Articles by "Sport"


Indramayu, Cakralensa.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu kini memasuki tahap krusial dalam mempersiapkan kontingen menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung 7 hingga 20 November 2026 dengan Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok sebagai tuan rumah bersama.  

Sebanyak 34 cabang olahraga (cabor) dipastikan lolos Babak Kualifikasi (BK) dan siap mengibarkan bendera Indramayu di ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Indramayu, Herman Indra Susanto kepada Cakralensa.com menegaskan bahwa di tahap awal usai dirinya dilantik tengah melakukan sinkronisasi data atlet melalui portal pendaftaran terbaru. Seluruh pengurus cabor akan dipanggil untuk memastikan keakuratan data sebelum keberangkatan ke Porprov. 

Selain itu, kata Herman, tes kemampuan fisik akan segera digelar sebagai tolok ukur kebugaran atlet. Ia menekankan bahwa setiap cabang olahraga memiliki standar fisik berbeda, sehingga tes akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing.

 “Kami sudah memiliki benchmark, tes ini penting untuk memastikan kesiapan atlet sebelum bertanding,” ujar Herman, Jumat 1 Mei 2026.

Dalam kesempatan itu Herman juga menuturkan bahwa KONI Indramayu menetapkan target 17 medali emas, meningkat satu medali dari capaian Porprov sebelumnya. Target ini dianggap realistis setelah melalui diskusi dengan pengurus cabor. 

Beberapa cabang unggulan yang diharapkan menyumbang emas antara lain voli pantai,  pencak silat, renang, perbakin, terjun payung, kempo, tarung derajat, taekwondo, dan basket.

“Target ini bukan sekadar angka, melainkan hasil analisis potensi dari cabor unggulan yang selama ini konsisten berprestasi,” jelas Herman.

Dikatakannya juga, persoalan anggaran menjadi tantangan tersendiri. KONI Indramayu telah mengusulkan dana sebesar Rp4 miliar untuk kebutuhan dasar atlet, mulai dari makan, penginapan, hingga persiapan teknis. Selain itu, insentif bulanan sebesar Rp200 ribu bagi atlet lolos Porprov juga diusulkan sejak Januari hingga Oktober 2026.

Tambahan dana pembinaan sekitar Rp1 miliar akan direalisasikan pada Mei, dengan pembagian berdasarkan target medali tiap cabor. Skema ini diharapkan menjadi bentuk apresiasi terhadap potensi prestasi. 

“Semakin besar peluang medali, semakin besar pula dukungan pembinaan,” tambah Herman.

Sebagai motivasi tambahan, "ujar Herman, KONI Indramayu mengusulkan kenaikan bonus bagi atlet peraih medali emas. Jika sebelumnya bonus berada di kisaran Rp50 juta, kini diusulkan naik menjadi Rp75 juta untuk emas perorangan. Formulasi final masih menunggu persetujuan, namun langkah ini diyakini akan meningkatkan semangat juang atlet.

Dengan persiapan matang, dukungan anggaran, serta target yang realistis, KONI Indramayu optimistis mampu meningkatkan prestasi di Porprov Jawa Barat 2026 yang akan digelar di Bogor, Depok, dan Bekasi.

“Indramayu siap bersaing, bukan hanya berpartisipasi. Kami ingin menunjukkan bahwa atlet-atlet daerah mampu berprestasi dan mengharumkan nama kabupaten di tingkat provinsi,” pungkas Herman. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com - Pelantikan kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu periode 2026–2030 di Pendopo Indramayu, Rabu (22/4/2026), yang semestinya menjadi momentum penguatan organisasi olahraga, justru meninggalkan tanda tanya besar terkait legitimasi dan soliditas internal.

Acara yang digadang sebagai tonggak awal kepemimpinan baru itu berlangsung tanpa kehadiran Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Absennya kepala daerah dalam momen strategis ini dinilai sebagai sinyal lemahnya daya dorong KONI di tingkat kabupaten. Kritik pun bermunculan, bukan hanya soal dukungan eksternal, tetapi juga mengenai kemampuan KONI Indramayu membangun komunikasi politik dan memastikan dukungan penuh dari pemangku kebijakan.

Sejumlah pejabat hadir, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Indramayu Ahmad Syadali, Ketua Umum KONI Jawa Barat Muhammad Budiana, serta Ketua KONI Indramayu Yogi Kurniawan. Namun kehadiran mereka belum cukup menutup kesan bahwa pelantikan berlangsung tanpa dukungan simbolik yang semestinya bisa diamankan oleh organisasi olahraga terbesar di daerah.

Ketiadaan bupati dalam acara ini memperlihatkan potensi persoalan lebih dalam: lemahnya lobi, komunikasi politik, dan strategi pendekatan yang seharusnya menjadi fondasi awal kepengurusan. Jika sejak pelantikan saja KONI gagal menghadirkan dukungan simbolik dari pucuk pimpinan daerah, maka wajar jika muncul keraguan terhadap kemampuan mereka memperjuangkan hal-hal lebih besar seperti anggaran, fasilitas, dan kebijakan olahraga.

Pelantikan yang mestinya menjadi panggung menunjukkan kekuatan organisasi justru berbalik menjadi indikator rapuhnya konsolidasi. Tanpa legitimasi kuat dan dukungan solid, KONI Indramayu berpotensi menghadapi jalan terjal bahkan sebelum program kerja dijalankan. Hingga acara berakhir, tidak ada penjelasan terbuka yang mampu meredam pertanyaan publik. Akibatnya, kepengurusan baru ini bukan hanya dibebani target prestasi, tetapi juga keraguan sejak hari pertama.

Jika kondisi ini tidak segera dibenahi, KONI Indramayu berisiko memulai periode kepemimpinannya dalam bayang-bayang ketidakpercayaan. Situasi ini jelas lebih sulit diatasi dibanding sekadar mengejar medali di arena olahraga. Tantangan terbesar mereka bukan hanya membangun prestasi, melainkan membangun legitimasi dan kepercayaan publik yang sudah goyah sejak awal.

Dampak ke Depan Bagi KONI Indramayu

Tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah, program pembinaan atlet berisiko tidak berjalan optimal. Anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk pelatihan, fasilitas, dan kompetisi bisa tersendat jika komunikasi politik tidak segera diperbaiki.

KONI sangat bergantung pada dukungan APBD. Lemahnya legitimasi dan absennya simbol dukungan dari bupati dapat membuat alokasi anggaran olahraga menjadi prioritas rendah. Akibatnya, fasilitas olahraga bisa stagnan atau bahkan menurun kualitasnya.

Atlet, pelatih, klub olahraga, hingga masyarakat luas bisa kehilangan kepercayaan terhadap kepengurusan baru. Jika sejak awal sudah dipertanyakan, maka setiap kebijakan atau program akan lebih mudah diragukan dan sulit mendapatkan dukungan moral.

Minim legitimasi sering kali memicu friksi di dalam organisasi. Kepengurusan baru bisa menghadapi resistensi dari pihak-pihak yang merasa tidak terakomodasi, sehingga energi organisasi lebih banyak tersita untuk meredam konflik ketimbang membangun prestasi.

Indramayu berpotensi kehilangan momentum dalam peta olahraga Jawa Barat. Ketika daerah lain memperkuat konsolidasi, Indramayu justru sibuk dengan isu legitimasi. Hal ini bisa berdampak pada minimnya prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Dunia usaha dan sponsor biasanya melihat legitimasi organisasi sebelum memberikan dukungan. Jika KONI dianggap rapuh secara politik dan organisasi, maka peluang mendapatkan sponsor atau mitra strategis akan semakin kecil. (WH)

Garut, Cakralensa.com – Semangat juang dan tekad kuat ditunjukkan TAKSAKA Indramayu dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) U-18 Garut 2026. Meski tanpa dukungan anggaran dari APBD Indramayu, tim muda ini berhasil mencetak prestasi membanggakan dengan melaju ke babak 8 besar usai menaklukkan GJM Kota Bandung.


Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. TAKSAKA Indramayu tampil penuh determinasi sejak awal pertandingan, memperlihatkan permainan disiplin, kerja sama solid, serta mental bertanding yang matang. Menghadapi tim kuat asal Kota Bandung, para pemain tetap percaya diri dan mampu mengendalikan jalannya laga hingga memastikan kemenangan.


Perjalanan TAKSAKA Indramayu di ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) U-18 Garut 2026 ini tidaklah mudah. Dengan keterbatasan fasilitas dan pendanaan, mereka tetap konsisten menunjukkan performa terbaik. Dukungan pelatih, offisial, serta kuatnya kebersamaan tim menjadi kunci utama keberhasilan mereka sejauh ini.


“Kami datang dengan tekad, bukan kemewahan. Anak-anak bermain dengan hati dan semangat untuk membawa nama Indramayu,” ujar Uho Al-Khudry, Ketua Umum Pengkab PBVSI Indramayu.


Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen tim. “Perjuangan ini adalah hasil dari kerja keras semua pihak, mulai dari atlet, pelatih, hingga dukungan masyarakat Indramayu. Kami memang tidak memiliki dukungan anggaran dari APBD Indramayu, tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap berprestasi. Justru ini menjadi pembuktian bahwa dengan komitmen dan kebersamaan, kita bisa bersaing di level mana pun,” tambahnya.


Uho juga berharap ke depan pembinaan atlet usia muda di Indramayu mendapat perhatian lebih. “Potensi mereka sangat besar. Jika didukung dengan fasilitas serta pendanaan yang memadai, bukan tidak mungkin Indramayu bisa menjadi kekuatan baru di kancah bola voli daerah maupun nasional,” ujarnya.

Keberhasilan melangkah ke babak 8 besar menjadi motivasi tambahan bagi TAKSAKA Indramayu untuk terus melaju lebih jauh. Mereka bertekad membuktikan bahwa tim daerah dengan segala keterbatasan mampu bersaing, bahkan mengungguli tim-tim besar.


Kini, langkah TAKSAKA Indramayu semakin dinanti. Dengan semangat pantang menyerah, mereka bukan hanya berjuang untuk kemenangan, tetapi juga membawa harapan serta kebanggaan bagi masyarakat Indramayu.


Indramayu, Cakralensa.com - Klub TAKSAKA Indramayu menunjukkan mental juara saat menyingkirkan Klub GJM Kota Bandung dalam laga panas Kejuaraan Daerah (Kejurda) U-18 Garut 2026. Bertanding di GOR Cikuray, kawasan SOR RAA Adiwijaya, Garut, Sabtu (18/04/2026), TAKSAKA sukses membalikkan keadaan dan menang dramatis dengan skor 3-1.

Pertandingan diawali dengan tekanan dari GJM yang tampil agresif sejak set pertama. TAKSAKA harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 16-25. Namun, alih-alih terpuruk, tim asal Indramayu ini justru bangkit dengan determinasi tinggi.

Set kedua menjadi titik balik. Permainan solid dan komunikasi yang semakin rapi membuat TAKSAKA berhasil menyamakan kedudukan setelah menang 25-22. Momentum itu terus dijaga pada set ketiga dengan kemenangan 25-21.

Puncak ketegangan terjadi di set keempat. Kedua tim saling kejar poin dalam laga yang menegangkan hingga angka-angka akhir. Dalam situasi penuh tekanan, TAKSAKA menunjukkan ketenangan luar biasa dan menutup pertandingan dengan kemenangan tipis 25-23, sekaligus memastikan tiket ke babak 8 besar.

Kapten tim TAKSAKA Indramayu, Rizky, menyebut kemenangan ini sebagai bukti kekuatan mental timnya.

“Kami sempat jatuh di set pertama, tapi tidak menyerah. Kunci kami ada di kekompakan dan kepercayaan satu sama lain. Di lapangan, kami berjuang bukan sebagai individu, tapi sebagai satu tim. Kemenangan ini untuk semua yang sudah mendukung kami,” ungkapnya penuh semangat.

Sementara itu, pelatih TAKSAKA Indramayu, Toni Takarasel, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan anak asuhnya yang mampu bangkit di tengah tekanan.

“Ini pertandingan yang menguji mental. Setelah kalah di set pertama, anak-anak bisa tetap tenang dan disiplin menjalankan strategi. Mereka belajar cepat dan itu yang membuat perbedaan. Tapi perjalanan belum selesai, di 8 besar nanti kami harus lebih siap, lebih fokus, dan lebih konsisten,” tegas Toni.

Dengan kemenangan impresif ini, TAKSAKA Indramayu tidak hanya melangkah ke babak 8 besar, tetapi juga mengirimkan pesan kuat bahwa mereka adalah salah satu tim yang patut diperhitungkan di Kejurda U-18 Garut 2026.

Garut, Cakralensa.com – Laga penuh tensi tinggi tersaji dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Voli U-18 yang digelar di GOR Cikuray, kawasan SOR RAA Adiwijaya, Garut, Rabu (15/04/2026). Tim putra TAKSAKA Indramayu sukses mencatatkan kemenangan dramatis usai menumbangkan PATRIOT Bandung dengan skor 2-1.


TAKSAKA harus mengawali pertandingan dengan kurang meyakinkan. Pada set pertama, tim yang diperkuat Rizky dan kawan-kawan kesulitan mengimbangi permainan cepat dan solid dari PATRIOT Bandung. Alhasil, mereka harus rela kehilangan set pembuka dengan skor 21-25.


Namun, situasi berubah drastis di set kedua. Di bawah komando sang kapten, Rizky, TAKSAKA tampil jauh lebih agresif dan disiplin. Kombinasi serangan tajam serta pertahanan rapat membuat PATRIOT kehilangan ritme permainan. TAKSAKA pun mendominasi jalannya set dan menutupnya dengan kemenangan telak 25-10, memaksa laga berlanjut ke set penentuan.


Memasuki set ketiga, pertandingan berlangsung semakin sengit. Kedua tim saling berbalas poin dalam rally panjang yang memukau penonton. Adu strategi dan ketahanan mental menjadi kunci dalam set krusial ini. Meski mendapat tekanan, TAKSAKA mampu menjaga fokus hingga akhirnya mengunci kemenangan tipis 18-16.


Kapten TAKSAKA Indramayu, Rizky, mengakui timnya sempat berada di bawah tekanan, namun mampu bangkit berkat kekompakan tim.


“Kami sempat tertekan di set pertama, tapi itu jadi pelajaran penting buat kami. Di set kedua dan ketiga, kami bermain lebih fokus, saling percaya, dan tidak mudah menyerah. Kemenangan ini adalah hasil kerja keras tim. Untuk pertandingan besok, kami siap bertarung habis-habisan demi lolos ke fase berikutnya,” ujarnya.


Sementara itu, pelatih TAKSAKA Indramayu, Toni Takarasel, mengapresiasi mental bertanding anak asuhnya yang dinilai semakin matang.


“Saya bangga dengan mental anak-anak hari ini. Mereka mampu bangkit setelah kalah di set pertama dan menunjukkan karakter tim yang kuat. Evaluasi tetap ada, terutama dalam menjaga konsistensi permainan. Untuk laga berikutnya, kami akan mempersiapkan strategi yang lebih matang karena itu adalah pertandingan penentuan bagi kami,” ungkapnya.


Kemenangan ini menjadi modal penting bagi TAKSAKA Indramayu untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Meski demikian, tantangan berat sudah menanti di laga selanjutnya saat mereka dijadwalkan menghadapi Klub Samudra N.A asal Kabupaten Bekasi pada Kamis (16/04/2026) pukul 13.00 WIB. Pertandingan tersebut diprediksi akan berlangsung ketat, mengingat kedua tim sama-sama mengincar tiket ke babak berikutnya. Bagi TAKSAKA, meraih kemenangan menjadi satu-satunya jalan untuk memastikan langkah mereka tetap berlanjut di Kejuaraan Daerah (Kejurda) U-18 Garut tersebut.


Garut, Cakralensa.com — Kontingen Kabupaten Indramayu mengirimkan atlet-atlet terbaiknya melalui Klub TAKSAKA untuk berlaga di ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bola Voli U-18 yang digelar di SOR RAA Adiwijaya, Senin (13/04/2026).

Tim putri TAKSAKA Indramayu tergabung dalam Grup HH bersama Triple’s Kabupaten Ciamis, GJM Kota Bandung, dan Raspati Kabupaten Sumedang. TAKSAKA Putri yang dipimpin oleh Hannin Nurin Navisa akan melakoni laga perdananya melawan Triple’s Kabupaten Ciamis pada pukul 13.00 WIB di lokasi yang sama.

Hannin mengungkapkan semangat dan kesiapan timnya dalam menghadapi kejuaraan ini. Ia menekankan pentingnya kekompakan tim dalam setiap pertandingan.

“Kami datang dengan semangat besar untuk membawa nama Indramayu. Kunci permainan kami adalah kerja sama tim dan komunikasi di lapangan. Kami akan berjuang maksimal di setiap pertandingan dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ungkap Hannin.

Sementara itu, tim putra TAKSAKA Indramayu tergabung di Grup F bersama tim kuat lainnya, yakni Bilzia Kabupaten Majalengka, Patriot Kota Bekasi, dan Samudra N.A Kabupaten Bekasi. Pada laga perdana, TAKSAKA Putra yang dikapteni oleh Rizky dijadwalkan menghadapi Bilzia Kabupaten Majalengka pada pukul 15.00 WIB.

Rizky menyampaikan optimismenya jelang pertandingan pertama. Ia menegaskan bahwa timnya telah melakukan persiapan matang untuk menghadapi persaingan di fase grup.

“Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik, baik dari segi fisik, teknik, maupun mental. Pertandingan pertama ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri tim. Kami siap memberikan permainan terbaik dan berharap bisa meraih kemenangan,” ujar Rizky.

Keikutsertaan TAKSAKA Indramayu di ajang Kejurda Voli U-18 ini menjadi bukti keseriusan daerah dalam membina atlet muda berbakat. Dengan persiapan yang matang serta semangat juang tinggi dari para pemain, Taksaka diharapkan mampu bersaing dan meraih hasil terbaik di ajang bergengsi tingkat Jawa Barat ini.


Garut, Cakralensa.com — Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bola Voli U-18 resmi dimulai pada Senin (13/04/2026) di SOR RAA Adiwijaya, Kabupaten Garut. Pembukaan ajang bergengsi tingkat Jawa Barat ini dilakukan langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang sekaligus memberikan semangat kepada para atlet muda yang akan berlaga.

Kejurda Voli U-18 ini diikuti oleh klub putra dan putri dari berbagai daerah di Jawa Barat. Mereka akan bersaing memperebutkan Piala Bupati Garut 2026 dalam kompetisi yang berlangsung selama sepekan, mulai 13 hingga 20 April 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Garut menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tetap bersemangat dan menjadikan ajang ini sebagai wadah pembinaan serta pengembangan potensi atlet muda.

“Jaga sportifitas, tunjukkan kemampuan terbaik, dan tetap semangat dalam setiap pertandingan,” pesan Abdusy Syakur kepada para atlet.

Kejurda ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting dalam menjaring bibit-bibit unggul bola voli dari Jawa Barat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional di masa depan.

Antusiasme peserta dan penonton pun terlihat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan. Sorak dukungan dari para suporter menambah semarak suasana pertandingan, sekaligus menjadi motivasi tersendiri bagi para atlet untuk tampil maksimal.


Melalui penyelenggaraan Kejurda Voli U-18 ini, Kabupaten Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan olahraga, khususnya bola voli, serta membangun generasi muda yang sehat, kompetitif, dan berprestasi.


Indramayu, Cakralensa.com — Semangat kemandirian ditunjukkan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Indramayu dengan memastikan keikutsertaan dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bola Voli Indoor U-18 antar klub se-Jawa Barat yang akan berlangsung di Garut.

Dalam ajang tersebut, PBVSI Indramayu akan menurunkan tim terbaiknya melalui klub TAKSAKA Indramayu. Hebatnya, seluruh persiapan hingga keberangkatan tim dilakukan tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan hasil kolaborasi dan dukungan berbagai pihak.

Bupati Lucky Hakim memberikan apresiasi tinggi atas langkah tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan PBVSI Indramayu menjadi contoh konkret bahwa organisasi olahraga dapat tumbuh secara mandiri.

“Ini bukan hanya soal ikut kompetisi, tapi juga menunjukkan bahwa olahraga bisa berkembang dengan kreativitas dan kebersamaan tanpa bergantung pada APBD,” ujar Lucky Hakim saat menerima pengurus PBVSI di Pendopo Indramayu, Selasa (7/4/2026).

Ia juga mengapresiasi peran Plt Kepala DPMD Indramayu, Atang Suwandi, yang bersedia menjadi manajer tim TAKSAKA Indramayu.

“Keterlibatan beliau menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah dan insan olahraga. Semoga tim bisa tampil maksimal dan membawa hasil membanggakan,” tambahnya.

Lebih jauh, Lucky menekankan pentingnya membangun ekosistem olahraga berbasis komunitas. Dengan keterbatasan anggaran daerah, menurutnya, kemandirian organisasi menjadi kunci keberlanjutan prestasi.

“Kita ingin olahraga hidup di tengah masyarakat, bukan hanya bergantung pada program pemerintah,” tegasnya.

Kejurda ini akan diikuti oleh puluhan klub dari berbagai daerah di Jawa Barat. PBVSI Indramayu pun telah menyiapkan tim secara serius, termasuk dukungan teknis dan fasilitas yang memadai hasil kerja sama lintas sektor.

Ketua Pengkab PBVSI Indramayu, Uho Al Khudry, menyatakan bahwa partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam pembinaan atlet muda.

“Kami ingin membangun fondasi kuat bagi bola voli Indramayu. Kejurda ini menjadi momentum untuk menguji kemampuan sekaligus menunjukkan bahwa kami bisa mandiri,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan berpartisipasi tanpa APBD menjadi bukti kuat bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam pengembangan olahraga daerah.

Dengan semangat tersebut, semoga TAKSAKA Indramayu mampu bersaing dan melahirkan talenta-talenta muda potensial yang ke depan bisa mengharumkan nama Indramayu di tingkat yang lebih tinggi.


Cakralensa.com - Indramayu Soccer Challenge 2026 menjadi momentum positif bagi pembinaan sepak bola usia dini sekaligus ajang mempererat silaturahmi pasca perayaan Idul Fitri 1447 H. Kegiatan yang digagas oleh Izun Sport Soccer Academy (ISA) ini berlangsung di Stadion Tridaya Indramayu, Sabtu (28/03/2026).

Ketua pelaksana, Rici Vauzi, menjelaskan bahwa turnamen ini difokuskan untuk Sekolah Sepak Bola (SSB) yang masih memiliki tim usia 15 tahun. Meski diikuti oleh enam tim, kegiatan ini tetap membawa semangat besar dalam mendorong anak-anak agar aktif bergerak dan mencintai olahraga, khususnya sepak bola.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memfasilitasi anak-anak agar tetap mau bergerak dan bermain sepak bola. Di era sekarang, tantangan terbesar adalah anak-anak lebih memilih bermain game atau ‘mabar’ daripada berkeringat di lapangan,” ujar Rici.

Mengusung nuansa halal bihalal, turnamen ini juga menjadi ajang berkumpulnya para pelatih, pemain, dan komunitas sepak bola lokal dalam suasana penuh keakraban. Selain bertanding, para peserta dan penyelenggara memanfaatkan kesempatan ini untuk mempererat hubungan sosial pasca Lebaran.

Rici juga mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendukung kegiatan positif anak-anak di luar ruangan. Menurutnya, olahraga seperti sepak bola, basket, maupun voli dapat menjadi sarana efektif untuk membangun karakter sekaligus menjauhkan anak dari pengaruh negatif.

“Di usia remaja, terutama tingkat SMP, anak-anak rentan terpengaruh hal-hal negatif seperti kecanduan gadget hingga pergaulan yang tidak sehat. Karena itu, penting bagi orang tua untuk menyalurkan energi mereka ke kegiatan yang positif, seperti bergabung dengan SSB terdekat,” tambahnya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh ISA ini juga menjadi bentuk silaturahmi antar komunitas sepak bola di Indramayu. Meski digelar secara sederhana, harapannya kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan olahraga serta pembinaan generasi muda di daerah.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai positif yang diusung, Indramayu Soccer Challenge 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga inspirasi bagi masyarakat untuk terus mendorong anak-anak aktif, sehat, dan berprestasi. (Wira)

 MENARA POST - Depok - Tim sepak takrow Kabupaten Indramayu saat ini tengah berbangga diri atas kemenangannya menjadi juara umum dengan perolehan Tiga emas, satu perak dan satu perunggu  dalam menyisihkan tim pesaing cabor sepak takraw lainnya, yang dihelat sejak 07,  hingga 15, Oktober  pada Porda Jabar tahun 2018.

Pelatih Sepak Takrow Putri, Ade Badruzzaman didampingi Asisten pelatih Evika Dewi Anom pada awak media saat dihubungi  mengatakan bahwa keunggulan tim sepak takrow Indramayu disebabkan beberapa alasan.

"Kita alhamdulillah mengungguli banyak daerah dengan perolehan Tiga emas, satu perak dan satu perunggu.  Itu terjadi bukan hanya karena kualitas tim, namun juga karena kerjasama tim yang terakomodir  sangat baik, dan intruksi dari pelatih serta asisten selalu didengarkan oleh para atlet," Terangnya.

Asisten pelatih, Evika Dewi Anom yang sudah lama menggawangi kinerja dari tim sepak takrow Indramayu turut menyampaikan kebahagiaannya pada perolehan prestasi saat ini.
[ads-post]
"Bahagia dan pujian selalu tercurah, karena semakin hari kekuatan, kelebihan serta kekompakan yang dimiliki tim sepak takrow Indramayu semakin menjanjikan dan diperhitungkan, bukan hanya didaerah ataupun propinsi  saja, namun juga tim kami ini  diperhitungakan hingga ditingkat nasional.
Kami anggap keberhasilan serta kesuksesan  ini adalah sebuah hadiah dari kami untuk pemerintah dan masyarakat Kabupaten Indramayu,  dan kami berkomitmen akan terus berjuang untuk mengharumkan nama baik Kabupaten Indramayu" , Ungkapnya dengan penuh semangat.

Event Porda  Jabar 2018 yang dihelat di Cilodong - Depok  telah menampilkan lomba sepak takrow dengan sistem penyisihan group di delapan besar di nomor regu dan
doule event  serta berhasil membuat tim sepak takrow Indramayu masuk sebagai perolehan emas terbanyak dan juara umum.

 MENARA EKSPRES - Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah melepas secara resmi kontingen Kabupaten Indramayu untuk bertanding pada pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII tahun 2018. Pelepasan atlet kontingen Kabupaten Indramayu dilaksanakan, Jum’at (05/09/2018) di halaman Pendopo Kabupaten Indramayu.
Bupati Indramayu Hj. Annah Sophanah

 Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah menjelaskan, kontingen Kabupaten Indramayu yang terdiri dari atlet, pelatih, dan official harus memperhatikan dan  menjaga kewibawaan serta nama baik daerah Kabupaten Indramayu.

“Buktikan bahwa kita mampu berpretsasi dan menjadi kontingen yang baik, dan menjunjung tinggi sportifitas serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan, dan harus menjaga kesehatan dan membanggakan nama Indramayu,” tegas

Sementara itu Ketua Satgas Porda Jawa Barat XIII tahun 2018 Kabupaten Indramayu, Tufik Hidayat mengatakan, jumlah kontingen Kabupaten Indramayu seluruhnya mencapai 350 orang yang terdiri dari 196 atlet,  81 oficial, 39 satgas, 34 tim pendukung lainnya dan akan mengikuti 23 cabang olaraga yang akan digelar pada tanggal 5 – 16 Oktober 2018 mendatang.

Taufik menambahkan, sebanyak 11cabang olahraga telah diberangkatkan lebih dahulu karena memulai cabang pertandingan sebelum pembukaan Porda,Dan saat ini cabang wushu dan tinju telah memasuki tahapan final.

“Semoga kita bisa meraih emas sebanyak mungkin meskipun kita hanya menargetkan 15 medali emas. Dan ini bisa memperbaiki posisi Kabupaten Indramayu,” kata Taufik.
(Redaksi)

Deklarasi damai tersebut dihadiri oleh sejumlah supporter bola nasional yakni, persib, persija, arema dan persibaya di lapangan polres indramayu rabu 26/9/2018.
Supporter club bola berkumpul di halaman mapolres Indramayu

Pada deklarasi tersebut juga di saksikan langsung oleh Keluarga korban Haringga Sirrila, ketua koni, kadispora, knpi, Suporter viking indramayu, the jak indramayu, aremania indramayu, bonek indramayu ikut apel.

Ada 8 poin pada deklarasi damai yang telah disepakati bersama yaitu, saling menghormati antar supporter, menjunjung tinggi suportifitas, tidak saling menghujat, tidak melakukan perbuatan melanggar hukum, menjadi supporter yang tertib dan patuh hukum dan bersama - sama dengan aparat keamanan untuk menjaga kondusifitas.
[ads-post]
Hellon Suparingga tokoh pemuda Indramayu yang mewakili Viking Distrik Indramayu yang juga turut hadir merasa bangga karena dalam deklarasi tersebut berjalan lancar.

"Saya merasa terharu dengan adanya deklarasi damai ini, hal ini agar dunia persepak bolaan indonesia damai tanpa adanya kekerasan yang mengakibatkan jatuh korban seperti sebelumnya."Ungkap Hellon.

(MG)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget