Articles by "Pendidikan"


Indramayu, Cakralensa.com - Langkah Prof. Dr. Ipong Dekawati, M.Pd., tampak tenang usai mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) tahap kedua yang diselenggarakan Yayasan Wiralodra Indramayu pada Jumat (27/03/2026). Tidak ada euforia berlebihan, hanya ungkapan syukur yang berulang ia sampaikan seolah menegaskan bahwa perjalanan ini bukan sekedar kompetisi, melainkan bagian dari ikhtiar panjang.


“Alhamdulillah, semua proses berjalan dengan baik,” ujarnya singkat, namun penuh makna.


Di atas kertas, hasilnya berbicara jelas. Dengan nilai 83,31 dari pemeringkatan berbasis AI, Prof. Ipong berada di posisi teratas di antara tiga kandidat calon Rektor Universitas Wiralodra. Di urutan bawahnya, terdapat Dr. M. Zaedi, M.Ag., dengan nilai 76,94, dan Dr. Kambali, M.Pd.I., dengan 68,96. Namun bagi Prof. Ipong, angka bukanlah tujuan akhir.


Baginya, hasil tersebut justru menjadi pengingat bahwa tantangan besar telah menanti di depan.


“Ini menunjukkan bahwa ke depan sudah banyak pekerjaan besar yang harus diselesaikan,” tuturnya.


Di tengah capaian yang menguatkan posisinya, Prof. Ipong memilih untuk tidak larut dalam rasa unggul. Ia menempatkan proses ini dalam sudut pandang religius, sebuah pendekatan yang jarang terlihat dalam narasi kompetisi kepemimpinan modern.


“Saya berdoa semoga yang diberikan adalah yang terbaik menurut Allah, bukan sekadar terbaik menurut saya,” katanya.


Pernyataan itu mencerminkan cara pandangnya terhadap kepemimpinan, bukan sekedar hasil dari proses seleksi, melainkan amanah yang harus dipertanggung jawabkan.


Alih-alih langsung berbicara tentang program besar, Prof. Ipong justru memulai dari sesuatu yang mendasar yaitu evaluasi.


Ia menyadari bahwa tanpa pemahaman utuh terhadap kondisi internal, kebijakan apa pun beresiko tidak tepat sasaran. Saat ini, ia mengakui belum berada di dalam sistem, sehingga langkah pertama yang ia bayangkan bukanlah perubahan drastis, melainkan proses memahami.


“Saya harus masuk terlebih dahulu, memahami kondisi yang ada, baru kemudian merencanakan langkah selanjutnya,” jelasnya.


Evaluasi yang ia maksud tidak hanya menyentuh aspek administratif, tetapi juga menyasar pondasi organisasi, mulai dari tata kelola keuangan hingga dinamika internal kampus.


Di balik pendekatan yang terkesan hati-hati, tersimpan visi jangka panjang yang cukup ambisius yaitu membawa Universitas Wiralodra menjadi institusi yang unggul.


Namun, bagi Prof. Ipong, keunggulan bukan sekedar slogan atau target normatif. Ia melihatnya sebagai hasil dari keselarasan antara strategi dan realitas organisasi.


“Kita ingin mencapai posisi sebagai institusi yang unggul, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan struktur yang ada,” ujarnya.


Ia juga membuka kemungkinan adanya penyesuaian struktur organisasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas dan kinerja. Bagi dia, perubahan bukan sesuatu yang dihindari, melainkan harus dikelola dengan cermat.

Meski unggul dalam dua tahap UKK dengan bobot 25 persen pada tahap pertama dan 65 persen pada tahap kedua, Prof. Ipong tetap menyadari bahwa keputusan akhir tidak berada di tangannya. Melainkan penetapan rektor sepenuhnya menjadi kewenangan yayasan.


“Keputusan akhir ada pada yayasan. Itu mekanisme yang harus kita hormati,” tegasnya.


Kesadaran ini kembali menegaskan sikapnya yang konsisten, menjalani proses dengan maksimal, namun tetap menyerahkan hasil akhir pada otoritas yang berwenang dan pada keyakinan yang ia pegang.


Kini, seluruh rangkaian proses hampir mencapai titik akhir. Namun bagi Prof. Ipong, ini bukanlah penutup, melainkan awal dari kemungkinan perjalanan yang lebih besar.

Ia menatap ke depan dengan optimisme yang terukur bukan sekedar tentang posisi, tetapi tentang tanggung jawab yang mungkin akan diemban.


“Yang terpenting adalah memahami kondisi yang ada, lalu menyusun langkah strategis untuk membawa institusi ini menjadi lebih maju dan unggul,” pungkasnya.


Di balik angka 83,31, tersimpan lebih dari sekedar capaian. Ada visi, kehati-hatian, dan keyakinan tiga hal yang bisa menjadi pondasi bagi arah baru Universitas Wiralodra ke depan. (Wira)

Indramayu, Cakralensa.com — Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon Rektor Universitas Wiralodra (Unwir) masa bakti 2026–2030 yang digelar di Aula Nyi Endang Dharma Ayu, Jumat (27/03/2026), berlangsung lancar dan transparan. Tahapan ini menjadi penentu penting dalam menjaring figur pemimpin terbaik bagi kampus tersebut.


Dalam UKK tahap kedua yang diselenggarakan Yayasan Wiralodra Indramayu, Prof. Dr. Ipong Dekawati, M.Pd., berhasil meraih nilai tertinggi dengan skor akhir 83,31. Posisi berikutnya ditempati Dr. M. Zaedi, M.Ag., dengan nilai 76,94, disusul Dr. Kambali, M.Pd.I., dengan perolehan 68,96.


Ketua Pembina Yayasan Universitas Wiralodra Indramayu, Ir. Darsono, menjelaskan bahwa seluruh proses pemilihan telah dirancang secara sistematis dan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.


Menurutnya, seleksi calon rektor dilakukan melalui beberapa tahapan utama yang mengedepankan prinsip objektivitas dan akuntabilitas. Tahap awal berupa seleksi administrasi, yang mencakup pemeriksaan kelengkapan dokumen seperti kesehatan, ijazah, serta persyaratan pendukung lainnya.


“Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, para calon kemudian mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan,” ujarnya.


Darsono juga menjelaskan, UKK dilaksanakan dalam dua tahap, yakni oleh Senat dan oleh Yayasan. Kedua tahapan tersebut, lanjutnya, berlangsung tanpa kendala berarti.


Dalam sistem penilaian, hasil UKK dari Senat dan Yayasan digabungkan dengan bobot tertentu. Penilaian oleh Senat memiliki bobot 25 persen, sementara penilaian oleh Yayasan terbagi menjadi dua komponen, yaitu penilaian berbasis kecerdasan buatan (AI) sebesar 60 persen dan pendalaman oleh Yayasan sebesar 15 persen.


“Seluruh nilai tersebut digabungkan menjadi satu kesatuan untuk menentukan hasil akhir,” jelasnya.


Dari hasil penggabungan tersebut, diperoleh kandidat dengan nilai terbaik, di mana Prof. Ipong muncul sebagai peraih skor tertinggi dalam keseluruhan proses penilaian.


Meski demikian, Darsono menegaskan bahwa penetapan rektor tetap menjadi kewenangan yayasan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.


Ia juga menyampaikan harapan kepada seluruh kandidat, khususnya yang belum terpilih, agar tetap berkontribusi dalam memajukan Universitas Wiralodra.


“Kemajuan Unwir ke depan ada di pundak kita semua. Kami berharap kandidat terpilih dapat bekerja sama dengan seluruh unsur sivitas akademika agar Unwir semakin maju,” katanya.



Dengan selesainya tahapan UKK, proses pemilihan Rektor Universitas Wiralodra kini memasuki fase penentuan akhir. Kewenangan penetapan tetap berada di tangan yayasan sesuai mekanisme yang berlaku. Seluruh sivitas akademikapun menaruh harapan besar agar keputusan yang diambil mampu menghadirkan kepemimpinan yang visioner, serta membawa Universitas Wiralodra melangkah lebih maju, unggul, dan kompetitif di masa mendatang.



Indramayu, Cakralensa.com - Harapan para guru ngaji di Kabupaten Indramayu untuk mendapatkan insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) masih belum menemukan kepastian. Hal ini terungkap dalam audiensi antara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Guru Ngaji (Per-Guji) Indramayu dengan pihak terkait yang berlangsung di Pendopo Indramayu pada Senin, 10 Maret 2025.

Ketua DPD Per-Guji Indramayu, Lukman SH, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, pihaknya menerima sejumlah janji terkait kesejahteraan para tenaga pendidik Al-Qur'an di wilayah Kabupaten Indramayu.

"Poin pertama yang disampaikan dalam audiensi adalah rencana pemberian anggaran insentif bagi seluruh guru ngaji se-Kabupaten Indramayu. Mereka yang terdaftar di DPD Per-Guji Indramayu berasal dari 31 kecamatan, 317 desa/kelurahan, yang tersebar di 3.200 musholla," ujar Lukman SH, Sabtu (15/3/2025).

Lebih lanjut, ia memaparkan poin kedua yang menjadi pembahasan, yaitu rencana pemberian insentif atau bantuan langsung sebesar Rp 200.000 per bulan untuk setiap guru ngaji. Namun, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Indramayu untuk tahun anggaran 2026, usulan tersebut dikabarkan nihil.

"Setelah kami melihat dan menelusuri lebih dalam terkait RAPBD Indramayu 2026, ternyata anggaran untuk insentif guru ngaji ini belum diajukan oleh Bupati Lucky Hakim ke DPRD Indramayu. Akibatnya, hasilnya nihil. Ini hanya merupakan janji-janji retorika belaka," tegasnya dengan nada kecewa.

