Articles by "Wisata"


Indramayu, Cakralensa.com - Kolaborasi antara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia ( UNUSIA ) dan program Mangroves for Coastal Resilience menghadirkan langkah nyata dalam memperkuat pendidikan lingkungan di wilayah pesisir. Melalui kegiatan bertajuk Survey Lapangan & Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung pada, Kamis (23/04/2026) di Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu, berbagai pihak berkumpul untuk merancang modul edukasi mangrove yang aplikatif bagi sekolah dan madrasah.

Mengusung tema “Next Generation of Mangrove Stewards”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi fondasi awal dalam menyusun bahan ajar berbasis kebutuhan lapangan. Fokus utamanya adalah menghadirkan modul pembelajaran yang mampu menjembatani teori dan praktik, sehingga siswa dapat memahami pentingnya ekosistem mangrove secara langsung.

Perwakilan UNUSIA, Muhammad Feri, M.Pd., menegaskan bahwa pendekatan pendidikan menjadi kunci dalam menjaga ketahanan wilayah pesisir. Menurutnya, menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini akan memberikan dampak jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem.

“Pengembangan bahan ajar ini adalah langkah strategis. Kami ingin siswa tidak hanya memahami mangrove secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam upaya pelestariannya,” jelasnya.

Modul yang tengah dikembangkan dirancang untuk jenjang SD hingga SMP dengan pendekatan berbasis proyek. Nantinya, guru akan memiliki panduan praktis untuk mengajak siswa melakukan berbagai aktivitas, mulai dari penanaman mangrove, ekowisata edukatif, hingga kegiatan konservasi lainnya.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih hidup dan bermakna. Siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga pelaku aktif dalam menjaga lingkungan.

Dukungan juga datang dari masyarakat lokal. Junaedi, penggiat mangrove dari Kelompok Rapi Jaya Putra di Desa Pabean Ilir, menyambut positif inisiatif ini. Ia menilai keterlibatan dunia pendidikan sangat penting dalam menjaga keberlanjutan mangrove, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap abrasi.

“Kalau anak-anak sudah dikenalkan sejak dini, mereka akan tumbuh dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan. Mangrove ini bukan hanya pohon, tapi pelindung kehidupan masyarakat pesisir,” ungkapnya.

Ia pun berharap program ini tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan dengan melibatkan masyarakat secara aktif.

Melalui FGD ini, berbagai pemangku kepentingan mulai dari akademisi, praktisi lingkungan, hingga warga setempat turut memberikan masukan demi penyempurnaan modul. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci agar program tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga berdampak nyata.

Ke depan, modul edukasi mangrove ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya peduli, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga ekosistem pesisir. Di tengah ancaman abrasi dan perubahan iklim, mangrove menjadi benteng alami yang harus dijaga bersama dan pendidikan adalah pintu masuk terkuat untuk mewujudkannya. (Wira)

Indramayu, Cakralensa.com - Kapolres Indramayu, Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., meninjau objek wisata Balongan Indah 2 di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Selasa (24/3/2026), menjadi langkah nyata dalam memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat menjelang libur Lebaran.

Didampingi jajaran, AKBP Fajar Gemilang menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Indramayu dalam memperkuat sinergi dengan masyarakat, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, khususnya di destinasi wisata yang ramai dikunjungi.

“Kami ingin memastikan tempat wisata di Indramayu tetap aman dan nyaman. Sinergi antara kepolisian, pengelola, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Balongan Indah 2, yang akrab disebut “Bali 2”, dikenal sebagai salah satu destinasi favorit di Indramayu. Keindahan kawasan pantainya kerap menarik lonjakan pengunjung, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Ketua Pengelola Wisata Balongan Indah 2, Akso Surya Darmawangsa, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran aparat keamanan menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman bagi wisatawan. Pihaknya pun terus berupaya meningkatkan fasilitas dan pelayanan agar kawasan wisata ini tetap menjadi unggulan daerah.

Selain meninjau langsung kondisi lokasi, Kapolres juga mengimbau pengelola dan pengunjung untuk menjaga kebersihan lingkungan, mematuhi aturan yang berlaku, serta mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di kawasan pantai.

Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama libur Lebaran, seperti pungutan liar dan pencopetan. Untuk itu, sinergi lintas sektor terus diperkuat, termasuk bersama Tentara Nasional Indonesia dan pemerintah daerah

Dengan langkah ini, diharapkan Balongan Indah 2 tidak hanya menjadi destinasi wisata yang menarik, tetapi juga memberikan pengalaman liburan yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dorongan untuk meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Indramayu, khususnya selama momentum libur Lebaran hingga arus balik.



Indramayu, Cakralensa.com - Momentum libur Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati wisata alam sekaligus edukasi lingkungan. Salah satu destinasi yang mulai kembali dilirik adalah Ekowisata Mangrove Karangsong yang berada di Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Dikelola oleh Kelompok Pantai Lestari, kawasan ini menyuguhkan keindahan hutan mangrove yang asri sekaligus sarana pembelajaran tentang pentingnya pelestarian lingkungan pesisir. Salah satu pengurus, Eka Tarika, menyebutkan bahwa jumlah pengunjung selama libur Lebaran tahun ini mencapai sekitar 100 orang per hari.

Angka tersebut masih tergolong belum maksimal jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sempat ramai. Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah kehawatiran pengunjung terhadap akses jalan yang sebelumnya terdampak banjir rob.

“Pengunjung mungkin masih hawatir seperti tahun lalu. Padahal sekarang jalan sudah diperbaiki dan ditinggikan, sehingga lebih aman dan nyaman dilalui,” jelas Eka.

Ia juga menyoroti masih minimnya perhatian dari pemerintah daerah dalam pengembangan wisata ini, meskipun Ekowisata Mangrove Karangsong pernah meraih prestasi nasional sebagai juara 3 pada tahun 2018 dalam kategori pelestarian mangrove.

Untuk menikmati wisata ini, pengunjung hanya dikenakan biaya Rp15.000 per orang sebagai jasa penyeberangan menuju kawasan mangrove, menjadikannya salah satu destinasi yang terjangkau untuk semua kalangan.

Sementara itu, Jeni, wisatawan asal Majalengka, datang bersama rombongan keluarganya untuk mengisi libur Lebaran dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.

“Kami ingin liburan yang tidak hanya jalan-jalan, tapi juga ada nilai edukasinya. Di sini anak-anak bisa belajar langsung tentang mangrove dan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Jeni, suasana yang masih alami dan tidak terlalu padat justru menjadi daya tarik tersendiri. Ia berharap ke depan fasilitas dan promosi wisata ini dapat terus ditingkatkan agar semakin dikenal luas.

Dengan kombinasi keindahan alam, nilai edukasi, serta akses yang kini lebih baik, Ekowisata Mangrove Karangsong berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Indramayu, khususnya saat momen libur panjang seperti Lebaran.

Indramayu, Cakralensa.com - Momentum libur Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Di Kabupaten Indramayu, salah satu destinasi yang mulai menarik perhatian adalah Pantai Kasih Karangsong yang berlokasi di Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu. Senin (23/03/2026)

Pantai yang dikelola oleh Paguyuban Wisata Pantai Karangsong Indah atau disingkat Pantai Kasih Indramayu ini diketahui baru dibuka kembali pada awal tahun 2026. Saat ini, pengelola masih melakukan pembenahan dan merintis berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan pengunjung.

Ketua pengelola, Rawenda, menyampaikan bahwa operasional pantai dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Untuk tarif masuk, pengunjung dewasa dikenakan Rp6.000, sedangkan anak-anak Rp3.000.

“Karena baru dibuka kembali, kami masih terus melakukan pembenahan agar ke depan bisa lebih baik dan menarik lebih banyak wisatawan,” ujarnya.

Meski belum seramai destinasi wisata lain di Indramayu, Pantai Kasih tetap menjadi pilihan bagi sebagian wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai yang lebih tenang.

Salah satu pengunjung, Dika, warga Cirebon, datang bersama rombongan keluarganya untuk menghabiskan waktu libur Lebaran.

“Kami sengaja datang ke sini untuk liburan keluarga. Suasananya masih cukup sepi, jadi lebih nyaman,” kata Dika.

Namun, ia juga mengungkapkan kendala saat menuju lokasi pantai. Menurutnya, informasi terkait akses dan petunjuk arah menuju Pantai Kasih Karangsong masih kurang.

“Tadi di perjalanan saya sampai beberapa kali bertanya ke warga karena kurangnya informasi lokasi. Cukup membingungkan, tapi akhirnya bisa sampai juga,” ungkapnya.

Dengan harga tiket yang terjangkau dan suasana yang masih asri, Pantai Kasih Karangsong diharapkan dapat terus berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Indramayu, terutama saat momen libur panjang seperti Lebaran.



Indramayu, Cakralensa.com - Hotel Swiss-Belinn Indramayu kembali memperoleh capaian luar biasa. Setelah menjadi terbaik nasional dalam pengelolaan sosial media, Swiss-Belinn Indramayu kini masuk dalam peringkat ke empat penyelenggaraan Iftar Ramadan tahun 2026. 

Penilaian peringkat diberikan oleh Swiss-Belhotel International induk grup perusahaan perhotelan, termasuk Swiss-Belinn Indramayu yang berstatus hotel bintang 3. Dengan portofolio lebih dari 110 hotel dan sanggraloka, terutama bintang 4 dan 5, jaringan ini memiliki pasar terbesar di Indonesia. 

Capaian peringkat empat tidak lepas dari konsep pasar yang diterapkan manajemen Swiss-Belinn Indramayu pada momen iftar ramadan tersebut. Mereka mengusung tagline Sahara (Sajian Hangat Ramadan) dengan 100 menu lebih setiap hari selama bulan puasa. 

Hasilnya sampai sehari menjelang lebaran, tamu di Iftar Ramadan Swiss-Belinn Indramayu mencapai 10.000 orang. Setiap hari tak kurang dari 300 tamu lebih datang, menikmati sajian dengan konsep makan sepuasnya (all you can eat) yang dibandrol Rp.175.000 per orang. Tamu bebas menikmati takjil dan berbagi hidangan yang bercita rasa luar biasa. 

CEO Swiss-Belinn Indramayu, Polly Sukassa, mengatakan semua capaian tidak lepas dari kerja tim. Selama iftar ramadan digelar, ia mengerahkan seluruh potensi sumber daya manusia (SDM) dilibatkan langsung membantu melayani tamu. 

"Kami bangga, kami kompak dan alhamdulilah mendapat kepercayaan penuh masyarakat. Tahun kemarin 8.000 orang sekarang naik lebih dari 10.000 tamu. Satu hal lagi, kami bangga karena bisa bersaing dengan hotel-hotel di kota besar yang masuk dalam grup Swiss-Belhotel International," ungkap Polly, Kamis 19 Maret 2026.

Pada bagian lain Polly juga menyampaikan terima untuk masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada Swiss-Belinn Indramayu. Terima kasih lainnya, ia sampaikan kepada semua pihak yang serta mendukung kegiatan iftar ramadan, termasuk media. (Wira/RCL)

 MENARA POST Kehidupan masyarakat di Kabupaten Indramayu tidak bisa lepas dari laut. Posisi wilayah tersebut yang berada di daerah pesisir utara Provinsi Jawa Barat membuat sebagian besar masyarakat di sana bergantung hidup dan mencari makan di lautan.
Pindang Gombyang makanan khas Indramayu (Foto : Sitian food)


Dengan melimpahnya hasil laut, tentunya melimpah juga makahan khas Kabupaten Indramayu yang berbahan dasar hasil laut tersebut. Salah satunya adalah pindang gombyang yang sudah melegenda.

Pindang gombyang cukup unik karena rasanya yang menyegarkan. Namun  siapa sangka, makanan yang kini bernilai ekonomis tinggi ini dahulunya tidak diminati.

Adalah Carmiah (49), koki dibalik kesuksesan gombyang. Lewat tangan dinginnya kini makanan tersebut menjadi makanan khas dari Kabupaten Indramayu.
[ads-post]
Carmiah cerita, gombyang adalah makanan yang terbuat dari kepala ikan manyung atau dikenal juga dengan jambal. 

Di Indramayu memang banyak pembuat ikan asin jambal roti. Hampir di setiap pesisir, para pembuat ikan asin mudah untuk ditemui.

Sekitar tahun 2006 silam, kepala ikan manyung belum sepopuler sekarang. Bahkan para pembuat ikan asin membuang begitu saja kepala ikan manyun.

“Dibuang karena limbah. Terus bingung juga kan mau diapakan itu kepala ikan,” katanya, Senin (28/1) kemarin.

Akhirnya ia pun berpikir keras sehingga tercetuslah ide untuk membuat makanan berbahan dasar kepala ikan manyung. Dengan racikan bumbu dan rempah, ia sukses menghilangkan bau amis kepala ikan dan menjadikannya santapan makan siang yang lezat.

“Bumbu dasarnya paling cuma kunyit, bawang merah, putih, laos, kemiri, cabai rawit dan bumbu rempah lain,” ujarnya.

Pada awal berdagang, peminat gombyang sangatlah sepi. Masyarakat masih menilai aneh makanan tersebut. Namun Carmiah tak putus asa. Usahanya pun berbuah manis, Warung dagangannya yang terletak di Pantai Karangsong, Indramayu kini ramai pembeli.

“Setelah dua bulan baru pada datang ke sini,” tutur dia. Carmiah mengatakan, lama kelamaan banyak warga lain yang mengikuti jejaknya berjualan kepala ikan manyung.

Buktinya di sekitar wilayah Karangsong Indramayu banyak ditemukan penjual makanan khas tersebut. Dia pun bersyukur ikan yang semula dijadikan limbah bisa bernilai ekonomi cukup tinggi.

Tak ayal kini kepala ikan manyung memiliki harga di pasar. Dahulu pada tahun 2006 silam, satu kilogram kepala ikan hanya dihargai Rp 2.500 saja. Kini para pedagang ikan menjualnya dengan harga Rp 25.000 per kilogramnya.
“Satu kepala ikan itu beratnya bisa mencapai 2 sampai 3 kilo,” ungkapnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto 
By.
Sitian food

Indamayu,(13/10/2018) Mutiara Bangsa Indramayu melaksanakan HUT yang pertama, acara tersebut bertempat di Gedung mutiara bangsa,kelurahan bojongsari, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Acara yang bertema 1st Anniversary Mutiara Bangsa Indramayu, di ikuti siswa siswi 42 sekolah setingkat TK/PAUD, Pihak panitia mutiara bangsa sendiri merangkul dinas pendidikan,bidang Paud untuk memeriahkan kegiatan tersebut.

Pada HUT mutiara bangsa itu sendiri di isi dengan berbagai macam perlombaan,seperti fashion show,menggunting dan menempel gambar,sampai dengan perlombaan Baby shark.

Acara berlangsung sangat meriah,Apalagi melihat penampilan anak anak paud yang mengikuti perlombaan fashion show dan menari baby shark yang lagi viral.

Reni salah satu wali murid siswa mengikuti acara tersebut mengataka, "baru pertama kali melihat anak saya tampil, apalagi melihat dia menari baby shark bersama temannya, rasanya senang sekali bang.menjadi juara atau tidak itu bukan tujuan saya, yang pertamana di acara ini anak saya belajar berani tampil di depan umum,harapannya jika dia dewasa bisa jadi artis atau pejabat sudah tidak janggung lagi". ungkapnya sambil tersipu malu
[ads-post]
Masih pada tempat yang sama Adit(5) siswa Paud Tunas Bangsa Bangodua pada saat di wawancara MP,Mengatakan senang ikut lomba menggunting dan menempel gambar,ucapnya sambil makan kacang layaknya anak kecil.

Untuk juara perlombaannya di bidang baby shark juara satu dimenangkan oleh TK.Cendikia Bumi Patra,adapun Lomba Fashion show juara satu atas nama Briell TK.Aisyah Bustanul athfal Indramayu.

Suksesnya acara tindak lepas dari kerja keras panitia dan Ibu Rita Natalia,SE sebagai manager umum Mutiara Bangsa yang merangkul dinas pendidikan,sehingga acara yang bertujuan ajang edukasi,berlangsung kondusif,aman,dan terkendali.

Acara itupun ditutup dengan pembagian tropi oleh Rita Natalia,SE dan Margono Kabid Paud dinas pendidikan Indramayu.

Pena : M Guntur

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget