Articles by "Infrastruktur"


Indramayu, Cakralensa.com — Upaya Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan rehabilitasi jalan di Desa Wanantara, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, yang sedang dikerjakan pada Kamis (13/08/2026) malam.

Pekerjaan rehabilitasi jalan tersebut dilaksanakan oleh CV. Eka Pratama Jaya dengan menggunakan sumber dana APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp672.789.000.

Sebelum dilakukan rehabilitasi, kondisi jalan di wilayah tersebut cukup memprihatinkan. Permukaan jalan mengalami kerusakan dan berlubang sehingga mengganggu kenyamanan serta keselamatan warga dalam beraktivitas sehari-hari.


Setelah mendapatkan penanganan, kondisi jalan kini jauh lebih baik. Jalan yang sebelumnya rusak dan berlubang telah diperbaiki dengan cor beton dan dilanjutkan dengan pengaspalan hotmix, sehingga permukaannya menjadi lebih rata, mulus, dan nyaman untuk dilalui masyarakat.

Salah seorang warga sekitar, Yanto, menyambut baik selesainya pekerjaan tersebut. Menurutnya, perbaikan jalan sangat membantu masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

“Kami sebagai warga tentu sangat senang dengan adanya perbaikan jalan ini. Dulu banyak bagian jalan yang rusak dan berlubang, sehingga kalau melintas harus hati-hati. Sekarang sudah bagus, sudah dicor dan di-hotmix, jadi lebih nyaman dan aman untuk dilalui,” ujar Yanto.

Yanto juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu yang telah merealisasikan pembangunan tersebut. Ia berharap infrastruktur yang sudah diperbaiki dapat dijaga bersama oleh masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu, khususnya kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim, karena perhatian terhadap infrastruktur jalan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semoga ke depan pembangunan seperti ini terus berlanjut dan jalan-jalan lain yang masih membutuhkan perbaikan juga bisa segera ditangani,” tambahnya.


Sementara itu, Yuda, selaku pelaksana dari pihak CV. Eka Pratama Jaya, mengatakan pihaknya berupaya melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan dan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam pekerjaan tersebut.

“Kami dari CV. Eka Pratama Jaya berkomitmen melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya sesuai spesifikasi dan ketentuan yang ada. Harapannya, hasil rehabilitasi jalan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Wanantara dan pengguna jalan pada umumnya,” kata Yuda.


Dengan selesainya rehabilitasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat langsung berupa akses jalan yang lebih nyaman dan aman. Selain mendukung mobilitas warga, kondisi jalan yang semakin baik juga diharapkan dapat menunjang kegiatan ekonomi serta aktivitas sosial masyarakat Desa Wanantara.

Warga pun berharap perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Indramayu terus ditingkatkan, sehingga semakin banyak ruas jalan yang kondisinya kurang baik dapat segera diperbaiki dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.


Indramayu, Cakralensa.com — Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama jajaran Kodim 0616/Indramayu dan unsur Forkopimda mengikuti agenda launching nasional pembangunan 2.500 titik Jembatan Garuda dan 3.000 titik sarana air bersih bertajuk "Negara Hadir untuk Rakyat" yang dipimpin langsung secara video conference (vicon) oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Kamis (13/8/2026).

​Kegiatan terpusat tingkat daerah tersebut dipusatkan di Blok Desa RT 10 RW 02, Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu. Berlangsung mulai pukul 09.40 WIB hingga 11.18 WIB, acara berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif, serta dihadiri sekitar 70 undangan yang terdiri dari pejabat daerah, tokoh masyarakat, hingga warga setempat.

​Tampak hadir secara langsung di lokasi acara, Bupati Indramayu Lucky Hakim, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., Kapolsek Sukagumiwang AKP Suripto, S.H., M.H. mewakili Kapolres Indramayu, serta Kasi Intel Kejari Indramayu Tomi Nopen mewakili Kepala Kejaksaan Negeri. Turut mendampingi pula jajaran kepala dinas daerah, seperti Kadis DKPP Sugeng Haryanto, Kepala Disperkim Erpin Marpinda, S.Sos., S.H., M.H., Plt Kadis PUPR Arya Tenggara, Sekdis DPMD Kadmidi, Manager PT PLN (Persero) UP3 Indramayu Arief Nurhidayanto, Camat Sukagumiwang Mohamad Mulya Setiawan, S.STP., Danramil 0616-05/Sukagumiwang Kapten Czi Ashari, serta para Kuwu se-Kecamatan Sukagumiwang dan tokoh masyarakat Desa Cibeber.

​Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa, dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari unsur pimpinan daerah, peresmian fasilitas sumur bor secara langsung, hingga partisipasi aktif dalam vicon bersama Presiden RI Prabowo Subianto, yang kemudian diakhiri dengan penyerahan bantuan sosial (bansos) secara simbolis kepada masyarakat setempat.


​Dandim 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan Jembatan Garuda dan jaringan sumur bor merupakan bentuk nyata perhatian negara terhadap kebutuhan paling mendasar dari masyarakat. Menurutnya, jembatan yang dibangun akan menjadi sarana krusial untuk meningkatkan mobilitas warga dan membuka keterisolasian, yang pada akhirnya berdampak langsung pada perputaran ekonomi lokal.

​"Air bersih adalah kebutuhan vital harian masyarakat. Melalui pembuatan sumur bor di lokasi-lokasi yang selama ini mengalami keterbatasan akses air, kita ingin memastikan kualitas kesehatan masyarakat meningkat. TNI, khususnya Kodim 0616/Indramayu, siap terus berdiri di garis depan untuk bersinergi bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat demi mensukseskan percepatan pembangunan ini," tegas Letkol Arm Tulus Widodo.

Ia juga menitipkan pesan khusus agar seluruh warga Desa Cibeber dan sekitarnya merawat serta memelihara aset infrastruktur yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

​Senada dengan Dandim, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasi tinggi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada pemerintah pusat, jajaran TNI, Polri, pemerintah provinsi, hingga jajaran pemerintah tingkat desa atas terwujudnya program terintegrasi ini di wilayah Kabupaten Indramayu.

​"Pembangunan Jembatan Garuda dan penyediaan titik air bersih ini membawa dampak nyata bagi akselerasi aktivitas masyarakat, baik dari sektor ekonomi, transportasi, hingga sanitasi dasar. Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen penuh untuk terus memprioritaskan pemerataan pembangunan infrastruktur dasar. Kami berharap sinergi yang kokoh antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, dan masyarakat ini menjadi pendorong utama dalam meningkatkan kesejahteraan warga Indramayu secara menyeluruh," ujar Bupati Lucky Hakim.