Pihak Per-Guji berharap agar pemerintah daerah dapat segera merealisasikan janji tersebut, mengingat peran strategis guru ngaji dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia di Kabupaten Indramayu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemkab Indramayu terkait hal ini. DPD Per-Guji berencana untuk kembali mengawal usulan ini agar dapat masuk dalam anggaran perubahan di masa mendatang. (Wir/CL)


Indramayu, Cakralensa.com — Momentum Ramadan dimanfaatkan Kaina Indonesia Group untuk memperkuat sinergi antar lembaga sekaligus merancang langkah besar di bidang pendidikan. Melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di LPK Kaina Indonesia, Desa Sindang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (14/3/2026), LPK Kaina Indonesia menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelatihan kerja dan memperluas peluang penempatan tenaga kerja ke Jepang.

Owner Kaina Indonesia Group, Teguh Adi Koesumah Putra, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ajang kebersamaan di bulan suci Ramadan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi forum konsolidasi antar lembaga yang berada dalam jaringan Kaina Indonesia Group.

“Ini bukan hanya buka puasa bersama, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi antar lembaga di bawah Kaina Indonesia Group. Harapannya, kita bisa menghadirkan pelatihan yang lebih berkualitas dan meningkatkan jumlah peserta yang berangkat kerja ke Jepang,” ujar Teguh.

Acara tersebut juga dihadiri sejumlah mitra strategis yang selama ini berperan dalam pengembangan pelatihan dan penempatan tenaga kerja. Di antaranya perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu, Balai Latihan Kerja, perwakilan Bank BCA, Bank Mandiri, serta sejumlah mitra lembaga seperti Japanesia Language School, Tomograha, dan Megumin.

Tak hanya memperkuat jejaring, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi sosial berupa santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

“Kami berupaya menjadikan santunan anak yatim sebagai kegiatan rutin. Semoga meskipun tidak besar, dapat memberikan manfaat bagi mereka,” kata Teguh.

Selain fokus pada pengembangan pelatihan kerja nonformal melalui berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Kaina Indonesia Group juga tengah menyiapkan langkah baru di bidang pendidikan formal. Salah satunya dengan merancang pendirian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berorientasi pada kesiapan kerja.

“Ke depan kami ingin melangkah ke pendidikan formal dengan mendirikan SMK. Tagline-nya adalah ‘siap kerja dan siap membuka lapangan pekerjaan’,” jelasnya.

Sementara itu, Kholis menambahkan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini juga menjadi ajang mempertemukan berbagai cabang usaha yang berada dalam jaringan perusahaan.

Menurutnya, seiring berkembangnya jaringan Kaina Indonesia Group di berbagai daerah, kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antar cabang.

“Sekaligus memperkenalkan antar cabang, karena pengembangannya sudah cukup banyak. Memang belum semua bisa hadir, seperti dari Jogja dan Bandung, tetapi yang sudah datang di antaranya dari Tegal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama pengembangan berbagai unit usaha tersebut adalah membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Orientasi kami jelas, yaitu membantu masyarakat agar bisa mendapatkan pekerjaan. Semakin banyak unit usaha yang dibuka, maka semakin besar pula peluang penyerapan tenaga kerja,” katanya.

Saat ini, Kaina Indonesia Group tidak hanya bergerak di bidang pelatihan kerja. Perusahaan juga mengembangkan berbagai unit usaha lain, seperti kerja sama program SO dengan Tomograha dan Japanesia Language School, TK Kaina, layanan klinik, hingga usaha baru di bidang konveksi, travel, dan percetakan.

Terkait penyerapan tenaga kerja, Kholis mengungkapkan bahwa secara keseluruhan jumlah tenaga kerja yang telah direkrut mencapai sekitar 4.000 orang. Namun, sekitar 2.600 orang di antaranya merupakan data yang telah terverifikasi secara administratif.

“Kalau total keseluruhan kurang lebih 4.000 orang, tetapi yang benar-benar sudah terverifikasi sekitar 2.600 orang. Untuk tahun ini saja, dalam dua setengah bulan pertama sudah ada sekitar 333 orang yang direkrut,” pungkasnya. (Wira/CL)

INDRAMAYU -- Angka melanjutkan sekolah siswa tingkat menengah pertama (SMP) di Kabupaten Indramayu hingga kini belum mencapai 100 persen. Berbagai faktor menyebabkan terjadinya kondisi tersebut.
Ilustrasi

Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Supardo menjelaskan, hingga saat ini instansinya masih melakukan pendataan terhadap angka melanjutkan sekolah siswa SMP ke jenjang menengah atas.

"Pendataan belum final, masih berproses karena data dari 205 sekolah belum masuk semuanya," ujar Supardo, Selasa (2/1). Namun meskipun demikian, perkiraan kasar angka melanjutkan sekolah siswa SMP di Kabupaten Indramayu berkisar 96,5 persen.

Sebagai gambaran, di Kabupaten Indramayu jumlah siswa SMP ada 61.480 siswa. Jumlah itu terdiri dari 20.422 siswa kelas VII, 20.800 siswa kelas VIII dan 20.178 siswa kelas IX. Jika perhitungan perkiraan kasar angka melanjutkan sekolah sebesar 96,5 persen, maka ada sekitar 700 siswa SMP yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

"Kami tentu berharap angka melanjutkan sekolah bisa mencapai 100 persen," tegas Supardo.

Supardo menyebutkan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan belum semua siswa SMP di Kabupaten Indramayu melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas. Salah satunya karena masalah ekonomi.
[ads-post]
Saat ini, biaya sekolah memang sudah gratis. Namun, orang tua siswa mesti tetap merogoh kocek yang tak sedikit untuk keperluan sekolah anaknya, seperti seragam, buku maupun ongkos menuju sekolah.

Faktor lainnya adalah perceraian yang dialami orang tua siswa. Tak jarang, anak korban perceraian akan dititipkan kepada neneknya. Sedangkan di sisi lain, sang nenek terkadang kurang memberi pengawasan terhadap cucunya karena keterbatasan mereka.

"Neneknya tidak mengerti apa-apa sehingga anak jadi tidak terkontrol, termasuk masalah pendidikannya," terang Supardo. Untuk mengatasi masalah itu, Supardo menyatakan, dibutuhkan penanganan lintas sektoral. Pasalnya, terjadinya masalah tersebut juga karena banyak faktor.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Indramayu, Ruswa, saat dimintai tanggapannya, mengaku prihatin dengan adanya siswa SMP di Indramayu yang belum seluruhnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Apalagi, jika hal itu terjadi karena kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka.

"Itu yang sejak dulu saya harapkan ada gerakan bersama sadar pendidikan, kata Ruswa.

Terkait faktor ekonomi, Ruswa menyatakan, sebenarnya sudah ada program dari pemerintah, yaitubantuan siswa miskin. Namun, dia mengakui, bantuan tersebut perlu ada tambahan.

"Setahu saya, baik dari pemerintah provinsi maupun kabupaten sudah ada program bantuan untuk mereka. Hanya mungkin tingkat implementasinya yang perlu dioptimalkan," tutur Ruswa.

Ruswa berharap, baik dinas pendidikan kabupaten maupun dinas pendidikan provinsi yang saat ini memiliki kewenangan terhadap SMA/SMK, harus memiliki data lebih lengkap lagi tentang siswa kurang mampu. Setelah itu, diadvokasi anggarannya agar siswa kurang mampu bisa menikmati sekolah.


Sumber : ROL

Indramayu- Komunitas Jurnalis Universitas Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) Yang tergabung dalam wadah KOTAK PENA  adakan seminar Jurnalistik bertema Mengenal Pers Sebagai Media Informasi Di Era Digital, seminar tersebut dilakukan di Aula Polindra pada Sabtu, 15/12/2018.

Para peserta dari mahasiswa Polindra yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias ingin mengetahui lebih banyak tentang dunia jurnalistik.

Sedangkan untuk Pemateri dalam kegiatan menghadirkan beberapa jurnalis senior yakni Agung Nugroho dari Koran Pikiran Rakyat dan Heri Sutarma Media Parlemen.


"Ini kegiatan positif, menjadikan jurnalisme sebagai tema kegiatan, Minimal peserta mengenal jurnalistik, setelah mengenal mereka mencintai, kemudian setelah mencintai mereka melakukan aktivitas jurnalistik," kata Agung diwawancarai usai kegiatan.

Sebagai salah satu pemateri, agung memberi wawasan pada para peserta tentang cara menulis berita yang baik dan tidak keluar jalur undang - undang pers dan kode etik jurnalistik.

"Tadi saya juga menjelaskan koridor - koridor tentang jurnalistik, tentunya karya dari peserta tadi nantinya membuat tulisan yang sesuai koridor jurnalistik, selain dari koridor tekhnis seperti judul, lead, isi, 5W1H, struktur piramida terbalik, juga yang terpenting aspek etikanya, aspek moralnya, aspek legalnya, supaya peserta tidak memproduksi berita yang tidak sesuai kaidah." Tandasnya.

"Semakin banyak orang yang mencintai jurnalistik, makin terbuka bahwa nanti kedepan dunia jurnalisme menjadi bangkit lagi,menjadi pilihan banyak orang baik itu sebagai profesi maupun sebagai keterampilan yang lebih bersifat individual." Harap Agung.

Masih pada tempat yang sama M. Syahndra Ramadhan (19) selaku ketua pelaksana seminar mengungkapkan betapa antusiasnya peserta seminar yang digelarnya "Alhamdulillah acara ini berjalan lancar, dan peserta pun antusias mengikuti acara tersebut" Ucapnya.

Dia mengungkapkan bahwa acara tersebut untuk yang kedua kalinya, dan berharap kedepannya akan terus berjalan. "Ini acara yang ke dua kalinya" Terangnya.
[ads-post]
Pria yang akrab disapa Syahndra ini berharap kedepannya KOTAK PENA ini tetap eksis dan terus berkembang. "Harapan saya komunitas ini terus berkembang, dan bukan hanya eksis di ruang lingkup kampus saja, tetapi juga di luar kampus" Pungkasnya.
(Guntur)

INDRAMAYU- Berlangsungnya kegiatan Launching Kotak Literasi Warga Cerdas (KOLECER) dan Maca Dina Library (CANDIL) di Taman Sempur Kota Bogor hari ini, Sabtu(15/12) oleh Ridwan Kamil didukung penuh dan diberi apresiasi Plt Bupati Indramayu Bapak Supendi.

"Kegiatan ini sangat bagus tentunya harus kita dukung karena kegiatan ini sangat penting bagi Masyarakat Jawa Barat Khusus nya Indramayu maupun bagi Kabupaten / Kota lainnya se Jawa Barat," ungkap pria berbadan tegap ini

Bupati Supendi juga memaparkan, kegiatan ini juga bersinergis dengan Visi Indramayu Remaja dimana didalamnya ingin menjadikan Kabupaten Indramayu ini sebagai kota yang cerdas dan berwawasan.
[ads-post]
"KOLECER DAN CANDIL ini juga sinergis dengan visi Remaja dimana akan menguatkan dalam pencapaian wujudkan kota cerdas dan berwawasan, " ujarnya.

Indramayu- Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) tahun 2018 harus dijadikan sebagai momentum untuk memperkuat budaya literasi di tengah-tengah masyarakat untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Indramayu H. Supendi ketika memberikan sambutan pada puncak peringata Hari Aksara Internasional (HAI) tahun 2018 tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Alun-Alun Indramayu, Rabu (05/12/2018).

Supendi menambahkan, pelaksanaan HAI yang dilakukan di Kabupaten Indramayu merupakan kesempatan emas bagi Indramayu untuk menyelesaikan permasalahan buta aksara yang masih ada di Kabupaten Indramayu. Pada akhirnya pemberantasan buta aksara ini akan meningkatkan budaya literasi ditengah masyarakat Indramayu.

“Ini momentum bagi kita untuk bersama-sama menyelesaikan masalah buta aksara yang masih ada di Kabupaten Indramayu,” tegas Supendi.

Sementara itu Direktur Pembinaan Pendidikan dan Kesetaraan Ditjen PAUD Dikmas pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Abdul Kahar mengatakan, Kemendikbud terus berupaya dan berkomitmen dalam penuntasan penduduk buta aksara.
[ads-post]
Capaian tahun 2017 berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud, penduduk Indonesia yang telah berhasil diberaksarakan mencapai 97,93 persen, atau tinggal sekitar 2,07 persen atau 3.387.035 jiwa (usia 15-59 tahun) yang belum melek aksara.

”Disini perlu peran Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama dalam penuntasan buta aksara, Jawa Barat termasuk di dalamnya Kabupaten Indramayu sangat bagus dalam penuntasan buta aksara,” pesannya.

Ketua Panitia HAI tingkat Provinsi Jawa Barat, H. Caridin mengatakan, rangkaian acara peringatan HAI ini dimulai dengan defile kontingan dari masing-masing kabupaten/kota di Jawa Barat, pameran pendidikan dan kebudayaan, workshop pendidikan kesetaraan, temu evaluasi program keaksaraan dan kesetaraan, serta unjuk kabisa dari kabupaten/kota di Jawa Barat. ( Redaksi)

Indramayu- Pelaksanaan  kegiatan Rehabilitasi gedung kelas  sekolah SD Negeri karanggetas 1 desa Karanggetas kecamatan Bangodua Indramayu dengan sumber Anggaran dari APBN tahun 2018  Rp 585 591 000.-  mendapatkan respon sangat baik dari orang tua,pasalnya pelaksanaan kegiatan pekerjaan menggunakan Swakelola tidak di borongankan  oleh pihak ketiga.

Seperti di katakan oleh Samsudin (43) ,"Sekolah SD Negeri Karanggetas 1 adalah sekolah kebanggaan masyarakat,sebab sekolah ini sebagai saksi kemajuan Pendidikan dari mulai jaman sekolah Rakyat sampai sekarang. sudah banyak Tokoh Politik maupun pengusaha Nasional lahir menikmati Pendidikan di sekolah ini, adapun pelaksanaan pekerjaan Bangunan sekolah secara kasat mata, saya melihat pekerjaanya dilakukan sangat berhati hati dan sesuai dengan petunjuk ahli bangunan.ada Konsultan bangunan,begitu juga pekerjanya berasal dari Desa Karanggetas tentu ada tanggung jawab besar mengenai hasil pekerjaanya."terangnya
[ads-post]
Sementara Kepala Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Bangodua Dasmin memberikan komentar terkait dengan pelaksanaan pekerjaan Rehabilitasi gedung SD Negeri karanggetas 1 kami sangat berharap sekali pelaksanaan kegiatan pekerjaan  sesuai dengan konsep pembangunan maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebab gedung sekolah ini mempunyai Historis sangat besar, kalau kami lihat pelaksanaan kegiatan bangunan semua pekerja menggunakan masyarakat sekitar.artinya ada rasa tanggung jawab secara moral bila pekerjaanya asal asalan."Katanya

Di tempat terpisah Kepala Sekolah SD Negeri Karanggetas 1 Wasriah Spd Sd disela kesibukan mengajar,masih bisa menerima kunjungan media Online untuk berbagi cerita seputar pelaksanaan kegiatan bangunan Sekolah, " memang benar sekolah SD Negeri karanggetas 1 sedang dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan,semuanya berjalan sesuai dengan konsep dan rencana kerja.kami pilih pekerja juga dari seputaran sekolah,biar ada rasa tanggung jawab serta memiliki Sekolah ini."Katanya.
  (Otong.S) 

Indramayu,Jumat(02/112018)-DPD Jurnalis On line Indonesia(JOIN) bersilahturahmi ke Ir.Aep Surahman kepala dinas lingkungan hidup Kabupaten Indramayu, Ir.Aep Surahman menyambut baik atas kehadiran DPD JOIN Kabupaten Indramayu,Karena silahturahmi tersebut salah satu ajang memperkenalkan kehadiran DPD JOIN Kabupaten Indramayu ke Dinas Lingkungan Hidup.

Dalam silaturahmi DPD JOIN dan kepala DLH Ir.Aep Surahman, obrolan di isi dengan persoalan bagaimana pengelolaan sampah dan memberikan pendidikan kepada masyarakat agar sadar tentang kebersihan lingkungan sekitar.

Beliaupun terbuka dan bersedia untuk bekerjasama dalam hal positif publikasi,yaitu untuk membangun Kabupaten Indramayu yg bersih dan rapih.untuk pengelolaan hal sampah yg tertata dengan rapih dan indah di pandang mata,yaitu dengan di bentuknya tempat pembuangan sampah yg merata di tiap Desa,Sehingga sampai ke tempat pembuangan akhir (TPA) bisa dengan cepat dan lancar.

Pada kesempatan itu Ir.Aep Surahman menyampaikan,"armada pengangkut sampah kita hanya berjumlah 45 unit,Dengan jumlah yang armada pengangkut sampah yang terbatas untuk melayani kecamatan yang ada di Kabupaten Indramayu.untuk saat ini juga jumlah personel petugas yg ada sangat terbatas,Tempat Pembuangan Sampah(TPA) kita ada dua lokasih,yaitu TPA kertawinangun dan TPA pecuk.kita sudah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,Tapi tampa kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih,akan sulit tercipta lingkungan yang bersih,nyamam,dan Indah."tuturnya

Semoga apa yang di utarakan oleh Kepala DLH Ir.Aep Surahman bisa berkembang ke depannya,menjadi mesin pendorong dan motivasi masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan di sekitar kita.sehingga lingkungan sekitar kita menjadi bersih,nyamam,dan indah.Dan hasilnya masyarakat juga yang menikmati.
(Redaksi)

Indramayu(1/11/2018),Pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung dan fasilitas perpustakaan, pada  Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Widasari Kabupaten Indramayu.dengan menelan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK ) sebesar Rp 290 000 000.mendapat respon baik dari Orang tua/wali murid,pasalnya gedung Sekolah dipinggir jalan utama kondisinya sudah kelewat dan terkesan kumuh.dengan perombakan gedung menjadi dua lantai,seakan tumbuh kembali rasa memiliki,serta fungsi sekolah sebagai menuntut Ilmu.disisi lain  kebanggaan bersekolah di SMP Negeri 1 Widasari seakan muncul kembali pada siswa siswi sekolah itu.

Seperti di katakan salah satu orang tua wali murid Bakar(48)  blok cilengkong,Desa Bangkaloa Ilir.mengatakan,"setidaknya  siswa didik pada sekolah tersebut,sudah berlomba mengikuti mata pelajaran yang diajarkan.terlihat sekali gairah belajar dan minatnya dalam mengikuti jadwal Mata pelajaran di sekolah,dan mau belajar dengan baik.kalau saya lihat di pagi hari,siswa siswi pada SMP negeri 1 Widasari semuanya tampak bergairah untuk cepat sampai ke sekolah."

Hal senada juga disampaikan oleh Sukarya,warga Blok Kuburan Desa Bangkaloa Ilir,"Pembangunan gedung perpustakaan pada sekolah itu,menunjukan akan kemauan kepala Sekolah untuk memajukan sekolah tersebut cukup maksimal.karena secara tidak langsung sekolah itu seringkali dilewati para pejabat,Posisi Sekolah itu sangat strategis di pinggir jalan utama menuju bandara Kertajati.kami akui baru kali ini  siswa siswi didik pada sekolah itu mempunyai rasa bangga bersekolah."jelasnya

Sementara itu kepala sekolah SMP negeri 1Widasri Drs H Darkim,"pelaksanaan pembangunan gedung perpustakaan dan fasilitasnnya memang belum selesai.tinggal menunggu bagian atapnya.kami juga sedang berfikir banyak tentang kemajuan sekolah,pekerjaan halaman sekolah,yang masih di bawah saluran.pengen kami dan rekan guru,halaman depan pintu masuk sekolah di bikin betonisasi (Rigid Pavement ).agar tidak cepat rusak,kesannya malah indah,di samping gedung sekolah ada pohon Rindang yang bisa mengayomi siswa-siswi yang sedang istirahat."tuturnya.
(Otong .s)

 MENARA POST - Indramayu(29/10/2018)- Satpol PP Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan H.Munjaki,M.Si sekarang fokus kedalam penindakan,khususnya tentang peredaran miras di masyarakat.

Minuman keras(miras) adalah salah satu penyakit masyarakat yang berdampak universal,dari minum minuman keras yang berlebihan,bisa menghadirankan tindakan kriminal yang membuat masyarakat resah.

Maka dari analisa di atas pihak satpol PP kabupaten Indramayu yang di pimpin H.munjaki.MSi lebih menekankan kepenindakan terhapadap pengedar miras.

Saat kunjungan pengurus DPP JOIN Kabupaten Indramayu mempertanyakan perihal sejauh mana tindakan dari Satpol PP terhadap para bandar miras,KAMSARI SABARUDIN SH,MH selaku kepala bidang penegakan perundang undangan daerah,"Bisa di catat bang,untuk satpol PP kabupaten Indramayu pada saat ini,bisa di katakan dapat mengukir sejarah,bahkan tingkat nasional.karena hasil operasi miras kita menjadi pemasukan kas daerah.melalui denda,yang sudah sejak lama denda kasus tipiring pada umumnya masuk ke kas negara,tapi sekarang dendanya masuk ke kas daerah.itu sesuai dengan PS 10 perda 15/2006 jo perda 7/2005.untuk penindakan kita tidak main main,bahkan ada bandar miras yang kita jebloskan ke penjara walaupun itu hanya tindak pidana ringan(tipiring)."

Masih lanjut KAMSARI SABARUDIN SH,MH,"selain itu kita juga,razia pegawai dan siswapun kita laksanakan,karena sesuai dengan tugas dan fungsi kita sebagai penegak perundang undangan daerah.Di harapkan ketika perundang undangan daerah atau perda digulirkan,ASN dan masyarakat dapat menaatinya.pemerintahanpun berjalan dengan baik,dan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan nyaman,aman,tertib dan damai."tutunnya

Masih pada tempat yang sama Kasat Pol PP H.MUNJAKI M.SI,"Saya selalu terbuka dan menyambut baik rekan media,dengan kehadiran DPD JOIN kabupaten Indramayu menjadi warna baru di dunia jurnalis.saya berharap rekan DPD JOIN bisa menjadi mitra kita kedepannya,dan menyajikan berita edukasi yang membuat masyarakat memahami dan menaati pentingnya kesadaran tentang aturan yang berlaku."ucapnya

Kang Ato Putra Bagelen selaku Dewan etik DPD JOIN Kabupaten Indramayu," kami berharap kedepannya hubungan kemitraan  DPD JOIN Kabupaten Indramayu dengan Satpol PP dapat berkesinabungan dalam ranah profesi jurnalistik."ungkapnya

(Redaksi)

Indramayu - Satuan Polsek Sindang  mendatangi sekolah disekitaran kewenangan  hukum dan wilayahnya,   setiap anggota diintruksikan agar mendatangi setiap sekolah, namun kedatangan mereka bukanlah untuk menangkap orang yang bersalah dimata hukum, kedatangannya justru untuk membantu sekolah-sekolah yang saat itu sedang ditinggalkan para guru honorer yang sedang mogok mengajar.
Aiptu Dedi Susanto, Babinkamtibmas Desa. Penganjang anggota Polsek Sindang

Salah satu anggota Polsek Sindang yang telah menjadi Babinkamtibmas Desa. Penganjang Aiptu Dedi Susanto yang telah dikenal baik oleh masyarakat Desa setempat mendatangi SD negeri yang berada di Desa tersebut,  kedatangannya adalah hanya untuk mengajar menggantikan  guru honorer yang  beberapa hari terakhir mogok mengajar.
Aiptu Dedi Susanto, Babinkamtibmas Desa. Penganjang anggota Polsek Sindang

"Kebetulan kami semua dari Jajaran Polsek diintruksikan oleh Kapolsek untuk menggantikan para guru honorer yang beberapa hari ini sedang mogok mengajar. Walaupun dengan keterbatasan pengetahuan yang kami  miliki soal belajar mengajar, itu semua tidak membuat kami surut dalam ikut serta mencerdaskan anak bangsa,  dan untungnya mereka (siswa-siswi) yang kami ajar merasa senang dengan kedatangan kami, bahkan banyak peserta didik yang bertanya tentang satuan kerja ke-polisian, sehingga hal itu dapat memacu  mereka untuk memiliki cita-cita sebagai seorang Polisi", Jelasnya.
[ads-post]
Kapolsek Sindang AKP. Iin Sukaeti dihadapan wartawan menjelaskan, dengan adanya Polri masuk sekolah, berarti menjadi sebuah nilai tambah bahwa Polri selalu bergerak bersama rakyat.

"Polisi adalah abdi negara yang selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,  apalagi terhadap generasi bangsa, kami pasti akan menyuguhkan sesuatu yang paling terbaik.
Aiptu Dedi Susanto, Babinkamtibmas Desa. Penganjang anggota Polsek Sindang

Kita juga memahami bahwa sekolah adalah cikal bakal lahirnya generasi yang berperilaku cerdas, bermartabat serta manfaat, untuk itu ketika pihak sekolah kekurangan guru, maka kami intruksikan agar sekolah-sekolah tersebut tetap memiliki guru, dan alhamdulillah kehadiran Polisi dihadapan siswa dan siswi telah membuat mereka senang, karena telah menghadirkan pemandangan dan pengajaran yang nampak baru bagi mereka," terangnya.

Guru honorer yang sekarang sedang mengadakan aksi mogok mengajar di Kabupaten Indramayu jumlahnya mencapai enam ribu orang guru,  akibatnya hampir disetiap sekolah kekurangan guru mengajar didalam kelas, serta polemik kurangnya guru saat ini sedang dan telah dalam kajian Kementerian Pendidikan Republik Indonesia.

Pena   : Azis
Editor: AP

Indamayu,(13/10/2018) Mutiara Bangsa Indramayu melaksanakan HUT yang pertama, acara tersebut bertempat di Gedung mutiara bangsa,kelurahan bojongsari, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Acara yang bertema 1st Anniversary Mutiara Bangsa Indramayu, di ikuti siswa siswi 42 sekolah setingkat TK/PAUD, Pihak panitia mutiara bangsa sendiri merangkul dinas pendidikan,bidang Paud untuk memeriahkan kegiatan tersebut.

Pada HUT mutiara bangsa itu sendiri di isi dengan berbagai macam perlombaan,seperti fashion show,menggunting dan menempel gambar,sampai dengan perlombaan Baby shark.

Acara berlangsung sangat meriah,Apalagi melihat penampilan anak anak paud yang mengikuti perlombaan fashion show dan menari baby shark yang lagi viral.

Reni salah satu wali murid siswa mengikuti acara tersebut mengataka, "baru pertama kali melihat anak saya tampil, apalagi melihat dia menari baby shark bersama temannya, rasanya senang sekali bang.menjadi juara atau tidak itu bukan tujuan saya, yang pertamana di acara ini anak saya belajar berani tampil di depan umum,harapannya jika dia dewasa bisa jadi artis atau pejabat sudah tidak janggung lagi". ungkapnya sambil tersipu malu
[ads-post]
Masih pada tempat yang sama Adit(5) siswa Paud Tunas Bangsa Bangodua pada saat di wawancara MP,Mengatakan senang ikut lomba menggunting dan menempel gambar,ucapnya sambil makan kacang layaknya anak kecil.

Untuk juara perlombaannya di bidang baby shark juara satu dimenangkan oleh TK.Cendikia Bumi Patra,adapun Lomba Fashion show juara satu atas nama Briell TK.Aisyah Bustanul athfal Indramayu.

Suksesnya acara tindak lepas dari kerja keras panitia dan Ibu Rita Natalia,SE sebagai manager umum Mutiara Bangsa yang merangkul dinas pendidikan,sehingga acara yang bertujuan ajang edukasi,berlangsung kondusif,aman,dan terkendali.

Acara itupun ditutup dengan pembagian tropi oleh Rita Natalia,SE dan Margono Kabid Paud dinas pendidikan Indramayu.

Pena : M Guntur

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget