Penilaian peringkat diberikan oleh Swiss-Belhotel International induk grup perusahaan perhotelan, termasuk Swiss-Belinn Indramayu yang berstatus hotel bintang 3. Dengan portofolio lebih dari 110 hotel dan sanggraloka, terutama bintang 4 dan 5, jaringan ini memiliki pasar terbesar di Indonesia.
Capaian peringkat empat tidak lepas dari konsep pasar yang diterapkan manajemen Swiss-Belinn Indramayu pada momen iftar ramadan tersebut. Mereka mengusung tagline Sahara (Sajian Hangat Ramadan) dengan 100 menu lebih setiap hari selama bulan puasa.
Hasilnya sampai sehari menjelang lebaran, tamu di Iftar Ramadan Swiss-Belinn Indramayu mencapai 10.000 orang. Setiap hari tak kurang dari 300 tamu lebih datang, menikmati sajian dengan konsep makan sepuasnya (all you can eat) yang dibandrol Rp.175.000 per orang. Tamu bebas menikmati takjil dan berbagi hidangan yang bercita rasa luar biasa.
CEO Swiss-Belinn Indramayu, Polly Sukassa, mengatakan semua capaian tidak lepas dari kerja tim. Selama iftar ramadan digelar, ia mengerahkan seluruh potensi sumber daya manusia (SDM) dilibatkan langsung membantu melayani tamu.
"Kami bangga, kami kompak dan alhamdulilah mendapat kepercayaan penuh masyarakat. Tahun kemarin 8.000 orang sekarang naik lebih dari 10.000 tamu. Satu hal lagi, kami bangga karena bisa bersaing dengan hotel-hotel di kota besar yang masuk dalam grup Swiss-Belhotel International," ungkap Polly, Kamis 19 Maret 2026.
Pada bagian lain Polly juga menyampaikan terima untuk masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada Swiss-Belinn Indramayu. Terima kasih lainnya, ia sampaikan kepada semua pihak yang serta mendukung kegiatan iftar ramadan, termasuk media. (Wira/RCL)


Posting Komentar