Articles by "Sosial"

 MENARA POST - Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melalui Dinas Sosial berupaya merehabilitasi para korban perdagangan orang atau human trafficking dengan membekali mereka bimbingan sosial dan pelatihan keterampilan usaha ekonomi produktif.
Ilustrasi
"Pelatihan usaha merupakan upaya agar mereka bisa melupakan kejadian yang menimpanya dan juga mereka bisa mempunyai sumber penghasilan dalam menghidupi keluarganya," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Kabupaten Indramayu, Atu Ika Putri, di Indramayu, Selasa (10/4/2018).

Atu menjelaskan, kegiatan pelatihan kepada korban trafficking ini dipusatkan di Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat (RSBM) Tunas Mandiri, Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung.

"Para korban trafficking ini mendapatkan bimbingan sosial, termasuk pelatihan keterampilan untuk mengolah berbagai olahan kue kering yang memiliki cita rasa kekininan," ujarnya.
[ads-pos]
"Mereka sangat antusias karena ini merupakan bekal bagi mereka yang sebelumnya kurang mahir apalagi saat ini menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri, mereka juga diberikan modal dalam bentuk peralatan awal," lanjut Atu.

Dia mengatakan kasus trafficking di Kabupaten Indramayu jumlahnya masih cukup besar. Namun demikian, pihaknya setiap tahun hanya mampu melakukan upaya rehabilitasi yang jumlahnya puluhan orang.

"Tahun 2017 yang lalu kita mampu melakukan rehabilitasi bagi 70 orang korban trafficking sementara tahun 2018 ini baru 20 orang," katanya. (Red)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jendral Rumah Swadaya terus gulirkani program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau lebih dikenal sebagai program bedah rumah tidak layak huni (Rutilahu).
BSPS

Tujuan program  BSPS ini sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 6 tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan BSPS, adalah terbangunnya rumah yang layak huni oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dan penyalurannya perlu di ketahui, mengacu kepada  peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 07 Tahun 2018 Tentang Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, di mana penyaluran dana BSPS disalurkan oleh Bank ataupun Kantor Pos.

Bentuk program tersebut meliputi peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru dilihat dari kualitas atap, lantai dan dinding rumah untuk dapat memenuhi syarat kesehatan, keselamatan dan kenyamanan. Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp 294,9 miliar untuk PKT bedah rumah bagi 19.660 unit untuk propinsi  Jawa barat.

Di Indramayu sendiri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  akan salurkan bantuan sejumlah 1612 MBR, yang terdiri atas 358 MBR berasal dari SNVT (satuan non vertikal tertentu) yang dialokasikan khusus di Kecamatan  Cikedung sisanya 1254 MBR tersebar di 19 Kecamatan di Kabupaten  Indramayu .

Hal itu ditegaskan oleh plt. kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Indramayu melalui kasi perumahan Suhartono saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, (18/05).  Suhartono menjelaskan jenis kegiatan Program BSPS ini terbagi menjadi dua yakni berupa Pembangunan Baru (PB) yang semuanya berada di kecamatan  terisi, berupai pembangunan baru pengganti rumah tidak layak huni, jenis pembangun lainya berupa  Peningkatan Kualitas (PK) dengan klasifikasi kerusakan rumah ringan, sedang dan berat.

" Besaran bantuan untuk Pembangunan Baru adalah Rp 30 juta. Untuk Peningkatan kualitas (PK) dengan klasifikasi rumah rusak ringan atau tidak memenuhi persyaratan kesehatan Rp 7,5 juta, rumah rusak sedang Rp 10 juta dan rumah rusak berat Rp 15 juta " jelasnya.

Masih dalam keterangan Suhartono  bahwa dalam pelaksanaan PKT bedah rumah, masyarakat akan didampingi oleh tenaga fasilitator. Mereka  sudah diberikani  pelatihan dan pembekalan fasilitator oleh kementerian PUPR agar memiliki satu pemahaman dalam pelaksanaan di lapangan. Peran fasilitator sebagai pendamping masyarakat tugasnya si samping memberikan sosialisasi mereka juga dituntut agar bisa melakukan bimbingan, motivasi dan pendampingan kepada para penerima bantuan sejak penyusunan proposal dan administrasi kegiatan.

" Ada 31 Fasilitator yang akan mendampingi 1612 MBR yang terdiri atas 6 orang akan ditempatkan guna  mendampingi  358 MBR  (SNVT) sisanya ditempatkan di 1254 MBR reguler" Imbuh Suhartono.

Soal mekanisme pencairan program BSPS tersebut  Suhartono menjelaskan bahwa nantinya uang bantuan itu akan ditransfer melalui rekening masing-masing calon  penerima bantuan (cpb) melalui bank yang ditunjuk oleh pemerintah. Dari total bantuan yang diterima oleh masyarakat pemerintah mengalokasikan dana sebesar 2,5 juta untuk keperluan bayar tukang dan sisanya akan ditransfer ke rekening toko material yang ditunjuk oleh MBR melalui kelompok nya masing - masing.
[ads-pos]
" Calon penerima program harus membentuk kelompok terdiri atas 20 MBR dimana ketuanya dipilih berdasarkan kesepakatan bersama, Mereka nanti menentukan siapa toko material yang ditunjuk untuk mensuplai kebutuhan bahan bangunanya. Penunjukan tersebut harus didasarkan oleh faktor kedekatan wilayah lokasi toko dengan lokasi penerima program dan faktor lainya adalah soal harga yang ditawarkan cari yang terbaik tentunya" tegas Suhartono.

Suhartono kembali menegaskan bahwa pekerjaan pembangunan tersebut tidak boleh dipihak ketigakan semuanya harua bisa memberdayakan tenaga kerja lokal. Mengingat pemerintah pusat saat ini mengintruksikan program padat karya agar menyerap tenaga kerja sekitar. Ia berharap agar semua pihak bisa mentaati dan menjalankan program sesuai dengan aturan yang ada.

" Dari awal kami sudah menggandeng pihak penegak hukum baik kejaksaan maupun kepolisian untuk mengawal program ini. Masyarakat tidak boleh diam segera laporkan jika ada oknum yang memanfaatkan program ini " tandasnya.

Berikut adalah Kecamatan dan Desa  yang mendapatkan bantuan Program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) Tahun 2018

Kecamatan Kroya  41 MBR. Terdiri dari Desa iyangsari  15 MBR, Desa Temiyang 15 MBR,Kecamatanon    16 MBR, Kecamatan  Losarang    97 MBR Desairi dari ,Desa Rajaiyang  60 MBR dan Desa Pegagan   37 MBR. Kecamatan Kertasmaya memperoleh 175 MBR. Terdiri atas, Desa Kertasemaya 45 MBR, Desa Tenajar Lor 60  MBR, Desa Larangan Jambe 70 MBR. Kecamatan Jatibarang 181 MBR. Terdiri dari, Desa Bulak 50 MBR, Desa Jatibarang 47 MBR, Desa Jatibarang Baru 52 MBR, dan Desa Jatisawit 32 MBR, Kecamatan Gabus Wetan 77 MBR terdiri dari, Desa, Drunten Kulon 47 MBR, Desa Kedokan Gabus 35 MBR. Kecamatan Lohbener 80 MBR, Terdiri dari, Desa Larangan 40 MBR, Desa Pamayahan 40 MBR. Kecamatan Sindang 73 MBR, terdiri dari, Desa Rambatan Wetan 38 MBR, Desa Wanantara 35 MBR. Dan desa - desa lainya seperti, Desa Bugis tua 45 MBR, Desa Arahan Lor 45 MBR, Desa Sudimampir 45 MBR, Desa Panyingkiran Kidul 35 MBR, Desa Cipancuh 40, Desa Pabean Udik 40 MBR, Desa Tinumpuk 35 MBR, Desa Ilir 40 MBR, Desa Dukuh jati  37 MBR, Desa Sukahaji 37 MBR, Desa Gadingan 36 MBR, Desa Cibeber 45 MBR, Desa Widasari 45 MBR. (Red).

 MENARA POST ,Indramayu- Jawara Seniman Pantura (Jamantra) Peduli Seniman hadir di kuliner cimanuk untuk melakukan kegiatan Bakti Sosial mengumpulkan Donasi dari pengunjung,bertempat di panggung keong kulcim kelurahan margadadi kecamatan Indramayu kabupaten Indramayu,Sabtu(26/01/2019).

Turut hadir untuk memeriahkan acara Baksos Jamantra Peduli Seniman Ketua Jamantra Yadi Bass dan Artis Pantura Dewi kirana,Tia innova,Itty Ashela,Dede S,Susi Susilawati,Iva Denada,Maya Ningrum,Rose Rosita,Mugilahia,Endy Deles,Kang Aim,Rose Rosita, endy deles,dan lain lain.

Kegiatan amal yang dilakukan oleh jamantra patut dijadikan contoh dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan para penggiat seni yang lain,mereka melakukan giat berdasarkan jiwa sosial mereka yang tinggi dan rasa kepedulian terhadap para seniman yang sedang mendapatkan musibah atau yang lagi sakit.hal ini disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat Indramayu Agus Suherman Ketua DPC KPK Nusantara saat melihat aksi Jamantra di panggung keong kulcim.
[ads-post]
"Saya sebagai warga Indramayu sangat mendukung dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan Jamantra Peduli Seniman.aksi mereka berhak mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan pemerintah.tidak semua komunitas seniman giat melakukan baksos yang kusus menbantu para seniman itu sendiri."Ungkapnya

Masih pada tempat yang sama Yadi Bass menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah dilakukan di berbagai tempat.

" Giat Jamantra peduli seniman, yang melakukan baksos mengumpulkan Donasi untuk para seniman sudah dilakukan di berbagai tempat.komunitas kami memang giat melakukan baksos untuk para seniman itu sendiri,karena kami seniman dan siapa lagi yang harus memerhatikan para seniman,kalau bukan seniman itu sendiri.harus dimulai dari para seniman dan untuk seniman,mungkin nanti diluar para seniman akan mengikuti langkah kita yang peduli sesama.itu harapan kami."jelasnya
(GTR)

Saerih, penderita Penyakit Muscle Bridging Mid, Foto By.Adam Pramuja
 MENARA POST Dalam sebuah rumah terlihat sosok permpuan yang sedang duduk di sebuah kursi, perempuan tersebut sesekali mengelus-elus perutnya yang membuncit, Sang suami pun menduga bahwa isterinya sedang hamil, Namun dugaan suami tersebut meleset karena perut buncit sang isterinya bukanlah karena hamil, melainkan sebuah penyakit yang sedang dideritanya.
Saerih (35) sosok ibu muda beranak dua ini sedang berjuang melawan penyakit yang sedang dideritanya selama bertahun-tahun.

Namun karena faktor ekonomi, Saerih, warga Desa Bojongslawi, Kec.Lohbener, Kab. Indramayu, Terpaksa menjalani perawatan di rumah sepupunya.

Berdasarkan pantauan wartawan Menara Post di kediamannya, Saerih menderita penyakit pada bagian perutnya. Menurut keterangan Rusnedi (40) suami Saerih, menjelaskan bahwa Saerih pernah di rawat selama 11 hari di RSUD Indramayu, berdasarkan informasi dari dokter saat melakukan pengecekan di RSUD Indramayu menjelaskan ada penyakit Liver.

Selama dirawat di RSUD tak kunjung sembuh, Rusnedi memutuskan untuk memulangkan istrinya dari rumah sakit dan menjalani berobat jalan dirumah.

Namun setelah beberapa hari menjalani berobat jalan perut saerih tak kunjung kempes dan keluarga pun menyarankan untuk berobat ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang, Rusnedi pun mengamini anjuran keluargnya tersebut.

“Alhamdulillah setelah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara istri saya agak mendingan, Dalam artian hamper 50% sudah tidak merasakan sakit di perutnya” Kata Rusnedi saat diwawancari dirumah sepupunya, tempat saerih dirawat, di Desa Ujungaris, Kec. Widasari, Rabu 23/01/2019.

Rusnedi melanjutkan, Saat menjalani perawatan di rumah sakit Bhayangkara, Saerih di vonis mengalami gangguan pada jantung, dan pihak rumah sakit menyarankan untuk di periksa di Rumah Sakit specialis jantung.

“Berdasarkan saran dari pihak rumah sakit Bhayangkara,saya membawa Saerih ke Rumah Sakit Jantung Hasna Medika yang beralamat di Jl. Raden Gilap, Palimanan, Cirebon.” Lanjut Rusnedi.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dr, Chaerul Achmad, So.JP (K), Pada tanggal 12 Oktober 2018, Menyebutkan bahwa Saerih mengalami penyakit Muscle Bridging Mid atau Anatomi Pembuluh Darah Koroner Jantung.
[ads-post]
Setelah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jantung Hasna Medika, Saerih dibawa pulang ke ruamh saudaranya.

Untuk diketahui saat ini Saerih sedang menjalani berobat jalan, dan dirawat oleh saudara sepupunya di Desa Ujungaris Rt/Rw 09/03 Kec.Widasari, Kab.Indramayu.

Saerih terpaksa dirawat di rumah sepupunya dengan alasan, minimnya biaya untuk melakukan perawatan di rumah sakit, Disamping itu, di desa asalanya yakni Desa Bojongslawi, Kec.Lohbener, Kab.Indramayu tidak ada yang mengurusnya, Kepala Desa Bojongslawi yang baru pun menurutnya masih belum peka terhadap kondisinya, Kedua orang tua Saerih sudah lama meninggal, Sedangkan kaka kandung Saerih sendiri sedang bekeja di luar kota.

"Kalau kades yang lama, sudah banyak membantu, namun untuk yang baru, karena mungkin masih baru menjabat, jadi kurang peka" Keluhnya.

Sebelumnya diberitakan sebelumnya, Pemkab Indramayu meraih sebuah Penghargaan di Bidang Kesehatan yang menggandeng Forum Kabupaten Indramayu Sehat (FKIS) yang dibentuk berdasarkan SK Bupati Nomor:441.05/Kep.56C-Bappeda/2014.

Saat itu Bupati yang masih dijabat oleh Hj. Anna Sophanah menerima berupa penghargaan dari pemerintah pusat.

Seperti dikutip dari laman Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Kepala Bappeda Kabupaten Indramayu, mengungkapkan, Penghargaan yang diberikan Pemerintah kepada Kabupaten Indramayu pada tahun 2015 ini merupakan penghargaan yang kedua, karena pada tahun 2013 di bawah kepemimpinan Bupati Anna Sophanah dan Wakil Bupati Supendi, Kabupaten Indramayu juga meraih penghargaan Kabupaten Sehat untuk kategori Swasti SabaPadapa.

Wawang menambahkan, dalam verifikasi yang dilakukan Tim Pusat di Indramayu ada 4 (empat) tatanan yang menjadi Kriteria penilaian, yaitu: Kawasan Permukiman Sarana dan Prasarana Umum, Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat, Ketahanan Pangan dan Gizi serta Kehidupan Masyarakat yang Sehat Mandiri dengan Lokus (Lokasi Khusus) Penilaian di 7 Tempat. (27/11/2015).

Berdasarkan penghargaan tersebut Rusnedi suami Saerih berharap pemerintah mau pun dermawan ada yang mau membantu beban istrinya yang selama kurang lebih 4 Tahun penyakitnya tak kunjung sembuh.

“Mudah-mudahan pemerintah Indramayu mau pun swasta mau membantu meringankan beban saya, agar saya beserta anak Isteri bisa beraktifitas normal kembali” Harapnya.

Di tempat terpisah, Pemerintah Desa Ujungaris menjelaskan, selama Saerih tinggal di Desa tersebut pihaknya sudah berusaha membantu untuk meringankan bebannya, Melalui Ali, sekretaris Desa, Saat ditemui di kantor Desa Ujungaris menerangkan bahwa ada warga yang bernama Saerih numpang perawatan di Rumah sepupunya.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar, bahwa ada warga Desa Bojongslawi yang numpang nginap di rumah sepupunya, guna menjalankan rawat jalan, Meskipun Saerih bukan warga Ujungaris, Namun pihaknya tetap membantu meringankan bebannya” Jelas Ali Sekdes Ujungaris.
  
Saat ini kondisi Saerih perutnya masih membesar seperti sedang mengandung 9 bulan, Dengan tali pusar keluar, Saerih hanya bisa duduk diam dan lemas yang sesekali mersakan sakitnya di perut.

Sedangkan suaminya sendiri bekerja serabutan, yang hanya buat makan sehari-hari saja terkadang masih kurang. (AAP)

Indramayu, Suci Nabila bayi berusia 8 bulan Putri dari Tarnoto dan Marsana,Warga Desa Mekarsari blok pilangsari RT. 03/01 Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu yang menderita penyakit Hidrosfalus (kondisi ukuran kepala yang membesar secara tidak normal akibat adanya penumpukan cairan di dalam rongga vertical otak) yang berasal dari keluarga tidak mampu sangat membutuhkan bantuan para Dermawan dan Pemerintah.

Suci Nabila yang tinggal bersama Neneknya ibu Rani mendapatkan uluran tangan/ bantuan dari Eka Trilinda Ningrum A.Md warga Kecamatan Patrol dan H.Bambang Hermanto, SE warga Kecamatan Sukra,Minggu (20/01/2019).

   Kuwu Desa Mekarsari Cato melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Ato Pujianto saat di hubungi awak media mengatakan bahwa suci nabila adalah bayi yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.
[ads-post]
  Suci Nabila  yang berusia 8 bulan yang menderita Hidrosfalus, merupakan bayi yang berasal dari keluarga yang tidak mampu, "kami selaku Pemerintah Desa Mekarsari telah berupaya membantu proses pengobatan gratis dari pemerintah melalui pembuatan BPJS untuk Suci Nabila, dan kini sudah menjalani pengobatan rutin, akan tetapi faktor usia Suci Nabila, dokter belum berani melakukan operasi, "Terangnya.
   Selain itu, lanjut Ato Pujianto(Sekdes), selaku Pemerintah Desa Mekarsari mengucapkan terima kasih kepada Eka Trilinda Ningrum, A.Md dan H.Bambang Hermanto, SE yang sudah menyambangi dan  telah membantu warganya yang bernama Suci Nabila bayi penderita Hidrosfalus,yang berasal dari keluarga tidak mampu, atas kepeduliannya kepada warganya. (Red)

Indramayu- Eks  Pasar Daerah (PD) Jatibarang yang lokasinya didekat stasiun kereta api Jatibarang sedianya akan dibuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana olahraga untuk masyarakat sekitar. Rencana itu mengemuka setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan tersebut, Senin (10/12/2018), Indramayu.

Dalam sidaknya ke eks PD Jatibarang itu, Kang Emil (sapaan akrabnya) yang didampingi Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.Si. menyusuri bangunan pasar daerah yang sudah tidak berpenghuni lagi. Ridwan berjanji akan memberi bantuan sebesar Rp 15 miliar untuk menyulap eks PD Jatibarang menjadi RTH dan sarana olahraga.

“Kita akan memberikan contoh bahwa Kabupaten Indramayu dapat tertata dengan baik dan rapih, supaya orang berkunjung ke Indramayu bisa nyaman. Rencananya bekas pasar daerah Jatibarang ini akan kita bangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana olahraga. Anggrannya dari APBD Provinsi,” katanya.
[ads-post]
Namun Ridwan berharap, Pemkab Indramayu melalui Dinas terkait, untuk segera meratakan bentuk bangunan pasar daerah Jatibarang setidaknya di awal tahun 2019, sehingga proses membangun RTH semakin cepat terealisasikan.
“Saya meminta kepada Wakil Bupati Indramayu untuk segera meratakan bangunan ini, agar kita juga bisa bergerak cepat membangun RTH di kawasan ini,”katanya.

Semula, Kang Emil berencana hanya akan membuat RTH di eks PD jatibarang ini. Namun begitu melihat kondisinya yang sangat luas, kurang ebih 1 hektar, secara spontanitas Kang emil tidak hanya ingin membuat RTH, tetapi juga sarana olahraga.

“Saya keliling-keliling ini tanahnya luas sekali. Saya kira bukan hanya RTH, tapi juga sarana-sarana lainnya dapat digunakan di areal ini,” ujar Emil.
 ( Otong S )

Indramayu- Keberadaan Pos Gatur Lantas yang berdiri megah di tengah jalan mayor sangun Jatibarang Indramayu,Di pertanyakan sejumlah kalangan.pasalnya bangunan Pos Polisi siaga atur lalu lintas tidak bermanfaat lagi keberadaan,Pos tersebut sering dijadikan gudang penyimpanan barang pedagang.Di sampingi itu Lokasi Pos Gatur ini sudah tidak layak lagi,Sebab pasar daerah sudah di Relokasi pindah ketempat baru desa bulak.

Seperti di katakan salah satu pengendara motor Firman asal desa Pilangsari kecamatan Jatibarang,"sebenarnya manfaat Pos Gatur Jatibarang memang dirasakan sekali fungsinya,Satu diantaranya bisa mengurai kemacetan parah menuju ke arah pasar.Begitu pula berhentinya Bus Kopayu yang sering mangkal,Menaikkan dan menurunkan penumpang di bibir masuk kearah pasar.
[ads-post]
"kalau tidak ada Polisi yang mengatur akan semakin semrawut macet parah, Dengan penertiban dan Relokasi Pasar Daerah pindah ke lokasi baru Desa Bulak.sangat tampak sekali Pos Polisi Gatur Lantas bangunannya menjorok ketengah jalan.Untuk itu kami sangat berharap sekali bangunan Pos Polisi  Gatur Lantas segera ditertibkan,mengingat pengendara kendaraan bila masuk ke jalan mayor sangun pandangannya tertutup oleh bangunan itu."Terangnya

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Jatibarang H Munadi (56) ,"Keberadaan Pos Polisi Gatur lantas Jatibarang dirasakan sekali manfaatnya,Bisa mengatur lalulintas.Kemacetan parah juga bisa terurai dengan baik,Namun sebelum adanya Relokasi pasar,manfaat Pos Polisi Gatur Lantas sangat terasa sekali.Justru sekarang malah bikin tidak nyaman pengendara bila mau berbelok arah masuk ke jalan mayor sangun,Sebab pandangan matanya tidak bebas terhalang bangunan yang menjorok ketengah jalan."Jelasnya

Sementara itu Ketua LSM Lembaga investigasi Negara Supa mengatakan."Bangunan Pos Polisi Gatur Lantas Jatibarang sudah semestinya di bongkar,Karena keberadaan bangunan tersebut sangat terlihat sekali menjorok ketengah jalan.Hal ini sangat bertolak belakang dengan Undang undang lalu Lintas." tegasnya
(Otong.s)

Indramayu- Relokasi Pasar Daerah Jatibarang dari pasar lama ketempat yang baru Desa Bulak,masih menyimpan permasalahan.mulai pemasangan listrik untuk pedagang,sampai dengan retribusi parkir dengan menggunakan E parkir.semuanya menjadi bahan omongan di tengah masyarakat,pasalnya kepuasan pedagang dan pembeli merasakan ada beban biaya tambahan untuk parkir kendaraanya sebesar Rp 3.000.

Ketika permasalahan ini Di Konfirmasikan langsung dengan kepala  Disperindag Kabupaten Indramayu Trisna Hendarin diruang kerjanya,dengan penuh kesabaran menjawab semua pertanyaan yang di ajukan awak media " persoalan listrik dan biaya parkir kendaraan semuanya sudah dipikirkan secara matang,baik buruknya sudah dikaji.memang hal parkir menggunakan elektronik masih baru,dan Pasar Daerah Jatibarang menjadi awal perencanaan.tentu kalau berhasil,semua pasar Daerah yang ada di Indramayu menggunakan E parkir,harapan kami jelas kedisiplinan masyarakat dan kebiasaan harus di jalankan.agar semua kemajuan untuk masyarakat itu sendiri dengan Retribusi parkir naik,Akan berdampak penerimaan Pendapatan Asli Daerah secara otomatis,akan menerima kenaikan juga.

Adapun mengenai pemasangan listrik PLN kami tidak menemukan permasalahan yang berarti,artinya dari pemutusan boks listrik sampai mendekati ketitik pemasangan instalasi berjalan apa adanya,tidak terlihat rekayasa pemasangan.maupun segala terkait permasalahan mengenai biaya yang dibebankan pedagang,hal itu wajar karena untuk kepentingan pedagang itu juga.
[ads-post]
Masih menurut Trisna bagaimana sulitnya pedagang malam di jalan mayor sangun Jatibarang sebelum Pasar Daerah Jatibarang jadi,dan sudah diresmikan oleh Bupati Indramayu.untuk mengajak pindah ke lokasi pasar baru," jauh hari kami menggaungkan serta sosialisasi tanpa henti,pada saatnya pedagang itu sendiri membongkar lapaknya.Penertiban pedagang juga tidak menemukan kendala berarti,justru kami terbantu dengan penuh kesadaran lapak pedagang di bongkar sendiri oleh pemiliknya.semuanya bersinergi Muspika kecamatan Jatibarang juga tampak terlihat turun langsung menertibkan ".Jelasnya

Sementara itu Ketua LSM Peduli Aspirasi rakyat Dartim memberi Apresiasi atas penertiban pedagang yang berjalan kondusif,"sebab biasanya penertiban pedagang akan diwarnai dengan adu mulut,disini sangat terlihat secara nyata.semuanya bertanggung jawab dan pedagang juga menyadari atas kesalahan tempat berjualan di bahu jalan,makanya penertiban berjalan damai."Tegasnya
(Otong.S)

Indramayu- Pelaksanaan pembangunan rumah tidak layak huni milik Tarmi blok Karanganyar RW 02 /RT 17 Jatibarang,Kabupaten Indramayu mendapat respon baik  dari warga setempat.pasalnya warga menilai pembangunan rumah ini sudah tidak bisa di tunda lagi atau menunggu  pembangunan dari pemerintah.

Di samping tanahnya bermasalah,juga peruntukan pembangunan dana Rutilahu harus memenuhi  syarat dan ketentuan,akhirnya Kuwu  dan RW 02 beserta masyarakat sekitar mengambil jalan tengah.membangun dengan swadaya murni,bentuk kepedulian masyarakat sekitar,disertai ajakan Kuwu untuk membantu warga yang masih memiliki rumah yang sudah tidak layak di tempati atau kondisi rumah sudah rusak parah.

Berbagai elemen masyarakat Jatibarang akhirnya peduli untuk membantu,dengan cara gotong royong.ada yang bantu semen,kayu,pasir,bata,begitu juga  KORAMIL Jatibarang yang di pimpin komandanya.Terjun langsung  turut larut dalam pembuatan dan membangun rumah jompo dan anak yatim, yang  kondisi  rumahnya sudah sangat parah  dan tidak bisa ditempati.

Begitu juga dengan warga sekitar, semuanya sangat peduli tergerak aktif bersama sama membangun.tentu hal ini tidak terlepas peran Kuwu," kalau Kuwunya masa bodoh,sampai kapanpun tidak akan adanya perubahan.saya secara pribadi sebagai RW 02 memberikan Apresiasi atas langkah kerja nyata dengan pembuktian bukan hanya ucap dan janji janji." Ujar Taufik
[ads-post]
Hal yang sama juga disampaikan jimong pemuda tanggung warga sekitar menilai,"sejak dulu sepeninggalnya elang,kondisi Rumah ini sangat tidak terurus.padahal sepengetahuan saya almarhum elang bekerja di Desa,tapi kenapa Kuwu terdahulu tidak ada yang peduli.

Minimal memperbaiki rumah,itu malah dibiarkan begitu saja.tanpa ada Rembugan dengan warga,bagaimana mana caranya bisa diperbaiki rumah milik Almarhum elang Tarmi.Justru Kuwu baru Agus Darmawan sangatlah peduli,dibuktikan dengan kerja nyata dan menggerakkan warga sekitar untuk berpartisipasi aktif membantu ikut membangun rumah tidak layak huni milik Tarmi janda tua (68)."Terangnya

Sementara itu ketua LSM peduli Aspirasi Rakyat Dartim Fikri memberikan semangat kepada Kuwu baru,agar apa yang menjadi target pembangunan Rumah Tidak layak huni tercapai.begitu pula pelaksanaan pembangunan Rumah masyarakat berpenghasilan Rendah yang tidak masuk kriteria Rutilahu agar terbantu secara maksimal,sebab persoalan seperti ini banyak ditemukan pada Desa. selain desa Jatibarang tapi semuanya jatuh pada Kuwu itu sendiri,sedang Kuwu Desa Jatibarang sangat peduli akan hal seperti ini dengan swadaya murni masyarakat.makanya terwujudlah pembangunan rumah sangat tidak layak menjadi layak huni" .Tuturnya
(Otong.S)

Indramayu- Penertiban pedagang lemprakan di jalan Mayor Dasuki Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu,tidak menemui kendala yang berarti.sebab jauh hari rencana penertiban dan Relokasi pedagang sudah di siapkan.untuk penempatan,tertibnya pembongkaran lapak pedagang menjadi tolak ukur.

kenapa pedagang tidak mengadakan perlawanan,ini disebabkan sebelum penertiban, sosialisasi dari kepala Pasar sering di lakukan  untuk segera menempati lokasi ke pasar baru Bulak.karena sering  di sosialisasikan pedagang tidak kaget dengan batas waktu pengosongan lampak jualan,apalagi saat penertiban semua unsur Muspika berada di lokasi penertiban.hasilnya kesadaran para pedagang membongkar lapaknya sendiri bahkan turut serta membantu pembongkaran.

Seperti dikatakan pedagang emas cinta damai Sulton (54),"saya sudah merasakan sendiri selama 15 tahun tak ada pembeli maupun menjual emas,usaha saya hidup segan mati tak mau.semuanya jatuh pada titik nol,salah satu penyebab tidak lakunya toko saya,Karena tertutup oleh lapak Pedagang yang menutupi toko tempat saya berjualan.

Tentu kami sangat mendukung sekali  penertiban semua pedagang jalan Mayor Dasuki,bangun harapan saya.kembalikan fungsi jalan utama ini,akses jalan menuju stasiun kereta Api Jatibarang bisa langsung.tidak harus memutar dulu,kemacetan juga saya jamin bisa terurai."ungkapnya

Senada juga disampaikan warga RW 05 Jatibarang Karto (48),"jelas kami sangat berharap dan mendukung sekali adanya penertiban pedagang lemprakan  Jatibarang,memang kota saya  sudah tidak layak adanya pedagang lemprakan.Jatibarang terkesan kumuh,  dengan adanya perubahan,luruskan niat.Jatibarang akan jauh berbeda dengan sebelumnya,kami sangat berharap sekali.kembalikan kejayaan Jatibarang seperti dulu,biarpun pasar Daerah berpindah tapi Jatibarang masih banyak sekali potensi kearah kemajuan."tegasnya

Sementara itu mewakili MUSPIKA kepala Pasar Daerah Jatibarang Caswanto menjelaskan dengan gamblang,"tentunya sebelum diadakan penertiban pedagang lemprakan,jauh hari  kami berikan masukan dan sosialisasi mengenai Relokasi pedagang.serta penempatan.makanya penertiban ini berjalan sangat tertib bahkan kami juga dibantu oleh pedagang itu sendiri untuk membongkar tempatnya."terangnya
(Otong.S)

Indramayu(05/11/2018)- "Tangis pagi di kala kehidupan baru muncul,aku masih  berkutat dalam kesedihan.dua orang anak hasil perkawinan dengan  almarhum,dan seorang ibu sudah renta menjadi bagian dalam kehidupanku sehari hari.sepeninggal  bapak elang memberikan harta yang tak ternilai dua anak dan satu ibu sudah  renta.   
     
      Rumahku istanaku,aku sematkan karena harta inilah aku bertahan.senyum anak anaku dan ibu menjadi pemicu semangat dalam mengarungi kehidupan, yang semakin keras.tak ada bahasa istirahat selama masih bisa dikerjakan,aku lakukan demi kebutuhan hidup untuk makan,yang penting jangan ada tangis anak anaku.

         rumahku butuh perbaikan,menahan derasnya hujan.rumah ini di jamin ambruk,karena kayu penyangga atap sudah keropos di makan usia dan tak kuat menahan berat air.mungkin tangis lagi yang akan bercucuran,aku sangat berharap ada tangan tangan  mulia menyentuh rumahku.upaya sering aku  lakukan baik permintaan ke Pemerintah Desa,semuanya sia sia.bahkan tak pernah di gubris permohonan permintaan bantuanku.hadirnya Pemerintah untuk memberikan semangat hidup saja, tak pernah aku dengar.jangankan menengok,menginjakan kakinya saja dan melihat kenyataan sebenarnya sama sekali tak pernah."Keluh Tursinih

      Masih menurutnya,"ada kebahagiaan ada harapan,semakin bergairah jalan hidupku,tak disangka Kuwu Desa Jatibarang Agus Darmawan menginjakan kakinya,bahkan masuk kerumahku menatap tajam.Perubahan Pemerintah Desa memang nyata,dengan hadirnya Kuwu kita.yang ikut merasakan Penderitaan masyarakatnya,memberi Harapan kehidupan yang penat menjadi terasa segar kembali,begitu melihat Kuwu meninjau rumahku.warga  bangga kepada Kuwu baru rela melihat rumah rumah kumuh seperti rumahku.(Otong.S)

Di tempat yang berbeda Agus Darmawan Kuwu Jatibarang,"kami sudah merencanakan untuk merehab rumah ibu Tursini,Dengan dana murni swadaya masyarakat kita.karena rumah yang ia tempati sekarang,memang perlu bantuan untuk di perbaiki.jika kita melihat penghasilannya.tampa bantuan Dermawan mungkin ia akan sulit untuk memperbaikinya sendiri."Jelasnya

Sementara itu Taufik ketua RW 02 Blok Karang anyar Jatibarang membenarkan jika Agus Darmawan Kuwu Jatibarang,Melihat langsung keadaan rumah ibu Tursinih yang kondisinya sangat memprihatinkan,Dan akan memperbaikinya dengan dana dari swadaya masyarakat murni.

Rabu,(17/10/2018) DPD JOIN Kabupaten Indramayu berkunjung ke dinas PUPR,Di sambut langsung oleh Omarsyah di ruangan Kadis PUPR.Pertemuan yang di selimuti oleh suasana akrab layaknya persahabatan yang terjalin lama,Di awali perkenalan para pengurus DPD JOIN Kabupaten Indramayu.
Dinas PUPR yang membawahi enam bidang pembangunan infrastruktur,di antaranya bidang jalan,jembatan,TTI,tata ruang,tata bangunan,PSDA.menurut Omarsyah dalam pelaksanaannya sangat membutuhkan rekan rekan media,dalam bidang publikasi dan sebagai kontrol sosial.

Pada kesempatan itu Omarsyah mengatakan,"saya selaku pimpinan di dinas PUPR,mengucap terimah kasih atas kunjungan pengurus DPD JOIN Kabupaten Indramayu, saya pada dasarnya selalu menyambut baik setiap kehadiran media di dinas yang saya pimpin.harapan saya kepada rekan media menjaga profesionalisme dalam peliputannya dan menulis sesuai fakta yang ada dan berimbang".
[ads-post]
Lanjut omarsyah,"untuk pembangunan infrastruktur jalan,Indramayu terbaik se jawa barat.itu ungkap komisi pemberantasan korupsi(KPK).dan dinas PUPR pertiga bulan sekali memberikan laporan hasil pelaksanaan ke KPK".terangnya

Marif Yoga Yanda Perdana,SE selaku dewan penasehat DPD JOIN Kabupaten Indramayu,"Kedatangan kami ke sini,yang pertama untuk silahturahmi dan memperkenalkan akan kehadiran Jurnalis On Line Indonesia(JOIN) di Indramayu,agar kedepannya terjalin hubungan kemitraan dalam publikasi sesuai dengan profesi kami.antara Dinas PUPR dan rekan rekan jurnalis".

Obrolan santai sambil ngopi bareng di ruanga kadis PUPR itupun beakhir,dengan harapan hubungan kemitraan antara dinas dan rekan media kedepannya akan berjalan harmonis.

(REDAKSI)

Selasa ,(16/10/2018) Di akhir masa jabatannya Dudung Kadis DPMD kedatangan tamu dari Pengurus DPD JOIN Kabupaten Indramayu.Pada pertemuan itu terjadi komunikasi dua arah yang baik,Beliau(Kadis DPMD) merasa senang disaat saat akhir jabatannya,satu tim pengurus dari DPD JOIN Kabupaten Indramayu bersilahturahmi ke kantor DPMD yang dia pimpin.
Pada kesempatan itu juga Dudung menyampaikan,"Hubungan yang baik terhadap jurnalis masih terjaga/dan harus tetap di jaga.

Walaupun sebentar lagi saya akan pensiun.bukan berarti kita sudah tidak saling mengenal,justru kedepan saya berharap kepada rekan rekan jurnalis.harus menjaga profesionalismenya,karena itu sangat penting sekali".ungkapnya
[ads-post]
Masih pada tempat yang sama,Irsad selaku Dewan etik di DPD JOIN Kabupaten Indramayu menyambut baik harapan dari Dudung kadis DPMD,"Benar sekali pak,saya selaku dewan etik di struktur kepengurusan.selalu menyampaikan kepada teman teman.Agar selalu menjaga profesionalisme dan dalam setiap penulisan haruslah berimbang.jangan sampai merugikan sebelah pihak".terangnya

Pertemuan tersebut di akhiri dengan sesi Foto bersama Pak Dudung dengan perwakilan dari pengurus DPD JOIN kabupaten Indramayu,Dan ucapan selamat untuk pak Dudung selama masa jabatannya dan beberapa hari lagi menjelang pensiun.semoga tidak ada kendala atau sesuatu yang tidak di inginkan.
(Redaksi)

 Indramayu - Pemilu yang sesaat lagi akan dihelat oleh seluruh rakyat Indonesia, biasanya  menghadirkan berbagai fenomena sosial ditengah masyarakat. Untuk itu agar menggiring masa pada proses Pemilu yang aman, damai dan  berkeadilan, Panwaslu Kecamatan Sindang menggelar  sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif bersama masyarakat ditingkat Kecamatan Sindang tahun 2018 Senin, (15/10) yang bertempat di aula Kecamatan Sindang.
Ketua Panwascam Sindang Asep Setiawan yang membuka acara tersebut menyampaikan tentang mukodimah alur kewenangan dan kewajiban Panwascam sebagai liding sektor informasi dan lembaga pengawasan pemilu.

"Panwascam sebagai kepanjangan tangan dari Bawaslu tidak segan-segan menindak tegas siapapun yang telah melakukan tindak kesalahan dalam  kampanye, dan pihaknya juga akan selalu melakukan informasi kepada masyarakat untuk selalu faham terhadap arus hulu dan hilir proses pemilu dan Panwascam juga akan menerima pengaduan masyarakat sebagai hak konstitusi yang harus dilindungi" Tegasnya.

Koordinator divisi sengketa Pemilu Bawaslu Kabupaten Indramayu Tarjono dalam kesempatan yang sama sebagai narasumber sosialisasi menjelaskan  tentang undang-undang pengawasan pemilu yang seutuhnya dilakukan oleh Bawaslu dan hirarki disetiap tahapan.
[ads-post]
"Dalam melakukan pemilu, kita diatur oleh undang - undang, sehingga kita juga dalam peraturan pemasangan alat peraga kampanye (APK) sampai pada  pelaksanaan kegiatan tidak boleh sembarang melaksanakan  agar fungsi Bawaslu dirasakan oleh masyarakat banyak.
Dalam  hal ini Bawaslu memiliki semboyan bersama rakyat kita awasi pemilu dan bersama Bawaslu kita tegakkan pemilu", ucapnya.

Karena kedaulatan ada ditangan rakyat dan dilaksanakan sesuai dengan undang-undang, jadi pemilu sesungguhnya bertujuan untuk mewakili kepentingan rakyat agar rasa aman, nyaman serta kepentingan berbasis kerakyatan dapat terakomodir dengan baik.

Silang pendapat mewarnai pertemuan Rapat Evaluasi pelaksanaan  Penyaluran Bantuan pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2018 di Kabupaten Indramayu,Tampak terlihat dari unsur Inspektorat , BUMN,BNI 46 ,Dinas Sosial , TKSK, dan Agen Penyalur.Tidak Sinkronnya Data penerima BPNT dengan Data Masyarakat berpenghasilan Rendah(MBR) tingkat desa menjadi awal perbedaan yang sangat mencolok .
Seperti dikatakan Ketua Aksi Indramayu H Tarkani dengan lantang di depan Forum,menyuarakan adanya perbedaan mencolok Penerima BPNT dengan Data masyarakat miskin tingkat desa,hal ini menjadikannya pemerintahan Desa terabaikan.sehingga Ketua kelompok penerima bertindak semaunya tanpa ada Kordinasi.tentu hal ini hampir mendekati kenyataan Dengan desa lain di Indramayu."kami mewakili desa lain  sebaiknya data penerima BPNT dari  pusat,sampai ketingkat  kecamatan dan Desa.harus sama,agar semuanya ikut bertanggung jawab tentang keberhasilan  penyaluranya.masih menurutnya.ini bagian dari koreksi kami yang mewakili seluruh desa.sebab setiap ada pembagian BPNT,masyarakat yang tidak menerimakan,langsung Protes kepada Kuwunya untuk itu masukan dari kami agar menjadi Koreksi".terangnya

Lain lagi dengan Marto,Agen Penyalur Dari kecamatan menilai dengan akan ditambahnya agen penyalur BPNT,jelas akan mengurangi pendapatan.tentu berimbas biaya pengeluaran.
[ads-post]
bukankah dari Pihak BUMN BNI bisa memberikan penjelasan tentang penambahan Agen, kalau memang benar ada penambahan agen,sebaiknya dilakukan pendataan terlebih dahulu dan dihitung kesesuaian ongkos dan jarak tempuh.agar semuanya berjalan dengan baik".Katanya

 itu Sumarno,Perwakilan BUMN BNI 46 membenarkan semua silang pendapat."ini ya inilah tujuan dari Evaluasi Penyaluran BPNT,mari kita kaji bersama.memang  data Miskin tingkat desa tidak sama dengan penerima BPNT hampir merata di setiap Desa.tentunya akan menjadi persoalan.cuman kami akan bayar sesuai dengan data dari Kemensos.Selebihnya kami tidak bisa membayar usulan dari Desa.mari kita Carikan pemecahanya,sedangkan tingkat penyaluran agar cepat sampai kepada penerima.kami akan menambah agen baru sebanyak 157 agen,hal ini masih dibahas berapa kebutuhan agen baru. kebutuhan sebenarnya agar distribusi beras dan telor cepat sampai kepada penerima".tegasnya
( Otong.S)

Indramayu -  Untuk kesekian kalinya, Banser Tanggap Bencana  (Bagana) se-dapil satu yang terdiri dari Kecamatan Sindang, Indramayu,  Pasekan, Cantigi, Balongan dan Arahan melakukan Baksos untuk Donggala dan sekitarnya. kali ini sasaran Baksosnya adalah venue event pameran yang berada dilokasi HUT - Indramayu,  Minggu (14/10).
Menurut Koordinator Baksos se-dapil satu Muhroz Al-Farizi dan Adi Rosyid Maulana dari Satkoryon Sindang dalam keterangnya menyampaikan bahwa Giat Baksos yang di inisisi oleh seluruh Satkoryon Se-dapil satu adalah semata-mata sebagai sarana hablumminannas untuk mencapai habluminallah.

"Sasaran Baksos kami kali ini adalah venue event HUT Indramayu yang didalamnya ada pameran dan pasar malam, sehingga keadaannya ramai dan sangat strategis untuk Baksos.
Kami juga tidak peduli orang diluar sana berkata apa tentang Banser, buktinya kami sudah tidak terhitung hadir untuk saudara - saudara kami di NUsantara.
Kami adalah (Bagana) Banser yang khusus membantu dan terdidik untuk tanggap bencana. Kami tidak akan tanya yang kami bantu itu  beragama apa, darimana,  ras dan suku apa, kami hanya tahu bahwa hablumminannas adalah ajaran agama yang senantiasa kami yakini kebenarannya dan akan membawa kami pada habluminallah,"  lugasnya.
[ads-post]
Adi Rosid Maulana yang juga sebagai Koordinator Banser Dapil satu menambahkan, Guna merespon kedaruratan dan penyelamatan korban. Sejak beberapa hari lalu pihaknya beserta semua tim Bagana  telah berhasil mengumpulkan sejumlah uang jutaan rupiah, pakean layak pakai dan barang-barang kebutuhan lainnya.

"Bagana Se-dapil satu rencananya akan mengirimkan semua yang dihasilkan dari Baksos melalui Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) PCNU Kabupaten Indramayu serta  akan dikirimkan menuju Donggala Palu pada minggu - minggu yang akan datang. Semoga yang kami kirimkan dalam periode yang kesekian kalinya ini dapat berguna serta manfaat bagi warga yang sedang membutuhkan,"  ucapnya.

Saat ini Bagana Kabupaten Indramayu tengah mendapatkan mandat dari Satkorcab Banser untuk melakukan Baksos sebanyak mungkin dan membantu dan  meringankan beban yang sedang dilanda oleh saudara satu Nusa satu bangsa diseluruh tanah air Indonesia.

Gebrakan Fans of Rhoma and soneta ( FORSA ) kabupaten Indramayu,menggelar panggung Terbuka dan Bakti Sosial Peduli Bencana  Palu, Donggala,Sulawesi.di Depan Aula desa Jatibarang,kecamatan jatibarang,kabupaten Indramayu.

dalam membantu meringankan  saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam dipalu dan donggala Sulawesi,dengan pertunjukan seni dan lagu karya Rhoma Irama.hasil Donasi akan di serahkan semua,sebagai wujud Forsa Indramayu ikut merasakan Penderitaannya.Dengan menggelar panggung terbuka Forsa Peduli Bencana bersama Masyarakat dilakukan oleh Forsa,mendapatkan Apresiasi dari masyarakat Jatibarang.

Tampak terlihat para pedagang pasar sandang dan masyarakat,ikut hanyut merasakan getaran nyanyian lagu yang dilantunkan penyanyi dari Forsa.sedang musik pengiring juga sangat padu,terlihat menikmati semuanya kompak bersatu menghasilkan Simponi Indah dalam setiap lantunan Lagu.

Seperti dikatakan ketua Forsa  Kab Indramayu,yang mewakili Tosin."Kami Mohon maaf,ketua Forsa Kab Indramayu Nahdudin tak bisa hadir bersama kita.menghibur sekaligus ikut Peduli  bersama masyarakat Jatibarang.Dengan pengumpulan donasi,berupa baju layak pakai dan pengumpulan uang.Dengan penuh antusias masyarakat desa jatibarang dari berbagai elemen  ikut menyumbangkan seperti baju bekas layak pakai, Juga dari pedagang pasar jatibarang,turut menyumbangkan baju dan kaos,kami ucapkan terima kasih".terangnya
[ads-post]
Sementara itu pedagang pasar sandang,H Marta memberikan sedikit komentar,terkait kiprah Forsa dalam Peduli Bencana."secara Pribadi aku sangat mendukung sekali gebrakan ini,disamping ada suguhan musik dangdut lama,karya Cipta Rhoma irama.di sisi lain keprihatinan yang di rasakan korban bencana sedikit diringankan oleh bantuan kami." katanya

(Otong.S)

Indramayu, Sudihardjo Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Indramayu beserta jajarannya bersedia menerima undangan makan malam bersama Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kabupaten Indramayu di salah satu Rumah Makan ternama Indramayu pada Kamis 11 Oktober 2018.
Pengurus DPD JOIN Indramayu bersama jajaran PIDUM KEJARI Indramayu.
selain menjalin tali silaturahmi dan sinergi antara kedua belah pihak, makan malam tersebut juga membahas seputar kode etik jurnalistik.

“Kepada teman-teman Wartawan khususnya di JOIN agar kiranya dapat bekerjasama dengan baik, Apabila ada temuan dugaan penyimpangan segera dilaporkan dan tentunya akan kita tindak lanjuti." kata Sudihardjo.

Dia menegaskan pihaknya siap menindak lanjuti laporan dari Wartawan namun harus ada bukti akurat, Jangan sampai membuat laporan tidak benar akhirnya kedua pihak malu.

“Teman - teman wartawan Menulis berita harus akurat dan benar sesuai fakta dilapangan jangan sampai menulis berita hoax yang dapat menimbulkan keresahan." paparnya.

Sementara itu Irsyad selaku Dewan etik DPD JOIN Kabupaten Indramayu menjelaskan beberapa hal tentang kode etik jurnalistik, menurutnya pemihakan dalam pemberitaan harus dilakukan secara fair tanpa kecurangan.
[ads-post]
"Dalam jurnalistik, sebenarnya yang ada adalah objektifitas yang subjektif, terpenting tidak boleh ada manipulasi fakta, disinformasi, atau distorsi. pada dasarnya harus memegang asas objektifitas, balance (berimbang), cek dan ricek, dan covering both side." Terang Irsyad.

Di tempat yang sama Adam Pramuja selaku wakil ketua DPD JOIN menambahkan bagaimana sebuah berita tersebut bisa naik, sebab dalam berita sebelum naik harus diperiksa dulu oleh redaksi.

"Untuk memuat berita tersebut tidak secepat yang diingankan penulis, ada proses lebih lanjut yakni melalui redaksi, dalam redaksi tersebut setiap berita akan disaring dulu, dan harus di edit lagi jika dalam isi berita tersebut kurang pantas dibaca" Terangnya.

Pena : Join

Selasa,02 Oktober 2018 Kecamatan Arahan kedatangan tamu penting dari kabupaten,Perihal kedatangan tamu tersebut memiliki sebuah amanah dari pemerintahan kabupaten Indramayu yang di pimpin oleh Hj. Anna sopana sebagai bupati.
Adapun kunjungan tim dari kabupaten Indramayu ke kecamatan arahan sebagai Tim Penilai sinergitas Kinerja kecamatan.Dan menilai sejauh mana kinerja pihak kecamatan dengan desa yang berada di wilayah tersebut dalam menjalani pemerintahan untuk melayani masyarakat.

Iing Koswara sebagai camat Arahan ketika di mintai tanggapannya tentang kedatangan tim penilai dari kabupaten Indramayu,"Kami merasa terhormat dan siap untuk di nilai atau di evaluasi tentang bagaimana kami bersinergi dengan pihak desa yang ada di wilayah kami,dalam menjalani roda pemerintahan kami tidak bisa sendiri.harus bahu membahu antar pemerintahan,dimulai dari tingkatan desa,camat,kabupaten dan seterusnya agar masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik".tegasnya

Sekretaris camat arahan mengatakan tim dari kabupaten itu sendiri terdiri dari berbagai instansi seperti  dari Kabag tata pemerintahan,sekretaris arsip dan perpustakaan pak Dadang,Kabid koperasi ibu Hajah Rosida,kasie bidang penilaian kinerja disiplin aparatur negara pak Suharto,sekda bidang organisasi pak Pupung,H.abdul Azis,BKD ibu citra dan H.nasrullah Dll ,tujuannya melihat sejauh mana sinergitas dalam menjalankan roda pemerintahan di wilayah kecamatan arahan di segala bidang.

Jono salah satu tokoh pemuda kecamatan arahan mengatakan,"kegiatan tersebut sangat baik,apalagi tentang bagaimana ketika pemerintahan saling bersinergi untuk membangun suatu daerah maka banyak hal positif yang di dapat oleh masyarakat".
(Redaksi)

Kepedulian DPD JOIN kabupaten Indramayu terhadap jaminan kesehatan masyarakat adalah dengan menggandeng dinas kesehatan,Pada hari Selasa 2 Oktober 2018 perwakilan DPD JOIN kabupaten Indramayu berkunjung ke kantor dinas kesehatan kabupaten Indramayu,Dalam rangka mengajak kerjasama tentang sosialisasi atau publikasi tentang kegiatan yang ada di dinas kesehatan.
Pengurus JOIN saat berfoto bersama kadis kesehatan

Kunjungan tersebut di sambut hangat langsung dengan kepala dinas kesehatan Dr.Deden Bonni Koswara ,Setelah memperkenalkan kepengurusan  DPD JOIN kabupaten Indramayu dan sedikit obrolan ringan,ayah Otong(panggilan akrab) dewan penasehat DPD JOIN kabupaten Indramayu."Mempertanyakan perihal Dana kapitasi BPJS yang terhambat dan berdampak kepada pelayan masyarakat".

Masih pada tempat yang sama,hal ini di jawab langsung oleh Dr.Deden Bonni Koswara,"ini masalah regulasi yang seharusnya berada di kementrian kesehatan,Namun Dalam hal ini berada di wilayahnya BPJS suatu badan penjamin kesehatan nasional yang berdiri sendiri sesuai dengan ketentuan undang undang.banyak hal yang yang harus di perbaiki,salah satunya keterlambatan pembayaran peserta BPJS mandiri,untuk di kabupaten Indramayu saja kurang dan lebihnya sebesar Rp.116 milyar".

Aji Adam Pramuja wakil ketua DPD JOIN kabupaten Indramayu berharap pertemuan ini bisa berkelanjutan, dan kedepannya kami Jurnalis On Line Indonesia dapat membantu semua pihak,khususnya dinas kesehatan Indramayu dalam Publikasi pemberitaan,sehingga masyarakat faham tentang pentingnya kesehatan dan bagaiman cara pencegahannya.Dan juga ketika masyarakat berobat di RSUD atau PUSKESMAS setempat faham mekanismenya,sehingga tidak terjadi salah faham antara petugas kesehatan dengan masyarakat.
(Guntur)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget