Articles by "Info Mudik"


Indramayu, Cakralensa.com - Arus balik libur Idul Fitri 2026 mulai terlihat di sejumlah jalur utama pantura. Berdasarkan pantauan Cakralensa.com pada Senin (23/03/2026), situasi lalu lintas di pertigaan Celeng, Desa Lobener, Kecamatan Lobener, Kabupaten Indramayu terpantau ramai lancar hingga sore hari.


Hingga pukul 17.00 WIB, arus kendaraan dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju Jakarta mengalami peningkatan volume, namun tetap mengalir lancar tanpa hambatan berarti. Kendaraan yang melintas didominasi oleh roda empat atau mobil pribadi yang membawa pemudik kembali ke ibu kota.


Sementara itu, arus sebaliknya dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur juga terpantau masih ramai, namun tetap dalam kondisi lancar.


Kondisi ini menunjukkan bahwa puncak arus balik mulai terjadi secara bertahap, meskipun belum menimbulkan kemacetan signifikan di jalur pertigaan Celeng. Para pengendara dihimbau tetap berhati-hati dan menjaga kondisi fisik selama perjalanan agar tetap aman hingga tujuan.


Pertigaan Celeng sendiri merupakan salah satu titik strategis perlintasan kendaraan di wilayah Indramayu yang kerap menjadi indikator kepadatan arus mudik dan balik Lebaran di jalur pantura.

Indramayu, Cakralensa.com — Kisah tak biasa mewarnai arus mudik Lebaran tahun 2026 ini. Seorang perempuan pemudik, Dian Mahardian, sempat terpisah dari keluarganya setelah tertinggal di Rest Area KM 130 Tol Cipali, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram resmi Satlantas Polres Indramayu, @satlantaspolresindramayu, pada Rabu (18/3/2026) malam, dan dengan cepat menarik perhatian warganet.

Peristiwa tersebut terjadi usai Dian menunaikan salat subuh. Tanpa sepengetahuannya, rombongan keluarga yang menggunakan mobil telah lebih dulu melanjutkan perjalanan. Saat kembali ke area parkir, ia mendapati kendaraan yang ditumpanginya sudah tidak berada di lokasi.

Dalam situasi kebingungan, Dian mencoba mencari bantuan dengan meminjam ponsel dari pengunjung lain. Namun, upayanya tak berhasil. Ia kemudian berinisiatif mendatangi Pos Pelayanan Polres Indramayu yang berada di kawasan rest area.

Di pos tersebut, Dian bertemu dengan salah satu petugas Satlantas, Akung, yang langsung memberikan bantuan. Ia dipinjamkan ponsel untuk menghubungi keluarga. Komunikasi pun berhasil terjalin, tetapi kendala muncul karena sistem lalu lintas satu arah (one way) yang tengah diberlakukan di Tol Cipali, sehingga mobil keluarga tidak bisa kembali menjemput.

Melihat kondisi tersebut, petugas kepolisian mengambil langkah cepat. Dian kemudian diantar menggunakan sepeda motor dinas menuju titik di mana kendaraan keluarganya berhenti di bahu jalan tol. Pengawalan dilakukan dengan pengamanan lalu lintas oleh petugas lain agar proses berlangsung aman.

Dian mengaku pengalaman itu menjadi hal yang tak terlupakan, terlebih karena ini adalah pertama kalinya ia dibonceng menggunakan motor polisi. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan petugas.

Setelah berhasil bertemu kembali, Dian dan keluarganya melanjutkan perjalanan menuju Jawa Tengah.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pemudik untuk selalu memastikan seluruh anggota rombongan sebelum meninggalkan rest area. Selain itu, kisah ini juga menunjukkan pentingnya kehadiran petugas di lapangan yang siap membantu masyarakat dalam situasi darurat selama arus mudik berlangsung. (Wira/RCL)


Indramayu, Cakralensa.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, ST., melakukan monitoring Posko Komunikasi (Poskom) Mudik Lebaran 2026 di Kabupaten Indramayu pada Minggu (15/3/2026). Kegiatan tersebut dilakukan bersama Wakil Ketua DPD, Syamsul Bachri, serta jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu.

Dalam peninjauan tersebut, Ono Surono didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, beserta jajaran sekretaris dan bendahara.

Ono Surono menjelaskan bahwa Poskom Lebaran ini disiapkan untuk memberikan pelayanan dan tempat istirahat bagi para pemudik yang melintasi jalur Pantura, khususnya di wilayah Indramayu.

“Siang hari ini saya bersama Pak Syamsul Bachri dari DPD PDI Perjuangan Jawa Barat melakukan monitoring Poskom Lebaran 2026 di Kabupaten Indramayu. Di sini kami melihat langsung berbagai fasilitas yang disiapkan untuk para pemudik,” ujar Ono.

Ia menyebutkan bahwa posko tersebut dilengkapi berbagai fasilitas untuk kenyamanan pemudik, mulai dari tempat duduk, sofa, hingga tempat beristirahat dengan kasur tipis bagi mereka yang membutuhkan waktu istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Selain itu, tersedia pula mobil layanan kesehatan dari DPD PDI Perjuangan Jawa Barat yang dilengkapi alat pemeriksaan kesehatan seperti tensi darah, cek kolesterol, gula darah, hingga asam urat.

“Di posko ini juga standbay dua dokter yang siap melayani pemeriksaan kesehatan bagi para pemudik. Bahkan tersedia juga ambulans jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” jelasnya.

Menurut Ono, pendirian Poskom Lebaran ini merupakan bentuk gotong royong kader partai dalam membantu masyarakat selama arus mudik. Hal tersebut juga merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.

“Ini sesuai dengan instruksi Ibu Megawati bahwa kader PDI Perjuangan harus bergotong royong membantu masyarakat, khususnya mereka yang sedang melaksanakan mudik Lebaran,” katanya.

Posko tersebut berada di jalur strategis Pantura, tepatnya di kawasan Pertigaan Celeng, Kecamatan Lobener, yang merupakan salah satu titik ramai dilalui pemudik menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur.

Selain tempat istirahat, posko juga menyediakan takjil bagi pemudik yang menjalankan ibadah puasa, serta minuman seperti kopi yang dapat dinikmati saat waktu berbuka hingga menjelang sahur.

Sebagai putra asli Indramayu, Ono Surono juga mengajak para pemudik untuk memanfaatkan posko tersebut jika merasa lelah selama perjalanan.

“Bagi para pemudik yang melintasi jalur Pantura, khususnya di Indramayu, silakan mampir dan beristirahat di Poskom ini. Kami siapkan tempat istirahat, layanan kesehatan, serta takjil untuk berbuka puasa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan selama perjalanan mudik.

Menurutnya, pengendara sepeda motor sebaiknya berhenti beristirahat setiap dua jam sekali, sedangkan pengemudi mobil disarankan beristirahat maksimal setiap empat jam perjalanan.

“Khususnya bagi pemotor, maksimal dua jam berkendara harus berhenti dan beristirahat. Untuk mobil maksimal empat jam. Jangan memaksakan diri jika sudah lelah,” pesannya.

Menutup pesannya, Ono Surono menyampaikan ucapan selamat menyambut Idulfitri kepada para pemudik yang tengah menuju kampung halaman.

“Atas nama keluarga besar PDI Perjuangan, kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat mudik. Minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Utamakan keselamatan dan kesehatan selama perjalanan,” pungkasnya. (Wira/CL)

Indramayu, Cakralensa.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kabupaten Indramayu meninjau langsung Posko Mudik Lebaran 2026 yang berlokasi di pertigaan Celeng, Desa Lobener, Kecamatan Lobener, Sabtu (14/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada DPP PDI Perjuangan yang telah memberikan dukungan berupa tim medis dan satu unit bus layanan kesehatan untuk membantu para pemudik yang melintas di wilayah Indramayu.

Menurutnya, bus tersebut dilengkapi fasilitas medis yang cukup lengkap, mulai dari tempat tidur pemeriksaan hingga berbagai peralatan kesehatan yang menyerupai ruang pelayanan di rumah sakit.

“Di dalam bus itu ada bed untuk pemeriksaan dan juga peralatan medis yang cukup lengkap, sehingga bisa digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang sedang mudik,” ujar Sirojudin saat meninjau lokasi posko.

Ia menambahkan, keberadaan posko mudik ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan PDI Perjuangan setiap menjelang Hari Raya Idul fitri, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.

Selain menyediakan layanan kesehatan, posko tersebut juga dilengkapi mobil siaga yang siap membantu masyarakat yang mengalami kendala atau membutuhkan pertolongan di perjalanan.

Sirojudin juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Indramayu untuk ikut terlibat dalam kegiatan pelayanan masyarakat selama masa mudik.

“Sebanyak 12 anggota fraksi sudah kami instruksikan untuk berjaga di masing-masing daerah pemilihan (dapil), baik menjelang Lebaran maupun untuk membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, DPC PDI Perjuangan Indramayu menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Sekali lagi kami dari DPC PDI Perjuangan Indramayu siap berjuang bersama rakyat, menangis dan tertawa bersama rakyat,” tegas Sirojudin.

Keberadaan posko mudik ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas di jalur mudik wilayah Indramayu selama arus mudik Lebaran 2026. (Wira/CL)




Indramayu, Cakralensa.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, arus mudik di jalur Pantai Utara (Pantura) mulai menunjukkan peningkatan. Sejumlah kendaraan dari arah barat menuju wilayah Cirebon dan Jawa Tengah mulai memadati ruas jalan, terutama pada jam-jam tertentu. Meski demikian, kondisi lalu lintas di beberapa titik terpantau masih ramai namun tetap lancar.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pemudik, jajaran Polsek Jatibarang, Polres Indramayu, Polda Jawa Barat mendirikan Posko Pengamanan (Pos PAM) di titik strategis pertigaan PJR Unit 7 Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (14/3/2026).

Keberadaan posko tersebut menjadi bagian dari Operasi Ketupat Lodaya yang bertujuan memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat yang melintas di jalur Pantura selama musim mudik Lebaran.

Kapolsek Jatibarang Kompol Darli melalui Kanit Reskrim Iptu Fheronika mengatakan, posko pengamanan ini disiagakan selama 24 jam penuh guna membantu para pemudik yang membutuhkan informasi, pengaduan, maupun bantuan selama perjalanan.

“Dalam rangka pengamanan arus mudik, kami mendirikan Pos PAM di pertigaan PJR Jatibarang. Seluruh personel bersiaga selama 1×24 jam untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Iptu Fheronika.

Ia menjelaskan, selain pengamanan jalur lalu lintas, posko tersebut juga menyediakan fasilitas tempat peristirahatan bagi pemudik yang merasa lelah selama perjalanan. Fasilitas tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian PUPR.

“Fasilitas yang sudah tersedia saat ini berupa tempat peristirahatan bagi pemudik. Untuk pelayanan kesehatan gratis masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak kecamatan,” tambahnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau para pengendara, khususnya yang melintas pada malam hari, agar lebih berhati-hati karena masih terdapat beberapa titik jalan di wilayah Indramayu yang minim penerangan.

“Kami mengimbau para pemudik yang berkendara di malam hari untuk mengurangi kecepatan, sekitar 60 hingga 70 kilometer per jam. Hal ini karena ada beberapa titik jalan yang belum memiliki lampu penerangan dan juga untuk menghindari potensi jalan berlubang,” jelasnya.

Menurut Iptu Fheronika, lonjakan arus mudik diperkirakan akan mulai terjadi pada 18 Maret 2026 seiring dimulainya masa cuti bersama. Untuk itu, jajaran kepolisian telah menyiapkan langkah antisipasi dengan melakukan patroli di sejumlah titik rawan kemacetan.

“Perkiraan lonjakan arus mudik mulai tanggal 18. Kami sudah melakukan persiapan dengan patroli di beberapa titik rawan kemacetan, termasuk di area pasar tumpah,” pungkasnya.

Dengan adanya Pos PAM di PJR Jatibarang ini, diharapkan perjalanan para pemudik yang melintas di jalur Pantura Indramayu dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar hingga sampai ke tujuan. (Wira/CL)

Warga menunggu pengendara yang lewat memberi sedekah dengan melempar uang di Jembatan Sewo, Jalur Pantura Sukra Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (9/6/2018).
Jalur pantai utara di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Senin, terpantau ramai lancar, dengan kendaraan yang melintas didominasi motor dan mobil pribadi.

"Arus kendaraan di pantura cukup ramai dan didominasi roda dua serta kendaraan pribadi," kata Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin di Indramayu.

Arif mengatakan bahwa kecepatan kendaraan yang melaju di jalur pantura mencapai 60 hingga 80 kilometer per jam, yang artinya lalu lintas masih lancar meski ada peningkatan jumlah kendaraan yang melintas terutama arah Cirebon.

"Arah sebaliknya, dari Cirebon, malah terlihat sepi dan kecepatan juga bisa maksimal," tuturnya.

Di tempat terpisah, Kasatlantas Polres Indramayu AKP Asep Nugraha SH mengatakan bahwa di Tol Cipali, tepatnya di KM 123 - KM 142 arah Jakarta menuju Cirebon situasi arus lalu lintas lancar.
[ads-post]
"Kecepatan juga bisa maksimal, 80 sampai dengan 100 kilometer/jam," kata Asep.

Hari ini, sekitar pukul 04.00, katanya lagi, situasi arus di rest area KM 130 A Tol Cipali, terjadi perlambatan dikarenakan banyak pengguna jalan yang beristirahat dan melaksanakan salat subuh.

"Sempat melambat tadi pas mau subuh. Akan tetapi, pada saat ini rest area sudah lancar kembali," ujarnya.

Terkait dengan kejadian menonjol, Asep mengatakan bahwa sampai saat ini di wilayah hukum Polres Indramayu tidak ditemukan.


Editor: 471

Karyo, Warga Indramayu yang menjadi korban pembegalan
BEKASI - Nasib malang menimpa seorang pemudik asal Indramayu bernama Karyo (42), yang baru saja kehilangan sepeda motornya di Jalur Pantura Jalan Raya Imam Bonjol, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin 18 Juni 2018, malam.
Sepeda motor korban dirampas oleh lima orang pelaku begal yang mengaku sebagai debt colector dan berdalih korban memiliki tunggakan cicilan sepeda motor.

Menurut pengakuan korban, ia baru kembali dari mudik di kampung halamannya menggunakan sepeda motor. Karena merasa kelelahan telah menempuh perjalanan jauh, korban lantas memutuskan beristirahat sejenak di bahu jalan.

Saat sedang beristirahat, tiba-tiba korban didatangi lima orang tak dikenal yang mengaku sebagai debt collector. Pelaku lalu menanyakan surat-surat kendaraan sepeda motor dan menuding korban memiliki tunggakan cicilan.

"Pertama yang samperin saya dua orang, terus datang satu orang lagi. Pelaku ngakunya debt colector, terus minta STNK, sambil bilang kalau saya punya tunggakan. Memang saya punya tunggakan tapi cuma 1 bulan," kata korban.

Karena mulai curiga dengan pelaku, korban pun meminta untuk berbicara di lokasi yang lebih terang dan ramai, namun tidak digubris pelaku. Malahan salah satu pelaku membawa kabur sepeda motor korban, berikut dengan STNK.
[ads-post]
"Iya saya ajak pindah ke tempat yang lebih terang, malah motor saya dibawa kabur sama salah satu pelaku," ujarnya.

Atas kejadian yang menimpanya itu, korban pun melapor ke pos mudik terdekat yang dijaga oleh pihak kepolisian.

Terpisah, Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Hendrik, mengaku belum ada laporan terkait perampasan kendaraan sepeda motor korban yang dilakukan lima pelaku. "Sudah saya cek, belum ada yang laporan yang masuk ke Polsek," singkatnya , Selasa (19/6/2018).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget