Cakra Lensa

Latest Post


Garut, Cakralensa.com — Kontingen Kabupaten Indramayu mengirimkan atlet-atlet terbaiknya melalui Klub TAKSAKA untuk berlaga di ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bola Voli U-18 yang digelar di SOR RAA Adiwijaya, Senin (13/04/2026).

Tim putri TAKSAKA Indramayu tergabung dalam Grup HH bersama Triple’s Kabupaten Ciamis, GJM Kota Bandung, dan Raspati Kabupaten Sumedang. TAKSAKA Putri yang dipimpin oleh Hannin Nurin Navisa akan melakoni laga perdananya melawan Triple’s Kabupaten Ciamis pada pukul 13.00 WIB di lokasi yang sama.

Hannin mengungkapkan semangat dan kesiapan timnya dalam menghadapi kejuaraan ini. Ia menekankan pentingnya kekompakan tim dalam setiap pertandingan.

“Kami datang dengan semangat besar untuk membawa nama Indramayu. Kunci permainan kami adalah kerja sama tim dan komunikasi di lapangan. Kami akan berjuang maksimal di setiap pertandingan dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ungkap Hannin.

Sementara itu, tim putra TAKSAKA Indramayu tergabung di Grup F bersama tim kuat lainnya, yakni Bilzia Kabupaten Majalengka, Patriot Kota Bekasi, dan Samudra N.A Kabupaten Bekasi. Pada laga perdana, TAKSAKA Putra yang dikapteni oleh Rizky dijadwalkan menghadapi Bilzia Kabupaten Majalengka pada pukul 15.00 WIB.

Rizky menyampaikan optimismenya jelang pertandingan pertama. Ia menegaskan bahwa timnya telah melakukan persiapan matang untuk menghadapi persaingan di fase grup.

“Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik, baik dari segi fisik, teknik, maupun mental. Pertandingan pertama ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri tim. Kami siap memberikan permainan terbaik dan berharap bisa meraih kemenangan,” ujar Rizky.

Keikutsertaan TAKSAKA Indramayu di ajang Kejurda Voli U-18 ini menjadi bukti keseriusan daerah dalam membina atlet muda berbakat. Dengan persiapan yang matang serta semangat juang tinggi dari para pemain, Taksaka diharapkan mampu bersaing dan meraih hasil terbaik di ajang bergengsi tingkat Jawa Barat ini.


Garut, Cakralensa.com — Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bola Voli U-18 resmi dimulai pada Senin (13/04/2026) di SOR RAA Adiwijaya, Kabupaten Garut. Pembukaan ajang bergengsi tingkat Jawa Barat ini dilakukan langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang sekaligus memberikan semangat kepada para atlet muda yang akan berlaga.

Kejurda Voli U-18 ini diikuti oleh klub putra dan putri dari berbagai daerah di Jawa Barat. Mereka akan bersaing memperebutkan Piala Bupati Garut 2026 dalam kompetisi yang berlangsung selama sepekan, mulai 13 hingga 20 April 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Garut menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tetap bersemangat dan menjadikan ajang ini sebagai wadah pembinaan serta pengembangan potensi atlet muda.

“Jaga sportifitas, tunjukkan kemampuan terbaik, dan tetap semangat dalam setiap pertandingan,” pesan Abdusy Syakur kepada para atlet.

Kejurda ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting dalam menjaring bibit-bibit unggul bola voli dari Jawa Barat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional di masa depan.

Antusiasme peserta dan penonton pun terlihat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan. Sorak dukungan dari para suporter menambah semarak suasana pertandingan, sekaligus menjadi motivasi tersendiri bagi para atlet untuk tampil maksimal.


Melalui penyelenggaraan Kejurda Voli U-18 ini, Kabupaten Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan olahraga, khususnya bola voli, serta membangun generasi muda yang sehat, kompetitif, dan berprestasi.


Indramayu, Cakralensa.com – Menjelang pelaksanaan ibadah haji tahun 2026, berbagai persiapan terus dilakukan guna memastikan kenyamanan dan kelancaran para calon jemaah. Salah satu upaya nyata dilakukan oleh ratusan personel TNI dari Kodim 0616/Indramayu bersama Yonif TP 889/GW yang melaksanakan aksi bersih-bersih di Asrama Haji wilayah Indramayu, Jawa Barat.

Kegiatan karya bakti ini difokuskan pada pembersihan area lingkungan asrama, mulai dari halaman, ruang inap, fasilitas umum, hingga saluran air. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI dalam mendukung kesiapan sarana dan prasarana bagi para jemaah haji.

Komandan Kodim 0616/Indramayu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi TNI dalam membantu pemerintah daerah serta instansi terkait, guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak digunakan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap Asrama Haji Indramayu siap digunakan dengan kondisi yang bersih dan nyaman, sehingga para calon jemaah dapat beristirahat dengan baik sebelum berangkat ke Tanah Suci,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya dalam mendukung kelancaran ibadah haji yang merupakan salah satu rukun Islam.

Dengan adanya aksi bersih-bersih ini, diharapkan seluruh fasilitas di Asrama Haji Indramayu dapat memberikan pelayanan maksimal bagi para jemaah, sehingga pelaksanaan haji tahun 2026 berjalan dengan aman, lancar, dan penuh khidmat.


Indramayu, Cakralensa.com – Keputusan melepas mobil boks berisi ribuan botol minuman keras (miras) oleh Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu memicu gelombang kritik tajam. Dalih kekurangan administrasi dinilai tidak masuk akal dan justru memperlihatkan lemahnya keberanian dalam menegakkan hukum.

Pengacara asal Indramayu, H. Ruslandi, S.H., menjadi salah satu suara paling vokal dalam polemik ini. Ia secara terang-terangan menyebut alasan administratif tidak layak dijadikan pembenaran atas dilepaskannya barang bukti yang telah diamankan.

“Jangan berlindung di balik administrasi. Ini bukan soal kertas, ini soal keberanian menegakkan aturan,” tegas Ruslandi.

Menurutnya, jika penindakan dilakukan dalam skema operasi tangkap tangan (OTT), maka tindakan pengamanan yang dilakukan petugas sudah sah secara hukum. Kekurangan dokumen, kata dia, bukan alasan untuk membatalkan tindakan di lapangan.

“Kalau sudah tertangkap tangan membawa barang yang diduga melanggar Perda, ya diamankan. Titik. Administrasi itu bisa diselesaikan kemudian, bukan dijadikan alasan untuk melepas,” ujarnya lantang.

Ruslandi justru melihat ada kejanggalan dalam keputusan pelepasan tersebut. Ia menilai, langkah itu bukan hanya keliru, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap aparat penegak Perda.

“Yang dilepas itu barang bukti, bukan masalahnya. Ini yang membuat publik bertanya-tanya, ada apa sebenarnya?” katanya.

Lebih tajam lagi, ia mengingatkan bahwa tindakan tersebut bisa menjadi preseden buruk jika tidak segera diluruskan. Penegakan hukum, menurutnya, tidak boleh berhenti pada tindakan awal yang kemudian “dikoreksi” dengan cara yang justru melemahkan proses hukum itu sendiri.

“Kalau setiap ada celah administrasi lalu barang bukti dilepas, habislah penegakan Perda. Ini bisa jadi pintu masuk pembiaran pelanggaran,” kritiknya.

Ruslandi menegaskan, langkah yang seharusnya diambil aparat adalah memperkuat proses hukum, bukan mundur. Ia mendesak agar kasus ini tetap ditelusuri hingga tuntas, termasuk mengungkap siapa pemilik dan jaringan distribusi miras tersebut.

“Harusnya ini dikembangkan. Siapa di baliknya? Dari mana asal barang ini? Jangan berhenti di tengah jalan lalu seolah-olah selesai,” ucapnya.

Seperti diketahui, kasus ini bermula dari diamankannya mobil boks berisi ribuan botol miras di Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder. Namun, publik dikejutkan dengan kabar bahwa kendaraan tersebut kemudian dilepaskan, memicu polemik hingga DPRD Kabupaten Indramayu turun tangan meminta klarifikasi.

Di tengah sorotan publik yang semakin tajam, pernyataan Ruslandi menjadi penegas bahwa persoalan ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan menyangkut integritas penegakan hukum itu sendiri.

“Ini bukan soal prosedur semata. Ini soal keberpihakan: apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau justru dilonggarkan?” pungkasnya.


Indramayu - Melalui Kodim 0616 Indramayu PT. Agrinas telah mendistribusikan kendaraan truk untuk KDKMP di wilayah Indramayu. dalam kesempatan ini, kodim 0616/Indramayu telah menyerahkan sejumlah 23 unit kendaraan yang digelar di Makodim 0616/Indramayu. Jumat, 10/4/2026.

Dalam kesempatan ini, Dandim 0616/Indramayu Letkol ARM Tulus Widodo menyampaikan bahwa langkah selanjutnya akan dilanjutkan serah terima atau pendistribusian kelengkapan kendaraan.

"Selanjutnya kami akan mendistribusikan rak serta kelengkapan lainnya yang harus ada di koperasi yang sudah terbangun," Katanya.

Dandim menambahkan pada proses tersebut pihaknya melaksanakan secara simbolis serah terima dari PT Agrinas kepada Kepala Kadiskopdagin dan dilanjutkan dari Kadis kepada para pengurus maupun ketua KDKMP di wilayah Indramayu, khususnya yang sudah terbangun selesai secara 100 persen pembangunan.

Sementara dalam kesempatan yang sama, PLT Kadiskopdagin Indramayu H. Mardono menyampaikan, bahwa setelah serah terima dilakukan maka sudah masuk ranahnya ke koperasi. "Koperasi nanti kami teknis manajemennya ada di Dinas Koperasi," Tutunya.

Ia menambahkan bahwa sesuai dengan harapan pemimpin, yaitu Presiden Prabowo akan terealisasi, tinggal bagaimana sistem yang akan diterapkan. 

"Kami akan menerapkannya sesuai peraturan yang ada."Pungkasnya.

Berikut adalah daftar nama desa penerima kendaraan truk KDMP :

1. Tegalmulya - Krangkeng
2. ⁠Longok - Sliyeg
3. ⁠Kalimati - Jatibarang
4. ⁠Lombang - Juntinyuat
5. ⁠Kenanga - Sindang
6. ⁠Sindang - Sindang
7. ⁠Karanganyar - Pasekan
8. ⁠Pilangsari - Jatibarang
9. ⁠Bondan - Sukagumiwang
10. ⁠Sukamulya - Tukdana
11. ⁠Wanasari - Bangodua
12. ⁠Loyang - Terisi
13. ⁠Manggungan - Terisi
14. ⁠Wirakanan - Kandanghaur
15. ⁠Purwajaya - Krangkeng
16. ⁠Tanjakan - Krangkeng
17. ⁠Srengseng - Krangkeng
18. ⁠Karangsong - Indramayu
19. ⁠Rambatan Kulon - Lohbener
20. ⁠Kiajaran Wetan - Lohbener
21. ⁠Juntikebon - Juntinyuat
22. ⁠Sukaslamet - Kroya
23. ⁠Luwunggesik - Krangkeng


Indramayu, Cakralensa.com - Pemerintah pusat melalui Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bulog Indramayu kembali menyalurkan Bantuan Pangan (Banpang) kepada masyarakat untuk alokasi Februari-Maret 2026. Penyaluran tersebut dilaksanakan di Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, pada Kamis (09/04/2026).

Sebanyak 43.200 kilogram beras dan 8.640 liter minyak goreng didistribusikan kepada 2.160 penerima manfaat. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis.

Dalam proses penyaluran, Bulog Indramayu menurunkan petugas di setiap titik desa guna memastikan bantuan tepat sasaran serta berjalan tertib dan lancar. Kehadiran petugas ini juga menjadi wujud komitmen Bulog dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas distribusi bantuan.

Kepala Desa Pabean Udik, Samsul Ma’arip, mengapresiasi langkah pemerintah dan Bulog dalam merealisasikan program tersebut. Ia menyampaikan bahwa bantuan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas perhatian dari pemerintah pusat melalui Bulog. Bantuan ini sangat membantu masyarakat kami, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kami juga mengapresiasi proses penyaluran yang berjalan tertib dan terpantau dengan baik,” ujar Samsul Ma’arip.

Sementara itu, Pimpinan Bulog Indramayu, Sri Wahyuni disetiap kegiatan penyaluran bantuan selalu menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjaga kualitas beras yang disalurkan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Bulog Indramayu berkomitmen untuk terus memberikan kualitas beras terbaik, pelayanan yang optimal, serta memastikan ketepatan waktu dalam setiap penyaluran bantuan kepada masyarakat,” jelasnya.

Salah satu penerima manfaat, Santi, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia menyebut bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya.

“Terima kasih banyak atas bantuan beras dan minyaknya. Ini sangat membantu kami, apalagi kebutuhan sehari-hari sekarang cukup tinggi. Semoga bantuan seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkap Santi.

Program Bantuan Pangan ini diharapkan dapat terus mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Indramayu, serta menjadi langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com — Semangat kemandirian ditunjukkan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Indramayu dengan memastikan keikutsertaan dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bola Voli Indoor U-18 antar klub se-Jawa Barat yang akan berlangsung di Garut.

Dalam ajang tersebut, PBVSI Indramayu akan menurunkan tim terbaiknya melalui klub TAKSAKA Indramayu. Hebatnya, seluruh persiapan hingga keberangkatan tim dilakukan tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan hasil kolaborasi dan dukungan berbagai pihak.

Bupati Lucky Hakim memberikan apresiasi tinggi atas langkah tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan PBVSI Indramayu menjadi contoh konkret bahwa organisasi olahraga dapat tumbuh secara mandiri.

“Ini bukan hanya soal ikut kompetisi, tapi juga menunjukkan bahwa olahraga bisa berkembang dengan kreativitas dan kebersamaan tanpa bergantung pada APBD,” ujar Lucky Hakim saat menerima pengurus PBVSI di Pendopo Indramayu, Selasa (7/4/2026).

Ia juga mengapresiasi peran Plt Kepala DPMD Indramayu, Atang Suwandi, yang bersedia menjadi manajer tim TAKSAKA Indramayu.

“Keterlibatan beliau menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah dan insan olahraga. Semoga tim bisa tampil maksimal dan membawa hasil membanggakan,” tambahnya.

Lebih jauh, Lucky menekankan pentingnya membangun ekosistem olahraga berbasis komunitas. Dengan keterbatasan anggaran daerah, menurutnya, kemandirian organisasi menjadi kunci keberlanjutan prestasi.

“Kita ingin olahraga hidup di tengah masyarakat, bukan hanya bergantung pada program pemerintah,” tegasnya.

Kejurda ini akan diikuti oleh puluhan klub dari berbagai daerah di Jawa Barat. PBVSI Indramayu pun telah menyiapkan tim secara serius, termasuk dukungan teknis dan fasilitas yang memadai hasil kerja sama lintas sektor.

Ketua Pengkab PBVSI Indramayu, Uho Al Khudry, menyatakan bahwa partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam pembinaan atlet muda.

“Kami ingin membangun fondasi kuat bagi bola voli Indramayu. Kejurda ini menjadi momentum untuk menguji kemampuan sekaligus menunjukkan bahwa kami bisa mandiri,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan berpartisipasi tanpa APBD menjadi bukti kuat bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam pengembangan olahraga daerah.

Dengan semangat tersebut, semoga TAKSAKA Indramayu mampu bersaing dan melahirkan talenta-talenta muda potensial yang ke depan bisa mengharumkan nama Indramayu di tingkat yang lebih tinggi.


Indramayu, Cakralensa.com – Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) bersama para koordinator desa (kordes) dari berbagai wilayah menutup rangkaian kegiatan mereka dengan aksi simbolis di Pendopo Kabupaten Indramayu, Senin (6/4/2026). Penutupan tersebut ditandai dengan penyerahan ganti rugi atas kerusakan fasilitas umum menggunakan uang koin receh.

Aksi ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan yang telah dilakukan sejak pagi hari. Perwakilan massa datang membawa tiga kantong besar berisi koin sebagai bentuk pertanggungjawaban atas insiden yang terjadi dalam aksi unjuk rasa pada 2 April 2026 di Alun-alun Indramayu.

Sebelum tiba di Pendopo, rombongan KOMPI terlebih dahulu berkumpul di sekretariat, lalu mendatangi Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Diskimrum). Mereka mempertanyakan besaran kerugian yang timbul akibat aksi sebelumnya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan audiensi bersama DPRD Kabupaten Indramayu untuk menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung.

Proses penyerahan koin berlangsung tertib dan mendapat pengawalan, serta disaksikan oleh pihak terkait. Koordinator Umum KOMPI, Bung Hatta, menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral masyarakat pesisir, khususnya nelayan budidaya.

Ia menyebutkan bahwa nilai kerugian yang disampaikan oleh Diskimrum mencapai sekitar Rp100 juta. Namun, keterbatasan ekonomi membuat masyarakat hanya mampu mengumpulkan dana dalam bentuk koin hasil swadaya.

Menurutnya, dana tersebut dihimpun secara gotong royong tanpa adanya paksaan. Partisipasi warga dinilai sebagai bukti adanya kesadaran kolektif untuk ikut bertanggung jawab atas kejadian yang terjadi.

Selain itu, KOMPI juga menyatakan keterbukaannya terhadap proses verifikasi jumlah kerugian. Jika nantinya terdapat kekurangan setelah dilakukan perhitungan ulang, pihaknya siap untuk melengkapi.

Bung Hatta menegaskan bahwa aksi koin receh ini tidak hanya dimaknai sebagai pembayaran ganti rugi, tetapi juga sebagai simbol kondisi masyarakat kecil yang ingin didengar oleh pemerintah.

Ia berharap langkah tersebut dapat membuka ruang komunikasi yang lebih baik antara masyarakat pesisir dan pemerintah daerah, terutama dalam membahas kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan nelayan.

Aksi ini sekaligus menjadi pesan bahwa meskipun berada dalam keterbatasan, masyarakat pesisir tetap menjunjung tinggi tanggung jawab sosial, sembari menyuarakan harapan agar aspirasi mereka mendapat perhatian yang lebih serius.

Indramayu – Polemik rencana revitalisasi tambak Pantura di Kabupaten Indramayu kian menghangat. Program yang masuk dalam skema Program Strategis Nasional (PSN) ini menuai sorotan tajam setelah dinilai berpotensi menggeser ruang hidup masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan ekonomi dari sektor tambak.


Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu melalui Komisi II menggelar audiensi bersama Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI), Senin (6/4/2026), guna membahas Program Strategis Nasional (PSN) revitalisasi tambak Pantura. Pertemuan ini turut dihadiri lintas komisi DPRD, para ketua fraksi, serta sejumlah pemangku kepentingan dari unsur pemerintah daerah hingga Perhutani.


Dalam forum tersebut, suara kekhawatiran masyarakat pesisir Indramayu disampaikan secara langsung kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu, menuntut kejelasan sekaligus perlindungan atas mata pencaharian mereka.


Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd.I., menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi masyarakat. Ia menyebut, setiap kebijakan strategis harus berpijak pada kepentingan rakyat dan tidak boleh mengorbankan mereka yang terdampak langsung.


Sekretaris KOMPI, Fahmi Labib mengungkapkan bahwa meski secara konsep revitalisasi bertujuan meningkatkan nilai ekonomi tambak yang tidak produktif, kondisi di lapangan menunjukkan hal berbeda.


“Banyak lahan yang disebut tidak produktif justru masih dimanfaatkan masyarakat untuk budidaya. Ini yang menjadi sumber keresahan,” ujarnya.


Pembina KOMPI, H. Juhadi, menambahkan bahwa kurangnya sosialisasi membuat masyarakat merasa tidak dilibatkan. Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa program tersebut justru akan mengancam keberlangsungan hidup mereka.

Sejumlah fraksi di DPRD pun turut angkat suara. Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Edi Fauzi, menilai kebijakan ini harus dijalankan dengan sangat hati-hati karena menyangkut hajat hidup masyarakat. Ia mengingatkan agar revitalisasi tidak berujung pada hilangnya mata pencaharian warga.


Senada, Ketua Fraksi Partai Golkar, Abdul Rojak, menegaskan bahwa penerimaan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program pemerintah. Ia meminta agar penolakan yang muncul tidak diabaikan.


Sementara itu, Ketua Fraksi PKB, Akhmad Mujani Nur, menyoroti pentingnya keselarasan program dengan prinsip ekonomi kerakyatan. Menurutnya, pembangunan harus memperkuat, bukan justru melemahkan posisi masyarakat.


Kritik juga datang dari Sekretaris Fraksi Demokrat-NasDem, Taufik Hadi Sutrisno, yang mempertanyakan pemilihan lokasi revitalisasi. Ia menilai masih banyak lahan tidak produktif yang lebih layak dikembangkan dibanding lahan yang saat ini masih dimanfaatkan warga.


Menanggapi berbagai masukan tersebut, DPRD Kabupaten Indramayu menegaskan akan mengawal persoalan ini secara serius. Sejumlah langkah pun disiapkan, mulai dari membuka ruang dialog tanpa batas waktu, memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah provinsi Jawa Barat dan pusat, hingga meminta penghentian sementara pematokan lahan.

Ketua DPRD Nurhayati menegaskan, jika program revitalisasi tetap dilanjutkan, maka pelaksanaannya harus benar-benar adil dan menyasar lahan yang tidak produktif.


Di tengah tarik ulur kepentingan ini, masyarakat pesisir kini menanti keputusan yang tidak hanya menjanjikan peningkatan ekonomi, tetapi juga menjamin keberlangsungan hidup mereka di tanah sendiri.


Indramayu, Cakralensa.com — Upaya menjaga kebersihan lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu. Camat Pasekan didampingi Kasi Trantibum bersama Kuwu dan Pamong Desa, Dinas Lingkungan Hidup, serta perwakilan dari Revolusi melaksanakan kegiatan monitoring pengangkutan sampah yang telah menumpuk di Desa Karanganyar, tepatnya di Blok Liong. Senin (06/04/2026), 

Kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat atas kondisi penumpukan sampah yang dinilai sudah mengganggu kenyamanan masyarakat dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan maupun kesehatan. Tim gabungan turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pengangkutan berjalan efektif serta mencari solusi jangka panjang agar permasalahan serupa tidak kembali terjadi.

Selain melakukan pemantauan, rombongan juga berkoordinasi dengan perangkat desa dan petugas terkait guna meningkatkan sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Dinas Lingkungan Hidup turut memberikan arahan teknis terkait pola pengangkutan dan pengelolaan yang lebih optimal.

Camat Pasekan, H. Taryadi, S.IP., menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Permasalahan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kami hadir di sini sebagai bentuk komitmen untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan sehat. Ke depan, kami akan terus mendorong kesadaran masyarakat serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan sampah bisa lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan,” ujar H. Taryadi.

Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang baik menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan layak huni.

Dengan adanya monitoring ini, diharapkan penanganan sampah di Desa Karanganyar, khususnya di Blok Liong, dapat terselesaikan dengan baik dan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget