. Forum tersebut juga didorong menghasilkan terobosan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan generasi muda.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, pembangunan pemuda harus ditempatkan sebagai salah satu agenda penting pemerintah dan organisasi kepemudaan. Menurutnya, persoalan pendidikan, pekerjaan, hingga kesejahteraan perlu mendapat perhatian bersama.
Hal itu disampaikan Herman ketika membuka Musda XVI Pemuda/KNPI Jawa Barat 2026 di Grand Asrilia Hotel Convention & Restaurant, Kota Bandung, Selasa (18/8/2026).
Herman menyebut masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan dalam pembangunan pemuda Jawa Barat. Salah satunya berkaitan dengan tingkat pengangguran serta peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi generasi muda.
Ia berharap angka pengangguran pemuda dapat ditekan secara signifikan hingga 2029. Pada periode yang sama, kualitas pendidikan pemuda juga ditargetkan mengalami peningkatan.
Untuk mencapai sasaran tersebut, Herman menilai pemerintah membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti KNPI Jawa Barat.
Ia mengungkapkan, Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Jawa Barat saat ini tercatat sebesar 62,96. Capaian itu dinilai masih menyisakan ruang yang cukup besar untuk diperbaiki.
Herman bahkan memasang target agar IPP Jawa Barat bisa menembus angka 90 pada 2029. Target tersebut, menurutnya, sejalan dengan upaya membangun Jawa Barat yang lebih maju melalui visi Jabar Istimewa.
Karena itu, keberadaan KNPI diharapkan tidak hanya terlihat melalui kegiatan internal organisasi atau berbagai agenda kepemudaan. Kontribusi organisasi juga harus dapat diukur dari sejauh mana keberadaannya memberikan manfaat bagi kehidupan pemuda.
“Pemerintah tanpa masyarakat, pemerintah tanpa pemuda tidak ada apa-apanya,” ujar Herman dalam keterangan tertulis.
Ia pun meminta Musda KNPI Jabar dimanfaatkan sebagai momentum menyusun program yang lebih konkret dan relevan dengan kebutuhan pemuda. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kepemudaan dinilai menjadi kunci agar berbagai target pembangunan dapat tercapai.
Selain itu, Herman mendorong jajaran kepengurusan KNPI Jawa Barat periode berikutnya untuk meninggalkan pola kerja yang monoton. Organisasi kepemudaan tersebut diharapkan mampu menciptakan persaingan yang sehat, melahirkan gagasan baru, serta berani mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.
Menurut Herman, tantangan ke depan tidak ringan. Karena itu, kepemimpinan baru KNPI Jabar dituntut memiliki keberanian mengambil keputusan dan membuat langkah strategis yang benar-benar menyentuh kebutuhan pemuda.
“Kepemimpinan KNPI berikutnya harus berani bertaruh,” pungkas Herman. (Wira)