​Peluncuran program nasional ini tidak sekadar menjadi ajang peresmian fisik, melainkan menjadi momentum strategis untuk menegaskan kehadiran negara di tengah-tengah warga. Melalui penyediaan akses transportasi berupa Jembatan Garuda dan akses air bersih yang layak, pemerintah berupaya secara sistematis mendukung pemerataan pembangunan nasional, memperlancar akses pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta memperkuat kualitas hidup masyarakat hingga ke tingkat pedesaan. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com – Proyek rehabilitasi Jalan Olahraga di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, dengan nilai kontrak mencapai Rp2.396.232.000 dari APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026, mendadak ramai diperbincangkan masyarakat. Hal ini bukan semata karena besarnya nilai proyek, melainkan karena pemilik nama perusahaan pelaksana disebut-sebut identik dengan salah satu Anggota DPRD Kabupaten Indramayu, H. Warli, dari Fraksi Partai Golkar.

Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, pekerjaan rehabilitasi jalan tersebut dilaksanakan oleh CV. Andaralu Cakra Alam dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender. Proyek berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu.

Ramainya pembicaraan muncul karena nama pemilik perusahaan yang dikaitkan dengan proyek tersebut sama dengan nama anggota DPRD, H. Warli. Kondisi ini memunculkan spekulasi di tengah masyarakat, bahkan menimbulkan dugaan adanya keterkaitan langsung antara pejabat legislatif dengan proyek pemerintah.


Menanggapi isu tersebut, H. Warli memberikan penjelasan tegas. Ia menolak anggapan bahwa dirinya terlibat dalam proyek rehabilitasi Jalan Olahraga.

“Itu bukan pekerjaan saya. Hanya kebetulan saja ada kesamaan nama dengan yang disebut-sebut sebagai pemenang proyek. Saya tidak ada kaitannya dengan proyek tersebut,” ujar H. Warli.

Menurutnya, kesalahpahaman ini perlu segera diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat. Ia mengingatkan publik untuk tidak langsung mengaitkan proyek pemerintah dengan dirinya hanya karena adanya kesamaan nama.

H. Warli juga mengajak masyarakat untuk melihat informasi berdasarkan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia menegaskan bahwa setiap proyek pemerintah memiliki mekanisme perencanaan, penganggaran, hingga proses pengadaan yang dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di kawasan Kelurahan Karanganyar, sehingga mendukung kelancaran mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di Kecamatan Indramayu.

Meski namanya sempat dikaitkan, H. Warli kembali menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam proyek tersebut. Ia meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar, serta mendukung agar seluruh proyek pemerintah dilaksanakan secara transparan, tepat mutu, tepat waktu, dan sesuai ketentuan yang berlaku. (Wira/Tim)


Indramayu, Cakralensa.com – Proyek rehabilitasi Jalan Olahraga senilai Rp2.396.232.000 yang dibiayai APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026 kini menjadi perhatian publik. Di tengah besarnya anggaran yang digelontorkan, sejumlah temuan di lapangan memunculkan dugaan adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Hasil investigasi tim media pada Senin (27/7/2026) malam menemukan dugaan pengurangan ruang efektif untuk pengecoran beton. Pada bagian tengah badan jalan terlihat hamparan urugan batu (leveling) dengan ketebalan yang dinilai tidak lazim, sementara sisi kanan dan kiri jalan tampak tanpa urugan.

Pengukuran di lapangan menunjukkan ruang untuk beton pada bagian tertentu diduga hanya berkisar 12–13 sentimeter, sedangkan tinggi bekisting mencapai 20 sentimeter. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian pekerjaan dengan dokumen perencanaan dan spesifikasi teknis.


Selain itu, tim media juga menemukan minimnya penggunaan plastik cor sebagai lapisan dasar sebelum pengecoran. Material tersebut merupakan bagian penting dalam pekerjaan beton karena berfungsi menjaga kualitas campuran dan mengurangi risiko penyerapan air semen ke tanah.

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Andaru Cakra Alam dengan pengawasan PT Lima Benua Consultant.


Ketua WN 88 Sub Unit 002 Indramayu, Ahmad Nur Irsyad, menilai temuan tersebut perlu segera diperiksa oleh instansi berwenang. Menurutnya, apabila dugaan tersebut terbukti, maka bukan hanya kualitas jalan yang dipertaruhkan, tetapi juga penggunaan uang rakyat.

"Kami akan mengawal persoalan ini hingga ada pemeriksaan dari pihak yang berwenang. Setiap rupiah APBD harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," ujarnya.

Temuan ini sekaligus menjadi ujian bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam memastikan sistem pengawasan proyek berjalan efektif. Publik menanti langkah konkret Dinas PUPR dan jajaran pemerintah daerah untuk melakukan pemeriksaan secara terbuka apabila terdapat indikasi penyimpangan.


Sebagai kepala daerah, Bupati Lucky Hakim diharapkan memastikan seluruh proyek pembangunan yang menggunakan APBD diawasi secara ketat dan ditangani secara transparan apabila muncul laporan dari masyarakat. Komitmen terhadap tata kelola yang baik akan tercermin dari respons pemerintah terhadap setiap dugaan penyimpangan, tanpa pandang bulu.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun konsultan pengawas belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan. (Red)


Indramayu, Cakralensa.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim untuk menghadirkan infrastruktur jalan yang berkualitas terancam tercoreng. Proyek rehabilitasi Jalan Tembaga Raya senilai Rp3.356.205.000 yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026 justru diterpa dugaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Proyek yang dikerjakan CV. Sigit Putra itu menjadi sorotan setelah awak media melakukan investigasi di lokasi pekerjaan. Dugaan muncul pada pemasangan besi dowel, komponen penting yang berfungsi menjaga kekuatan sambungan beton agar tidak mudah retak maupun bergeser.


Ironisnya, berdasarkan keterangan pengawas lapangan dari Dinas PUPR Kabupaten Indramayu yang berada dilokasi, besi dowel seharusnya dipasang setiap lima meter agar konstruksi beton memiliki kekuatan dan umur layanan yang optimal.

Namun fakta di lapangan yang diamati awak media menunjukkan dugaan berbeda. Pada sejumlah titik, jarak pemasangan besi dowel diduga mencapai 8 hingga 10 meter, jauh melebihi ketentuan yang disampaikan pengawas.


Jika dugaan tersebut terbukti, praktik itu bukan sekadar persoalan teknis. Publik tentu akan mempertanyakan kualitas pengawasan proyek bernilai miliaran rupiah yang dibiayai dari uang rakyat.

Lebih jauh lagi, dugaan ketidaksesuaian pekerjaan tersebut berpotensi menjadi noda bagi komitmen Bupati Lucky Hakim yang sejak awal pemerintahannya gencar menggaungkan pembangunan infrastruktur berkualitas. Masyarakat tentu berharap setiap rupiah APBD menghasilkan jalan yang kuat, awet, dan sesuai spesifikasi, bukan justru menyisakan tanda tanya.


Pengawasan Dinas PUPR pun ikut menjadi sorotan. Sebab, apabila benar terdapat pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, muncul pertanyaan besar: apakah pengawasan berjalan maksimal, atau justru ada kelalaian yang dimanfaatkan oleh pelaksana pekerjaan?


Dengan nilai proyek mencapai lebih dari Rp3,35 miliar, publik berhak mendapatkan jaminan bahwa setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai kontrak dan standar teknis. Dugaan penyimpangan sekecil apa pun harus segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan dan pengujian teknis agar tidak merugikan keuangan daerah maupun masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV. Sigit Putra maupun Dinas PUPR Kabupaten Indramayu belum memberikan tanggapan atas dugaan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak sesuai ketentuan peraturan Undang-Undangan Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (WH/Tim)


Indramayu, Cakralensa.com – Proyek rekonstruksi Jalan Kedaton–Purwajaya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu yang menelan anggaran APBD Tahun 2026 sebesar Rp2.872.825.000 kini menuai sorotan tajam. Proyek yang dikerjakan CV Arbi Bagus Sejahtera itu diduga bermasalah sejak awal pelaksanaan.

Selain diduga belum mengantongi SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja), proyek tersebut juga disinyalir dikerjakan secara asal-asalan. Pelaksanaan pengecoran beton diduga tetap dipaksakan meski kondisi tanah masih gembur, dan tidak padat.

Akibatnya, belum lama setelah pengecoran selesai, kondisi jalan di wilayah perbatasan Indramayu–Cirebon itu mulai mengalami kerusakan. Sejumlah titik tampak retak, bahkan beberapa bagian beton terlihat pecah.

Buruknya kualitas pekerjaan proyek miliaran rupiah tersebut memunculkan pertanyaan besar terhadap fungsi pengawasan DPUPR Kabupaten Indramayu, khususnya Bidang Bina Marga.

Namun sangat disayangkan, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Indramayu, Wimbanu, justru memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media. Pesan WhatsApp yang dikirim wartawan tanpa jawaban. Sikap diam pejabat yang seharusnya bertanggung jawab terhadap pengawasan proyek itu pun menuai kritik keras.

Sekretaris KWRI DPC Indramayu, Wira Hadiyono, menilai sikap Wimbanu mencerminkan buruknya komitmen keterbukaan informasi di lingkungan DPUPR Kabupaten Indramayu.

“Seharusnya seorang kepala bidang memberikan penjelasan kepada publik, bukan malah menghindar dan bungkam ketika dikonfirmasi wartawan. Ini proyek menggunakan uang rakyat miliaran rupiah, jadi publik berhak tahu,” tegas Wira Hadiyono.

Menurut Wira, wartawan bekerja menjalankan fungsi kontrol sosial dan dilindungi Undang-Undang Pers. Karena itu, pejabat publik tidak seharusnya alergi terhadap konfirmasi media.

“Kalau pejabat diam terus saat dikonfirmasi, masyarakat bisa menilai ada sesuatu yang ditutupi. Jangan sampai sikap seperti ini menurunkan kepercayaan publik terhadap DPUPR,” ujarnya.

Ia juga menyinggung Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), yang mengatur bahwa badan publik wajib memberikan informasi yang benar, terbuka, dan tidak menyesatkan kepada masyarakat.

“Jabatan itu amanah. Ketika ada persoalan proyek yang diduga bermasalah lalu pejabat terkait memilih bungkam, tentu ini menjadi preseden buruk dalam pelayanan publik dan transparansi pemerintahan,” tambahnya.

Publik kini mempertanyakan kualitas pengawasan Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Indramayu. Pasalnya, proyek bernilai fantastis tersebut baru hitungan hari selesai dikerjakan, namun kondisi jalan sudah menunjukkan kerusakan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Indramayu, Wimbanu, maupun pihak CV Arbi Bagus Sejahtera masih belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pelanggaran dan kerusakan proyek tersebut. (Rochmanto/Tim)


Indramayu, Cakralensa.com - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Ono Surono, S.T., menegaskan pentingnya pengawasan serta penguatan program prioritas daerah dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, Minggu (29/03/2026).

Ono Surono menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah menghimpun berbagai usulan program dari desa dan kabupaten untuk penyusunan APBD 2027. Karena itu, peran kader partai hingga tingkat desa dinilai sangat krusial agar kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi dengan baik.

“Kami sudah mengumpulkan operator desa dan memberikan pelatihan input program melalui SIPD, mulai dari pembangunan jalan desa, jalan usaha tani, penerangan jalan umum, hingga irigasi. Ini membutuhkan dukungan teman-teman DPC untuk melakukan pendampingan langsung ke desa-desa,” ujarnya.

Selain fokus pada perencanaan pembangunan, Ono juga menyoroti persoalan sampah yang dinilainya semakin memprihatinkan di Kabupaten Indramayu pasca Lebaran. Ia mengaku menemukan tumpukan sampah di berbagai wilayah saat melakukan kunjungan lapangan.

“Ini sudah menjadi persoalan utama. Tidak hanya di kota besar, tetapi juga di kabupaten seperti Indramayu. Alasan klasik seperti kurangnya armada tidak bisa terus dijadikan pembenaran. APBD Indramayu masih besar, seharusnya mampu mengatasi persoalan ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ono turut menyoroti minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap buruh migran. Padahal, menurutnya, kontribusi remitansi pekerja migran asal Indramayu mencapai sekitar Rp10 triliun per tahun.

“Uang tersebut berputar di daerah dan memberikan dampak ekonomi besar. Maka pemerintah daerah harus hadir, mulai dari persiapan keberangkatan, perlindungan hak saat bekerja, hingga penanganan jika terjadi masalah,” tambahnya.

Ia juga menyarankan agar penggunaan APBD Indramayu yang mencapai Rp3,7 triliun difokuskan pada program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama di tengah potensi krisis ekonomi.

“Prioritaskan ekonomi rakyat dan pelayanan dasar. Selain itu, komunikasi antara pemerintah kabupaten dengan provinsi dan pusat harus diperkuat agar pembangunan lebih optimal,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, turut menyoroti persoalan sampah yang hingga kini belum terselesaikan secara maksimal.

Ia menilai keterbatasan armada dan tenaga kerja tidak seharusnya menjadi alasan utama. Menurutnya, pemerintah daerah dapat mengambil langkah alternatif, seperti menyewa armada atau menambah tenaga melalui sistem outsourcing.

“Kalau tidak ada armada, bisa dirental. Kalau kekurangan tenaga, bisa outsourcing. Yang penting ada kemauan dari pimpinan. Persoalan sampah ini sebenarnya bisa diselesaikan kalau ada komitmen,” ujarnya.

Sirojudin juga mengungkapkan bahwa DPRD telah berupaya mendorong penyelesaian persoalan tersebut melalui berbagai rapat dan forum, namun hingga kini belum membuahkan hasil signifikan.

Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi kader sekaligus forum diskusi strategis untuk membahas berbagai persoalan daerah, mulai dari infrastruktur, lingkungan, hingga kesejahteraan masyarakat Indramayu.

 Terkait jalan yang berlubang di sepanjang Jalur Pantura, Sat Lantas Polres Indramayu melalui Unit Dikyasa yang dipimpin oleh Kanit Dikyasa IPDA I Nyoman Gargita didampingi AIPTU H. Muh. Sana Krisdiana melakukan survey langsung di jalan dan koordinasi dengan pihak Dinas PU Bina Marga. Kamis, 25/01/2018.
AIPTU H. Muh. Sana Krisdiana
Kasat Lantas Polres Indramayu melalui Kanit Dikyasa IPDA I Nyoman Gargita mengatakan bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan perintah Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin, SIK.MH.MAP. "Kami diperintahkan Kapolres supaya jajarannya melakukan survei langsung di jalan untuk mengecek jalanan yang berlubang" Terangnya.

Nyoman menambahkan bahwa pihaknya juga sudah bekerjasama dengan dinas PU Bina Marga.
[ads-post]
"Kami juga koordinasi dengan pihak PU Bina Marga agar segera memperbaiki/tambal jalan yang berlubang, Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya laka lantas serta terwujudnya Kamseltibcar Lantas" pungkas Nyoman.

Sumber : Humas Polres Indramayu

 MENARA POST ,Indramayu-Anggota Komisi V DPR Rİ, Yoseph Umarhadi dan kedua balai wilayah sungai, yakni Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) dan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCCis), meninjau kondisi  pendangkalan yang cukup tinggi dampak sedimentasi lama hingga terjadinya tanah timbul di sepanjang pantai Sumbermas Desa İlir Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, mengakibatkan tersumbatnya muara sungai Sumbermas sebagai satu - satunya akses nelayan diwilayah tersebut.

Peninjauan lokasi tersebut, sekaligus mensosialisasikan rencana normalisasi muara Sumbermas berikut pembangunan jetty, yang disambut baik puluhan nelayan setempat, Kamis (24/1/2019).

"Rencana pembuatan jetty dan sandaran perahu adalah bentuk responsipnya selaku anggota legislatif guna mengakomodir aspirasi masyarakat Desa İlir," kata Yoseph.

Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini, nelayan diwilayah tersebut tidak bisa menyandarkan kapal nelayannya di daerah sendiri akibat kondisi muara dangkal, sehingga harus bersandar dan membongkar ikan di tempat lain, seperti Muara Baru, Eretan dan beberapa pelabuhan nelayan lainnya, padahal potensi produksi ikan hasil tangkapan nelayan Desa İlir tersebut cukup tinggi.

"Dua hari lalu kami terima keluhan para nelayan Desa İlir dan hari ini juga  bersama Kepala BBWSC dan BBWSCCis dilakukan peninjauan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat tentang rencana pembuatan sandaran kapal ataupun jetty," ujarnya.

Menyinggung tentang realisasi pembangunan jetty, Yoseph, mengatakan, mengingat pentingnya kebutuhan tersebut bagi para nelayan yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan mereka, maka pihaknya akan mengupayakan di tahun anggaran 2019 ini bisa direalisasikan.

"Kami akan sampaikan ke Kementrian PUPR agar ditahun 2019 ini bisa direalisasikan," ungkapnya.

Kepala BBWSCCis, Bop Arthur Lambogia, mengatakan, posisi muara Sumbermas berada diperbatasan dua wilayah kerja antara BBWSC dan BBWSCCis, sehingga pada peninjauan lokasi ini dilakukan secara bersama - sama dan didapati kondisi muara tersebut sudah tertutup pasir atau sedimen sehingga perlu dilakukan normalisasi dan dilengkapi dengan break water, kemudian untuk mendorong terwujudnya keinginan masyarakat tersebut pihaknya sudah membuat desain yang disesuaikan dengan kondisi pantai muara Sumbermas.

"Untuk saat ini kami sudah menyiapkan desain yang pas untuk muara Sumbermas," terangnya.
[ads-post]
Sementara, Kepala Desa İlir, H. Rastiman yang akrab dengan sapaan H. Wahab, mengatakan, atas nama masyarakat sangat mengapresiasi respon dan upaya yang dilakukan Yoseph Umarhadi untuk meninjau langsung kondisi pantai dan muara Sumbermas, setelah sebelumnya berhasil menggiring program pembangunan bendungan karet di Sungai Perawan yang menelan anggaran hampir 60 milyar rupiah, kemudian untuk muara Sumbermas bukan hanya pemenuhan kebutuhan nelayan saja melainkan ada potensi wisata yang saat ini tengah dikembangkan yakni Pantai Panjiwa dan merupakan salah satu skala prioritas yang diajukan.

"Kami berharap ditahun anggaran 2019 ini bisa direalisasikan, guna mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakat Desa İlir, baik dari sektor perikanan maupun pariwisata," pungkasnya

Indramayu- Eks  Pasar Daerah (PD) Jatibarang yang lokasinya didekat stasiun kereta api Jatibarang sedianya akan dibuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana olahraga untuk masyarakat sekitar. Rencana itu mengemuka setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan tersebut, Senin (10/12/2018), Indramayu.

Dalam sidaknya ke eks PD Jatibarang itu, Kang Emil (sapaan akrabnya) yang didampingi Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.Si. menyusuri bangunan pasar daerah yang sudah tidak berpenghuni lagi. Ridwan berjanji akan memberi bantuan sebesar Rp 15 miliar untuk menyulap eks PD Jatibarang menjadi RTH dan sarana olahraga.

“Kita akan memberikan contoh bahwa Kabupaten Indramayu dapat tertata dengan baik dan rapih, supaya orang berkunjung ke Indramayu bisa nyaman. Rencananya bekas pasar daerah Jatibarang ini akan kita bangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana olahraga. Anggrannya dari APBD Provinsi,” katanya.
[ads-post]
Namun Ridwan berharap, Pemkab Indramayu melalui Dinas terkait, untuk segera meratakan bentuk bangunan pasar daerah Jatibarang setidaknya di awal tahun 2019, sehingga proses membangun RTH semakin cepat terealisasikan.
“Saya meminta kepada Wakil Bupati Indramayu untuk segera meratakan bangunan ini, agar kita juga bisa bergerak cepat membangun RTH di kawasan ini,”katanya.

Semula, Kang Emil berencana hanya akan membuat RTH di eks PD jatibarang ini. Namun begitu melihat kondisinya yang sangat luas, kurang ebih 1 hektar, secara spontanitas Kang emil tidak hanya ingin membuat RTH, tetapi juga sarana olahraga.

“Saya keliling-keliling ini tanahnya luas sekali. Saya kira bukan hanya RTH, tapi juga sarana-sarana lainnya dapat digunakan di areal ini,” ujar Emil.
 ( Otong S )

Indramayu- Bertempat di Aula Bappeda kabupaten Indramayu berlangsung pertemuan antara masyarakat penyangga pinggiran hutan  yang tergabung didalam tim Advokasi 10 000 masyarakat paguyuban Dharma Ayu (PDA) dan Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F Kamis),Atas permasalahan HGU No 2 a.n PT PG Rajawali II seluas kurang lebih 6.250 Ha  dengan jajaran direksi PT PG Rajawali.

Tampak hadir Wakil Bupati Indramayu Supendi,Ketua Bappeda Maman Kostaman,Irjen Pol Widiyanto dari ketua Saber Pungli Mabes Polri,Jajaran direksi BUMN  PG Rajawali,dan sejumlah pejabat lainya,suasana pertemuan mendadak memanas.Karena masyarakat sudah semakin tak sabar menunggu jawaban dari pejabat terkait.

Dalam penyampaian dan usulan dari perwakilan F Kamis,masyarakat penyangga hutan,Dan mantan Kuwu Desa Amis Kecamatan Cikedung Taryadi,dengan lantang menyuarakan bahwa masyarakat penyangga kawasan hutan tidak mau disebut penyerobot lahan kawasan hutan.

Taryadi selaku pendiri F-KAMIS Pada saat mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya di aula Bappeda,"sebab sejak jaman kakek buyut saya,sudah ratusan tahun ikut menjaga  kawasan hutan.dan menjaga kelestarian kawasan hutan  itu bukan hanya omong saja,bisa dibuktikan dengan data serta Bukti.jadi kalau masyarakat pinggiran kawasan hutan,jelas kami ulangi.tidak mau tak terima dikatakan penyerobot lahan kawasan hutan."ucapnya di sambut gemuruh tepuk tangan dari masyarakat.
[ads-post]
Masih pada tempat yang sama Taryadi melanjutkan,"kami tidak akan pernah cape untuk memperjuangkan lahan seluas kurang lebih 6,250 Ha ditanami pohon tebu,kalau pemerintah mau mengembalikan. membikin kawasan hutan,dengan senang hati  masyarakat penyangga hutan akan dengan sadar turut membantu menjaga kawasan hutan dan melindungi ekosistem di dalamnya."

Sementara itu Coki TN.Sinambela ,SH MM dan H.Y.Husen Ibrahim, SH Advokat dan Kuasa  hukum Paguyuban Dharma Ayu dan F Kamis menguraikan Kronologis singkat tentang perseteruan antara PG Rajawali dengan masyarakat penyangga,"Perlu di garis bawahi PG Rajawali telah ingkar janji,wanprestasi atas perjanjian yang telah di buat untuk merealisasikan tanah pengganti.Sesuai waktu yang telah ditentukan,Yaitu terakhir pada tanggal 30 Desember 2014.dengan ingkar janji tentu hal ini memicu kemarahan masyarakat penyangga kawasan hutan, kami sebagai pengacara tentu meminta perlindungan hukum dan keadilan.untuk dapat memberikan perlindungan hukum terhadap masyarakat Indramayu yang tinggal di desa desa sekitar perkebunan tebu.untuk dapat bertani dan berkebun seperti semula sebagai masyarakat penyangga perkebunan."Terangnya

Di sisi lain Irjen Pol  Widiyanto Tim saber Pungli dari Mabes POLRI setelah mendengarkan keluhan masyarakat dan jawaban pejabat menguraikan permasalahan,semua yang bermasalah dituntut kesabaran untuk mencari solusinya.agar semua permasalahan bisa di atasi sebaik mungkin,dari respon kedua belah pihak.dari PG Rajawali tidak tinggal diam mencari lahan pengganti,sedang masyarakat penyangga hutan juga mendesak penjelasan kawasan hutan.
(Otong.S)

Indramayu- Relokasi Pasar Daerah Jatibarang dari pasar lama ketempat yang baru Desa Bulak,masih menyimpan permasalahan.mulai pemasangan listrik untuk pedagang,sampai dengan retribusi parkir dengan menggunakan E parkir.semuanya menjadi bahan omongan di tengah masyarakat,pasalnya kepuasan pedagang dan pembeli merasakan ada beban biaya tambahan untuk parkir kendaraanya sebesar Rp 3.000.

Ketika permasalahan ini Di Konfirmasikan langsung dengan kepala  Disperindag Kabupaten Indramayu Trisna Hendarin diruang kerjanya,dengan penuh kesabaran menjawab semua pertanyaan yang di ajukan awak media " persoalan listrik dan biaya parkir kendaraan semuanya sudah dipikirkan secara matang,baik buruknya sudah dikaji.memang hal parkir menggunakan elektronik masih baru,dan Pasar Daerah Jatibarang menjadi awal perencanaan.tentu kalau berhasil,semua pasar Daerah yang ada di Indramayu menggunakan E parkir,harapan kami jelas kedisiplinan masyarakat dan kebiasaan harus di jalankan.agar semua kemajuan untuk masyarakat itu sendiri dengan Retribusi parkir naik,Akan berdampak penerimaan Pendapatan Asli Daerah secara otomatis,akan menerima kenaikan juga.

Adapun mengenai pemasangan listrik PLN kami tidak menemukan permasalahan yang berarti,artinya dari pemutusan boks listrik sampai mendekati ketitik pemasangan instalasi berjalan apa adanya,tidak terlihat rekayasa pemasangan.maupun segala terkait permasalahan mengenai biaya yang dibebankan pedagang,hal itu wajar karena untuk kepentingan pedagang itu juga.
[ads-post]
Masih menurut Trisna bagaimana sulitnya pedagang malam di jalan mayor sangun Jatibarang sebelum Pasar Daerah Jatibarang jadi,dan sudah diresmikan oleh Bupati Indramayu.untuk mengajak pindah ke lokasi pasar baru," jauh hari kami menggaungkan serta sosialisasi tanpa henti,pada saatnya pedagang itu sendiri membongkar lapaknya.Penertiban pedagang juga tidak menemukan kendala berarti,justru kami terbantu dengan penuh kesadaran lapak pedagang di bongkar sendiri oleh pemiliknya.semuanya bersinergi Muspika kecamatan Jatibarang juga tampak terlihat turun langsung menertibkan ".Jelasnya

Sementara itu Ketua LSM Peduli Aspirasi rakyat Dartim memberi Apresiasi atas penertiban pedagang yang berjalan kondusif,"sebab biasanya penertiban pedagang akan diwarnai dengan adu mulut,disini sangat terlihat secara nyata.semuanya bertanggung jawab dan pedagang juga menyadari atas kesalahan tempat berjualan di bahu jalan,makanya penertiban berjalan damai."Tegasnya
(Otong.S)

Indramayu- Pelaksanaan pembangunan rumah tidak layak huni milik Tarmi blok Karanganyar RW 02 /RT 17 Jatibarang,Kabupaten Indramayu mendapat respon baik  dari warga setempat.pasalnya warga menilai pembangunan rumah ini sudah tidak bisa di tunda lagi atau menunggu  pembangunan dari pemerintah.

Di samping tanahnya bermasalah,juga peruntukan pembangunan dana Rutilahu harus memenuhi  syarat dan ketentuan,akhirnya Kuwu  dan RW 02 beserta masyarakat sekitar mengambil jalan tengah.membangun dengan swadaya murni,bentuk kepedulian masyarakat sekitar,disertai ajakan Kuwu untuk membantu warga yang masih memiliki rumah yang sudah tidak layak di tempati atau kondisi rumah sudah rusak parah.

Berbagai elemen masyarakat Jatibarang akhirnya peduli untuk membantu,dengan cara gotong royong.ada yang bantu semen,kayu,pasir,bata,begitu juga  KORAMIL Jatibarang yang di pimpin komandanya.Terjun langsung  turut larut dalam pembuatan dan membangun rumah jompo dan anak yatim, yang  kondisi  rumahnya sudah sangat parah  dan tidak bisa ditempati.

Begitu juga dengan warga sekitar, semuanya sangat peduli tergerak aktif bersama sama membangun.tentu hal ini tidak terlepas peran Kuwu," kalau Kuwunya masa bodoh,sampai kapanpun tidak akan adanya perubahan.saya secara pribadi sebagai RW 02 memberikan Apresiasi atas langkah kerja nyata dengan pembuktian bukan hanya ucap dan janji janji." Ujar Taufik
[ads-post]
Hal yang sama juga disampaikan jimong pemuda tanggung warga sekitar menilai,"sejak dulu sepeninggalnya elang,kondisi Rumah ini sangat tidak terurus.padahal sepengetahuan saya almarhum elang bekerja di Desa,tapi kenapa Kuwu terdahulu tidak ada yang peduli.

Minimal memperbaiki rumah,itu malah dibiarkan begitu saja.tanpa ada Rembugan dengan warga,bagaimana mana caranya bisa diperbaiki rumah milik Almarhum elang Tarmi.Justru Kuwu baru Agus Darmawan sangatlah peduli,dibuktikan dengan kerja nyata dan menggerakkan warga sekitar untuk berpartisipasi aktif membantu ikut membangun rumah tidak layak huni milik Tarmi janda tua (68)."Terangnya

Sementara itu ketua LSM peduli Aspirasi Rakyat Dartim Fikri memberikan semangat kepada Kuwu baru,agar apa yang menjadi target pembangunan Rumah Tidak layak huni tercapai.begitu pula pelaksanaan pembangunan Rumah masyarakat berpenghasilan Rendah yang tidak masuk kriteria Rutilahu agar terbantu secara maksimal,sebab persoalan seperti ini banyak ditemukan pada Desa. selain desa Jatibarang tapi semuanya jatuh pada Kuwu itu sendiri,sedang Kuwu Desa Jatibarang sangat peduli akan hal seperti ini dengan swadaya murni masyarakat.makanya terwujudlah pembangunan rumah sangat tidak layak menjadi layak huni" .Tuturnya
(Otong.S)

Indramayu- Penertiban pedagang lemprakan di jalan Mayor Dasuki Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu,tidak menemui kendala yang berarti.sebab jauh hari rencana penertiban dan Relokasi pedagang sudah di siapkan.untuk penempatan,tertibnya pembongkaran lapak pedagang menjadi tolak ukur.

kenapa pedagang tidak mengadakan perlawanan,ini disebabkan sebelum penertiban, sosialisasi dari kepala Pasar sering di lakukan  untuk segera menempati lokasi ke pasar baru Bulak.karena sering  di sosialisasikan pedagang tidak kaget dengan batas waktu pengosongan lampak jualan,apalagi saat penertiban semua unsur Muspika berada di lokasi penertiban.hasilnya kesadaran para pedagang membongkar lapaknya sendiri bahkan turut serta membantu pembongkaran.

Seperti dikatakan pedagang emas cinta damai Sulton (54),"saya sudah merasakan sendiri selama 15 tahun tak ada pembeli maupun menjual emas,usaha saya hidup segan mati tak mau.semuanya jatuh pada titik nol,salah satu penyebab tidak lakunya toko saya,Karena tertutup oleh lapak Pedagang yang menutupi toko tempat saya berjualan.

Tentu kami sangat mendukung sekali  penertiban semua pedagang jalan Mayor Dasuki,bangun harapan saya.kembalikan fungsi jalan utama ini,akses jalan menuju stasiun kereta Api Jatibarang bisa langsung.tidak harus memutar dulu,kemacetan juga saya jamin bisa terurai."ungkapnya

Senada juga disampaikan warga RW 05 Jatibarang Karto (48),"jelas kami sangat berharap dan mendukung sekali adanya penertiban pedagang lemprakan  Jatibarang,memang kota saya  sudah tidak layak adanya pedagang lemprakan.Jatibarang terkesan kumuh,  dengan adanya perubahan,luruskan niat.Jatibarang akan jauh berbeda dengan sebelumnya,kami sangat berharap sekali.kembalikan kejayaan Jatibarang seperti dulu,biarpun pasar Daerah berpindah tapi Jatibarang masih banyak sekali potensi kearah kemajuan."tegasnya

Sementara itu mewakili MUSPIKA kepala Pasar Daerah Jatibarang Caswanto menjelaskan dengan gamblang,"tentunya sebelum diadakan penertiban pedagang lemprakan,jauh hari  kami berikan masukan dan sosialisasi mengenai Relokasi pedagang.serta penempatan.makanya penertiban ini berjalan sangat tertib bahkan kami juga dibantu oleh pedagang itu sendiri untuk membongkar tempatnya."terangnya
(Otong.S)

Indramayu(05/11/2018)- "Tangis pagi di kala kehidupan baru muncul,aku masih  berkutat dalam kesedihan.dua orang anak hasil perkawinan dengan  almarhum,dan seorang ibu sudah renta menjadi bagian dalam kehidupanku sehari hari.sepeninggal  bapak elang memberikan harta yang tak ternilai dua anak dan satu ibu sudah  renta.   
     
      Rumahku istanaku,aku sematkan karena harta inilah aku bertahan.senyum anak anaku dan ibu menjadi pemicu semangat dalam mengarungi kehidupan, yang semakin keras.tak ada bahasa istirahat selama masih bisa dikerjakan,aku lakukan demi kebutuhan hidup untuk makan,yang penting jangan ada tangis anak anaku.

         rumahku butuh perbaikan,menahan derasnya hujan.rumah ini di jamin ambruk,karena kayu penyangga atap sudah keropos di makan usia dan tak kuat menahan berat air.mungkin tangis lagi yang akan bercucuran,aku sangat berharap ada tangan tangan  mulia menyentuh rumahku.upaya sering aku  lakukan baik permintaan ke Pemerintah Desa,semuanya sia sia.bahkan tak pernah di gubris permohonan permintaan bantuanku.hadirnya Pemerintah untuk memberikan semangat hidup saja, tak pernah aku dengar.jangankan menengok,menginjakan kakinya saja dan melihat kenyataan sebenarnya sama sekali tak pernah."Keluh Tursinih

      Masih menurutnya,"ada kebahagiaan ada harapan,semakin bergairah jalan hidupku,tak disangka Kuwu Desa Jatibarang Agus Darmawan menginjakan kakinya,bahkan masuk kerumahku menatap tajam.Perubahan Pemerintah Desa memang nyata,dengan hadirnya Kuwu kita.yang ikut merasakan Penderitaan masyarakatnya,memberi Harapan kehidupan yang penat menjadi terasa segar kembali,begitu melihat Kuwu meninjau rumahku.warga  bangga kepada Kuwu baru rela melihat rumah rumah kumuh seperti rumahku.(Otong.S)

Di tempat yang berbeda Agus Darmawan Kuwu Jatibarang,"kami sudah merencanakan untuk merehab rumah ibu Tursini,Dengan dana murni swadaya masyarakat kita.karena rumah yang ia tempati sekarang,memang perlu bantuan untuk di perbaiki.jika kita melihat penghasilannya.tampa bantuan Dermawan mungkin ia akan sulit untuk memperbaikinya sendiri."Jelasnya

Sementara itu Taufik ketua RW 02 Blok Karang anyar Jatibarang membenarkan jika Agus Darmawan Kuwu Jatibarang,Melihat langsung keadaan rumah ibu Tursinih yang kondisinya sangat memprihatinkan,Dan akan memperbaikinya dengan dana dari swadaya masyarakat murni.

Indramayu,Jumat(02/11/2018)-Macet parah menghinggapi jalan utama Jatibarang Indramayu,setiap ada pasaran,di hari Rabu dan Minggu.karena adanya aktifitas jualan kain,di perparah lagi dengan tumpukan material bangunan Pasir di bahu jalan.terkesan di sengaja oleh pemiliknya,lantaran material pasir sudah lama menumpuk di bahu jalan,samping Bank BNI 46 Jatibarang Indramayu.Berdampak macet menjadi langganan setiap hari ketika ada pasaran.Disisi lain,pedagang juga menggunakan bahu jalan,untuk membuka lapak jualan mereka.

Masyarakat sudah banyak yang mengeluh,Dengan adanya tumpukan pasir di bahu jalan.Dan para pedagang berjualan di bahu jalan,Di tambah penegakan UU Lalu Lintas masih belum bisa di terapkan secara maksimal karena masyarakat kurang memahaminya,maka tidak heran setiap hari pasaran rabu dan minggu,Jalan utama Jatibarang menjadi macet,karena adanya penyempitan jalan .

Seperti dikatakan oleh salah satu warga Blok buyut Semar RW 03 Mujiono,"undang undang lalu lintas dan larangan penggunaan  jalan,untuk aktifitas jualan.saya rasa sudah sangat jelas,sebab jalan utama Jatibarang bukan untuk tempat berjualan,tapi nyatanya para pedagang pasar kain sudah merangsek berjualan sampai ke bahu jalan."Jelasnya

Dari hasil penelusuran media Online menara Post,Di temukan banyak permasalahan muncul.akibat bahu jalan di sesaki para pedagang yang menggelar dagangannya di bahu jalan.belum lagi penarik becak,dengan tenangnya memarkirkan kendaraan di tengah jalan.Penyempitan jalan sudah tak bisa di hindari,Di tambah tumpukan material Pasir di badan jalan.juga ikut mempersempit jalan.

Padahal Relokasi pasar Jatibarang sudah terlaksana dengan baik,masyarakat pengguna jalan sangat menantikan pasar tumpah atau pasar sandang Jatibarang terbebas dari macet.satu langkah Pemerintah Daerah  harus bisa mengambill sikap benahi pasar tumpah,kalau perlu Relokasi pasar sandang.

Sementara itu ketua Lembaga investigasi Negara Supa,angkat bicara terkait permasalahan macet di pasar tumpah sandang Jatibarang Indramayu,"Ini akibat dari pembiaran  pemerintah kecamatan,kalau sudah Demikian.tentu banyak pihak yang harus bergerak,untuk menertibkan Suasana pasar tumpah yang sudah tidak bisa dikendalikan.kami mendesak Pemerintah Daerah segera laksanakan penertiban,agar suasana nyaman Desa Jatibarang terwujud.karena Jatibarang nyaman semua desa pendukung tentu akan nyaman pula."
(Otong.S)  

Indramayu(1/11/2018),Pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung dan fasilitas perpustakaan, pada  Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Widasari Kabupaten Indramayu.dengan menelan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK ) sebesar Rp 290 000 000.mendapat respon baik dari Orang tua/wali murid,pasalnya gedung Sekolah dipinggir jalan utama kondisinya sudah kelewat dan terkesan kumuh.dengan perombakan gedung menjadi dua lantai,seakan tumbuh kembali rasa memiliki,serta fungsi sekolah sebagai menuntut Ilmu.disisi lain  kebanggaan bersekolah di SMP Negeri 1 Widasari seakan muncul kembali pada siswa siswi sekolah itu.

Seperti di katakan salah satu orang tua wali murid Bakar(48)  blok cilengkong,Desa Bangkaloa Ilir.mengatakan,"setidaknya  siswa didik pada sekolah tersebut,sudah berlomba mengikuti mata pelajaran yang diajarkan.terlihat sekali gairah belajar dan minatnya dalam mengikuti jadwal Mata pelajaran di sekolah,dan mau belajar dengan baik.kalau saya lihat di pagi hari,siswa siswi pada SMP negeri 1 Widasari semuanya tampak bergairah untuk cepat sampai ke sekolah."

Hal senada juga disampaikan oleh Sukarya,warga Blok Kuburan Desa Bangkaloa Ilir,"Pembangunan gedung perpustakaan pada sekolah itu,menunjukan akan kemauan kepala Sekolah untuk memajukan sekolah tersebut cukup maksimal.karena secara tidak langsung sekolah itu seringkali dilewati para pejabat,Posisi Sekolah itu sangat strategis di pinggir jalan utama menuju bandara Kertajati.kami akui baru kali ini  siswa siswi didik pada sekolah itu mempunyai rasa bangga bersekolah."jelasnya

Sementara itu kepala sekolah SMP negeri 1Widasri Drs H Darkim,"pelaksanaan pembangunan gedung perpustakaan dan fasilitasnnya memang belum selesai.tinggal menunggu bagian atapnya.kami juga sedang berfikir banyak tentang kemajuan sekolah,pekerjaan halaman sekolah,yang masih di bawah saluran.pengen kami dan rekan guru,halaman depan pintu masuk sekolah di bikin betonisasi (Rigid Pavement ).agar tidak cepat rusak,kesannya malah indah,di samping gedung sekolah ada pohon Rindang yang bisa mengayomi siswa-siswi yang sedang istirahat."tuturnya.
(Otong .s)

Keberadaan tiang Pancang Iklan di blok Prapatan Desa Lobener,Kecamatan Jatibarang,kabupaten Indramayu.Ruas jalan pekandangan-Jatibarang,keberadaan tiang pancang itu sangat membahayakan pengguna jalan,sebab posisinya sangat menjorok ke jalan.belum lagi ada putaran jalan terlalu dekat dengan arah masuk ke jalan poros Desa.Maka keberadaan tiang pancang iklan itu semakin membahayakan pengguna jalan tersebut.

Seperti dikatakan masyarakat desa Malang semirang Jaenudin,"kalau membahayakan pengguna jalan sebaiknya di cabut saja,karena tidak ada manfaatnya buat masyarakat.Malah berdampak seringnya terjadi kecelakaan,seperti hari Kamis kemarin.anak muda menabrak gerobak Baso,untungnya tidak ada korban hanya terkilir kakinya.begitu Juga dengan penjual Bakso,gerobaknya penyok di  bagian depan . kalau kita lihat  manfaatnya tidak ada sama sekali.kalau  untuk Iklan memang tepat,bisa di baca pengguna jalan.namun resiko bahaya kecelakaan sangat tinggi.kami menghimbau perencanaan pelaksanaan pekerjaan jalan harus juga di hitung, tentang resiko tak terlihat.seperti tiang pancang Iklan yang menjorok ke jalan.sebab ada pelebaran jalan,ya tiang pancang Iklan tadinya jauh dari jalan.setelah pelebaran semakin menjorok ke jalan.untuk itu kami  sangat berharap sekali UPTD Bina Marga PR Wilayah VI Propinsi Jawa Barat,segera mencabut tiang Pancang yang sangat membahayakan".Terangnya
[ads-post]
Senada juga disampaikan oleh masyarakat Desa Lobener,Karpan."Sebaiknya Pemerintah Propinsi mendengar dan membuktikan kebenarannya,meninjau langsung kalau di rasa benar.segera lakukan pelaksanaan untuk mencabut tiang pancang Iklan di Blok Prapatan Desa Lobener,Kecamatan Jatibarang yang sangat menggangu pengguna jalan dan membahayakan pengguna jalan".

Sementara itu Ketua Lembaga investigasi Negara,Supa mengatakan."ini akibat dari perencanaan yang terkesan terburu-buru,untuk mengejar target,begitu juga dengan pemborong pekerjaan Ruas jalan Pekandangan-Jatibarang.tidak memikirkan dampak dari pelaksanaan pelebaran jalan.tentu ada sesuatu yang mendekat ke arah jalan.seperti Tiang Pancang Iklan yang keberadaannya menjorok ke jalan.untuk itu kami minta kepada UPTD Bina Marga PR Wilayah VI Cirebon,Propinsi Jawa barat.segera perbaiki atau mencabut tiang Pancang itu".Tegasnya

(Otong.S)

Proyek pengaspalan (Hotmix) dikawasan Sport Centre (SC) Jl. Olahraga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu Jawa Barat,Telah selesai dikerjakan. Pasalnya selain kawasan tempat berolahraga juga sebagai tempat hiburan bermain dan sirkuit, ajang lomba balap sepeda motor, terkadang dipergunakan sebagai tempat perlombaan lainya.

Pekerjaan Pengaspalan (Hotmix), yang dilaksanakan oleh PT. Kusuma Group Direktur Pra Persada, SE, kini sudah finishing atau selesai dikerjakan sesuai waktu yang telah ditentukan dan ditetapkan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indramayu,

Akhong selaku pelaksana lapangan menuturkan, untuk penataan pekerjaan Sport Senter (SC) ini menelan anggaran kurang lebih 6 M, dengan panjang jalan yang dikerjakan mencapai keseluruhannya 17.000 meter.

Sedangkan untuk bahan hotmix saya pesan dari Kabupaten Karawang, yang mutunya standar kwalitas terbaik sehingga pekerjaan hotmix yang digelar terlihat cantik dan tidak mudah rusak, apa lagi ketebalanya sesuai harapan saya dan warga mudah-mudahan disaat turunnya hujan tidak mudah retak dan rusak. ungkapnya Senin (08/10/2018).

Akhong menambahkan, proyek yang sudah selesai tersebut seharusnya rampung pada 8 Oktober 2018. “Namun kini sudah selesai sebelum waktu yang disediakan artinya mencapai target, sekaligus sudah bisa untuk dijadikan acara panggung gembira seperti yang digelar dalam Rangkaian Hari Jadi, Kabupaten Indramayu kemaren,” ungkapnya, Senin (08/10/2018)
[ads-post]
Kepala Bidang Tata Ruang Yudi Suswanto, ST mengatakan, proyek yang telah dikerjakan oleh PT. Kusuma Grup tersebut sudah sesuai yang ada di Rancangan Anggaran Belanja (RAB). “Dengan pelaksanaannya sudah cukup baik dan sebelum batas waktunya pekerjaan sudah selesai dikerjakan sehingga sudah bisa dinikmati masyarakat Indramayu,” paparnya.

Ditempat terpisah Andi Dray salah satu pembalap motor Indramayu merespon positif adanya proyek pengaspalan (Hotmix) di Sport Senter (SC). Karena menurutnya dengan digelarnya proyek pengaspalan di Sepot Senter ini tujuannya untuk kemajuan masyarakat Indramayu dan masa depan regenerasi. “Sarana olahraga lengkap diharapkan dapat menunjang prestasi atlet berbagai cabang di Kabupaten Indramayu,” tuturnya
(Redaksi)

Pelaksanaan Pembangunan Underpass jembatan Kereta Api Jatibarang pada Ruas jalan Pekandangan Jatibarang dipertanyakan Sejumlah kalangan, pasalnya pelaksanaan kegiatan pekerjaan sampai dengan bulan Oktober 2018 pembangunan tersebut belum terlihat ada kegiatannya sama sekali.terpampang dalam papan Proyek  yang telah terpasang sangat jelas dengan No Kontrak 622/383.01, Tanggal SPMK 25 Mei 2018,dengan Anggaran Rp.4.138.177.656, Pelaksana Pembangunan PT Aditya karya Utama .

Seperti Dikatakan oleh ketua Lembaga investigasi Negara DPD Indramayu supa, "kalau Sekiranya pelaksanaan pekerjaan masih ditunda,sebaiknya jangan dipasang dulu Papan Proyek Pelaksanaan, masyarakat menjadi bingung.tentu Kami mempertanyakan perencanaan yang sudah dilakukan kok  masih menyimpang dari ketentuan yang sudah di umumkan.  masyarakat jadi Bingung mau berbuat membangun takut kena pelebaran, Apalagi Pelaksana Pekerjaan dari Pemenang dalam hal ini pelaksanaan kegiatan adalah PT Aditya Karya Utama".

Hal yang sama Juga disampaikan oleh Budi Tokoh Masyarakat mempertanyakan pelaksana pekerjaan Pembangunan Jembatan Under pass,"Kereta api pekerjaanya masih ditunda,seharusnya Pihak Pemerintah tentu UPTD Wilayah VI Bina marga PR Cirebon memasang kembali,Papan Proyek Penundaan jadwal pekerjaan.bukan didiamkan begitu saja,sebab banyak yang tahu persis tata cara kegiatan pelaksanaan kegiatan. sekali lagi Kami mendesak kepada UPTD PR Wilayah VI Cirebon pola lama sudah tinggalkan".
[ads-post]
Sementara itu UPTD Bina Marga Wilayah VI Cirebon saat dihubungi terkait penundaan pelaksanaan pembangunan  Jembatan Kereta api Underpass sangat di sayangkan HP nya Mati tidak Aktif.   (Otong S)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget