Articles by "UMKM"


Indramayu, Cakralensa.com — Gejolak konflik yang terjadi di Iran tak hanya berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah, tetapi juga mulai dirasakan hingga ke sektor ekonomi kecil di daerah, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Indramayu.

Salah satu pelaku UMKM, Vivi Suparmiati, pemilik usaha Rumah Macrame menjelaskan kepasa Cakralensa.com mengaku mengalami kenaikan harga bahan baku produksi dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini terutama terjadi pada tali katun yang menjadi komponen utama dalam pembuatan produknya.

“Harga bahan baku sebagian ada yang naik, terutama tali katun,” ungkap Vivi, Sabtu (04/04/2026).

Usaha Rumah macrame miliknya memproduksi berbagai jenis kerajinan seperti tas sling bag, dompet, gantungan kunci, hingga dekorasi rumah. Produk-produk tersebut sebagian besar dipasarkan ke luar daerah Indramayu, karena menurutnya daya beli masyarakat lokal masih terbatas.

“Pasar aku lebih banyak di luar daerah, kalau di Indramayu sendiri kurang bagus, apalagi kondisi seperti sekarang,” jelasnya.

Vivi menambahkan bahwa meskipun pasar di beberapa wilayah masih cukup stabil, salah satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) karena merupakan kawasan wisata, penurunan justru terjadi di wilayah Jabodetabek yang sebelumnya menjadi salah satu pasar potensial.

“Di luar provinsi masih bagus, seperti di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) karena merupakan daerah wisata. Tapi, Jabodetabek turun” katanya.

Kondisi ini diduga berkaitan dengan dampak lanjutan konflik global yang memengaruhi harga energi dan bahan baku industri. Kenaikan harga minyak dunia, misalnya, berimbas pada meningkatnya biaya produksi bahan turunan, yang pada akhirnya dirasakan langsung oleh pelaku UMKM.

Situasi tersebut memaksa pelaku usaha kecil untuk berpikir ulang dalam menentukan strategi bisnis, mulai dari efisiensi produksi hingga penyesuaian harga jual agar tetap kompetitif di pasar.

Di tengah tekanan ini, pelaku UMKM berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah, baik melalui kebijakan stabilisasi harga bahan baku maupun bantuan pengembangan usaha.

Dengan kondisi ekonomi global yang masih belum stabil, ketahanan UMKM menjadi kunci penting dalam menjaga roda perekonomian daerah tetap bergerak. (Wira)



Indramayu, Cakralensa.com - Komunitas Pasar Kreatif Urban sukses menggelar kegiatan Pasar Kreatif Urban (Pop Up Market) pada Sabtu, 14 Maret 2026 di Simple Kolektif #1 Indramayu Creaticity Network - Urban Creative Hub, Indramayu.

Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya kreativitas anak muda Indramayu sekaligus alternatif destinasi belanja menjelang Lebaran. Berbagai produk kreatif dipamerkan dan dijual oleh para pelaku kreatif lokal, mulai dari aksesoris, pakaian, hingga berbagai produk kreatif lainnya yang dihasilkan oleh pemuda dan komunitas di Indramayu.

Dalam penyelenggaraan perdananya, Pasar Kreatif Urban menghadirkan 5 tenant kreatif yang menampilkan beragam produk lokal. Kegiatan ini juga melibatkan sekitar 50 peserta yang terdiri dari individu maupun komunitas, yang turut meramaikan kegiatan sekaligus memperkuat jejaring ekosistem kreatif di Indramayu.

Ketua Panitia kegiatan, Hilmi Hilmansyah, yang juga menjabat sebagai Ketua Indramayu Creaticity Network, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menghadirkan ruang pasar kreatif di Indramayu.

“Ini masih pantikan awal melaksanakan PKU di Indramayu. Harapannya ke depan bisa mengaktivasi pasar kreatif di koridor Sport Center, sepanjang Jalan Stadion Tridaya Indramayu,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pasar Kreatif Urban diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi antara pelaku kreatif, komunitas, dan masyarakat untuk saling bertemu, bertukar gagasan, serta memperkuat geliat ekonomi kreatif lokal.

Kegiatan yang terbuka untuk umum ini mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir, baik untuk menikmati suasana komunitas, berbelanja produk lokal, maupun mendukung karya anak muda Indramayu.

Salah satu pengunjung, Rina (24), mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut karena memberikan ruang baru bagi anak muda untuk menampilkan karya mereka.

“Kegiatannya seru dan suasananya terasa hangat. Produk-produk yang dijual juga unik dan kreatif. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan di Indramayu,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ardi (27), yang datang bersama teman-temannya untuk melihat berbagai produk lokal. Ia menilai Pasar Kreatif Urban menjadi wadah yang positif untuk memperkenalkan karya anak muda kepada masyarakat. “Ini bagus sekali untuk mendukung pelaku kreatif lokal. Selain bisa belanja produk unik, kita juga bisa kenal langsung dengan kreatornya,” katanya.

Dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi, Pasar Kreatif Urban diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi agenda rutin yang mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif di Indramayu. (Wira/CL)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget