Articles by "Jawa Barat"
Abrakadabra Konser Adat Air Bersih Aksi Damai Aksi Sosial Alam Analisis Anggaran Daerah Arahan Aset Daerah Aspirasi Asusila Atlet Bali Bandung Bandung Zoo Banjarnegara BANPEM Sekolah Bansos Bantuan Basket Bawaslu Bisnis BMKG BOPO BPK RI BPNT Brimob BSMSS Budaya Budidaya BUMD Bupati Calon Kepala Sekolah CalonKepalaSekolah Cantigi Cirebon Covid 19 CPNS CV DIK CV DIK Bantah Tuduhan Monopoli Daerah Demokrat Depok Desa Dieng Dieng Culture Festival Dieng Culture Festival 2026 Disdik Indramayu DisdikIndramayu Disnaker DPMD DPRD DPRD Indramayu Dugaan Korupsi Dugaan Pungli Edukasi Ekonomi Entertainment Gallery Photo Gallery Video Garda Pemuda Nasdem Garut Gaya Hidup Hak Pekerja Hari Kesaktian Pancasila Hari Santri Nasional Health Hibah Hiburan Hoax Honorer Hukum Hukum & Kriminal HUT Kemerdekaan RI HUT RI HUT TNI Indonesia Indramayu Info Mudik informasi Infrastruktur Inspektorat ITE Jakarta Jambore Basket 2026 Jatibarang Jawa Barat Jawa Tengah JawaBarat Jazz Atas Awan Judi Kajian Religi KAMTIBMAS Kandanghaur Karawang Karnaval SCTV Kejaksaan Kejaksaan Agung Kemerdekaan Kesehatan Kinerja Direksi KNPI KNPI Indramayu KNPI JABAR Kodim 0616 Kodim Indramayu Konflik KONI Konser Ditunda Korupsi APBD KPK KPU Kriminal Kuliner Kunker Lapesdam NU Lebaran Lohbener LPK Kaina Indonesia LSM Gapura LSM Penjara Lucky Hakim Mahasiswa Metro Miras Misteri MLM MTQ Musda Musik Narkoba Nasional Nelayan NKRI NRW Olahraga Pelajar Ono Surono Opini Ormas OTO Pancasila Pasar Pasar Jatibarang Patrol PBVSI PC NU PDAM PDI Perjuangan PDIP Pedagang Pelayanan Publik Pelestarian Budaya Pembangunan Pemda Pemerintah Daerah PemkabIndramayu Pemkot Bandung Pemuda Pencurian Pendapatan Pendidikan Pendidikan Indramayu PendidikanIndramayu Pengabdian Pengadaan Buku Pengadaan Sekolah Penonton Kecewa Perbasi Cup Perbasi Indramayu Perda Perdes Peristiwa Perkawinan Anak Perlindungan Anak Perlindungan Konsumen Persatuan Pertamina Pertanahan Pertanian Perumdam TDA Pesantren Pileg Pilkada Pilkades Pilpres PJTKI PJU PKK PNS Politik POLRI Potret PPP Premanisme Prestasi PT BIMJ PTSL Pungutan Liar PUPR Ramadan ramadhan Razia Retribusi Pasar Revitalisasi Rutilahu Sampah Sapa Warga SatpolPP SBMI Sejarah Seni Seni Tradisional Sindang Sirojudin Sliyeg Sorotan Pendidikan Sosial Sport STPI Sukra Sunatan Masal Tani Teknologi Temuan BPK Tips TKI TKW TNI Tradisi Traffiking Transparansi Transparansi Anggaran Uang Palsu UMKM Universitas Wiralodra Unwir Upacara Voli Volli Wanoja PDI Perjuangan Warisan Budaya Widasari Wisata YSG Kaina Indonesia Zumba


Indramayu, Cakralensa.com — Geliat bola basket usia dini di Jawa Barat kembali bergairah. Sebanyak 15 tim tingkat SD dan SMP dari berbagai daerah di Jawa Barat ambil bagian dalam YSG Kaina Indonesia Basketball Jambore 2026 yang digelar di GOR Dharma Ayu, Kabupaten Indramayu.

Turnamen yang digagas LPK Kaina Indonesia ini bukan sekadar ajang perebutan gelar juara. Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan, menambah jam terbang, sekaligus bertukar pengalaman dengan pemain dari daerah lain.

Direktur LPK Kaina Indonesia sekaligus Ketua Panitia YSG Kaina Indonesia Basketball Jambore 2026, Teguh Adi Koesoemah Putra, mengatakan turnamen tersebut memang dirancang sebagai bagian dari upaya pengembangan bola basket sejak usia dini.

“Tujuan kegiatan ini untuk peningkatan atau pengembangan bola basket usia dini. Pesertanya dari SD dan SMP yang ada di wilayah Jawa Barat,” ujar Teguh, Sabtu (05/09/2026).

Yang membuat turnamen ini semakin menarik, para pemenang tidak berhenti sampai pada kompetisi tingkat Jawa Barat. Mereka akan melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional melalui Champion League.


Sementara itu, panitia juga menyiapkan skema hadiah berupa voucher bagi para juara. Voucher tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung keikutsertaan pada kompetisi tingkat nasional.

Ada hal berbeda yang ingin dibangun LPK Kaina Indonesia melalui turnamen tersebut. Selain menghadirkan persaingan di lapangan, panitia mencoba menghidupkan kembali suasana entertainment dalam kegiatan olahraga. Konsep tersebut diharapkan membuat pertandingan menjadi lebih menarik, baik bagi atlet maupun penonton.

“Kita mencoba memadukan antara entertainment dengan olahraga. Kalau dulu waktu SMP mungkin ada dance dan sebagainya, nah ini sudah mulai dipadukan lagi,” kata Teguh.

Menurutnya, perpaduan olahraga dan hiburan tersebut juga menjadi upaya untuk menghidupkan kembali atmosfer kegiatan olahraga di Indramayu.

Turnamen ini sekaligus menjadi penyelenggaraan perdana. Namun, LPK Kaina Indonesia memastikan kegiatan serupa diharapkan dapat kembali digelar pada masa mendatang dengan menyesuaikan kalender kompetisi Perbasi.


Teguh juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi atlet muda. Sebab, padatnya agenda turnamen dapat membuat waktu pemulihan pemain menjadi sangat terbatas.

“Dari turnamen sebelumnya sampai turnamen yang ke depan jaraknya tidak boleh pendek. Kasihan atletnya,” ujarnya.

Bagi Teguh, salah satu manfaat penting dari turnamen tingkat Jawa Barat adalah terbukanya kesempatan bagi atlet Indramayu untuk berinteraksi langsung dengan pemain dari daerah lain.

Ia berharap para pemain muda Indramayu tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru selama mengikuti kompetisi.

“Harapannya, khususnya atlet-atlet di Indramayu mendapat treatment, sharing ataupun transfer skill dari kabupaten-kabupaten lain, sehingga ke depannya Indramayu bisa lebih maju lagi,” tutur Teguh.

Ia pun memberikan pesan sederhana kepada seluruh peserta yang bertanding.

“Semangat, sportif, dan jaga emosi,” pesannya.

Sementara itu, KONI Kabupaten Indramayu memberikan apresiasi terhadap langkah LPK Kaina Indonesia menggelar turnamen basket tingkat SD dan SMP se-Jawa Barat tersebut.

Apresiasi disampaikan Sekretaris KONI Indramayu, H. Maman Kostaman. Menurutnya, keterlibatan pihak swasta dalam pembinaan olahraga sangat penting untuk memperkuat proses regenerasi atlet.

“Saya memberikan apresiasi kepada LPK Kaina yang sudah bisa melaksanakan turnamen basket SD-SMP se-Jawa Barat,” kata Maman.

Ia menilai pembinaan olahraga tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan organisasi olahraga. Dunia usaha maupun lembaga swasta juga memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem pembinaan atlet.

“Dunia olahraga ini bukan hanya kewajiban pemerintah dan KONI. Entitas swasta juga harus bisa mendorong bagaimana pembibitan dunia olahraga ini bisa berjalan,” ujarnya.

Menurut Maman, bola basket memiliki basis penggemar yang cukup besar di Indramayu. Sejumlah klub juga telah berkembang dan menjadi bagian dari pembinaan atlet di daerah.

Karena itu, usia SD dan SMP dianggap menjadi fase penting dalam menyiapkan atlet masa depan.

“Usia emas ini dimulai dari SD, SMP sehingga nanti diharapkan menjadi atlet masa depan dalam jangka waktu lima sampai tujuh tahun,” jelasnya.

Melihat antusiasme peserta dan penonton, Maman berharap YSG Kaina Indonesia Basketball Jambore tidak berhenti pada pelaksanaan perdana.


Ia bahkan mendorong agar turnamen tersebut dapat menjadi agenda tahunan di Kabupaten Indramayu.

“Tadi saya sudah ngobrol dengan Mas Teguh, event yang diadakan Kaina ini bisa menjadi event tahunan. Dan kalau se-Jawa Barat, luar biasa. Indramayu bisa mengadakan turnamen basket SD-SMP se-Jawa Barat,” katanya.

Maman juga menyoroti kualitas permainan atlet muda yang bertanding. Menurutnya, kemampuan teknik dasar para pemain sudah cukup terlihat, mulai dari penguasaan bola hingga kemampuan dribble.

Ia menilai modal tersebut harus dijaga melalui latihan yang berkesinambungan.

“Ini tergantung daripada kontinuitas pelatihan dan metode pelatihan,” ujarnya.

Maman menyebut Indramayu sebenarnya memiliki modal yang cukup baik untuk mengembangkan olahraga basket. Selain klub yang mulai berkembang, Indramayu juga memiliki pelatih yang telah memiliki sertifikasi.

Namun, pembinaan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara Perbasi, KONI, klub, pelatih, sekolah, dan orang tua agar potensi atlet muda dapat berkembang secara maksimal.

“Bagaimana sinergi nanti antara Perbasi Indramayu, KONI, kemudian kalau setingkat SD ini dengan para orang tua,” katanya.

Ia menambahkan, penampilan para atlet dalam turnamen menunjukkan bahwa kemampuan dasar basket sudah mulai terbentuk sejak usia dini.

“Penguasaan teknik, dribble dan sebagainya sudah kelihatan. Di usia dini juga sudah terlihat. Tinggal bagaimana kontinuitas pelatihan mereka. Teknik-teknik dasar mereka sudah bagus sekali,” pungkasnya.


YSG Kaina Indonesia Basketball Jambore 2026 pun menjadi lebih dari sekadar pertandingan. Dari GOR Dharma Ayu Indramayu, turnamen ini menjadi salah satu panggung untuk melihat sekaligus menempa calon-calon atlet basket masa depan Jawa Barat.

Jika pembinaan, kompetisi, dan dukungan berbagai pihak terus berjalan berkesinambungan, bukan tidak mungkin dari lapangan-lapangan basket usia dini inilah kelak lahir pemain yang membawa nama Indramayu dan Jawa Barat ke level nasional bahkan lebih tinggi. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Hilal Hilmawan, menegaskan komitmennya untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Indramayu, termasuk para pedagang yang beraktivitas di kawasan Sport Center.

Hal itu disampaikan Hilal saat menerima puluhan pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Indramayu Bersatu (PPIB) dalam pertemuan silaturahmi di Rumah Aspirasi Hilal Hilmawan, Singaraja, Indramayu.

Para pedagang menyampaikan sejumlah persoalan mulai dari drainase, banjir, keamanan, kondisi gerobak, fasilitas publik hingga gagasan menjadikan Sport Center sebagai kawasan yang lebih tertata dan memiliki daya tarik ekonomi.

Menanggapi seluruh aspirasi tersebut, Hilal memastikan persoalan yang disampaikan pedagang tidak berhenti sebagai pembicaraan dalam forum.

“Aspirasi para pedagang ini akan kami perjuangkan,” ujar Hilal. Senin, (10/08).


Dalam pertemuan itu, Hilal juga menyinggung persoalan eceng gondok yang selama ini menjadi salah satu persoalan lingkungan di Indramayu.

Namun, ia melihat persoalan tersebut tidak harus berhenti sebagai masalah lingkungan. Eceng gondok dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya kerajinan anyaman.

“Eceng gondok ini bisa dikembangkan menjadi produk kerajinan seperti anyaman. Masyarakat bisa diberikan pelatihan dan penguatan sumber daya manusia,” ujarnya.


Menurut Hilal, pendekatan tersebut penting agar persoalan lingkungan dapat sekaligus menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menguji sejauh mana aspirasi masyarakat dapat diterjemahkan menjadi kebijakan konkret. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com – Wacana pemberlakuan kembali Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMA dan SMK negeri di Jawa Barat kembali menjadi perbincangan publik. Usulan yang mencuat menyebutkan SPP hanya akan dikenakan kepada keluarga yang masuk kategori desil 6 hingga desil 10, sementara siswa dari keluarga kurang mampu atau desil 1 hingga desil 5 tetap dibebaskan dari kewajiban membayar.

Di tengah polemik tersebut, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, S.T., menyampaikan penolakannya terhadap wacana tersebut. Melalui video yang diunggah di media sosial pribadinya pada Kamis (16/07/2026), politikus yang akrab disapa Mang Ono itu menilai pemerintah seharusnya tetap berpegang pada amanat peraturan perundang-undangan yang menjamin hak masyarakat memperoleh pendidikan.

Menurut Ono Surono, sektor pendidikan telah memiliki ketentuan yang jelas mengenai alokasi anggaran melalui skema mandatory spending, yaitu minimal 20 persen dari APBN, APBD provinsi, maupun APBD kabupaten/kota dialokasikan untuk pendidikan. Selain itu, terdapat program wajib belajar 12 tahun yang menjadi bentuk tanggung jawab negara dalam menjamin akses pendidikan bagi seluruh warga negara.

"Negara memberikan hak kepada warga negara untuk mendapatkan pendidikan selama 12 tahun, terutama bagi mereka yang bersekolah di sekolah negeri. Karena itu, saya berharap siapa pun yang mewacanakan pemberlakuan kembali SPP, wacana tersebut tidak ditindaklanjuti," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa masih banyak kebutuhan dasar sekolah negeri yang belum terpenuhi. Mulai dari ruang kelas, laboratorium, sarana olahraga, sarana ibadah, hingga berbagai fasilitas penunjang pembelajaran lainnya masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

Menurutnya, kekurangan fasilitas tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah yang seharusnya dipenuhi melalui optimalisasi anggaran pendidikan, bukan dengan membebankan biaya tambahan kepada masyarakat melalui penarikan SPP.

Dirinya juga menyoroti usulan yang menggunakan kategori desil sebagai dasar penentuan siswa yang wajib membayar SPP. Menurutnya, validitas data desil masih menyisakan berbagai persoalan di lapangan.

Ia mencontohkan masih banyak masyarakat yang sebenarnya tergolong kurang mampu, namun tidak menerima bantuan sosial atau bahkan kepesertaan BPJS Kesehatan mereka dinonaktifkan karena tercatat berada pada kategori desil yang lebih tinggi.

"Apakah masyarakat yang masuk desil 6 sampai desil 10 sudah pasti memiliki kemampuan ekonomi yang besar? Belum tentu. Faktanya masih banyak data yang bermasalah sehingga masyarakat yang sebenarnya tidak mampu justru tidak mendapatkan bantuan," ujarnya.

Karena itu, Ono Surono menilai penggunaan data desil sebagai dasar pemberlakuan SPP berpotensi menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat.


Sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, ia justru mendorong agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat memaksimalkan penggunaan APBD untuk memenuhi seluruh kebutuhan pendidikan yang menjadi kewenangannya, khususnya pada SMA, SMK, dan SLB negeri.

Menurutnya, anggaran pendidikan harus diprioritaskan untuk penyediaan ruang kelas yang layak, laboratorium, sarana dan prasarana pembelajaran, fasilitas olahraga, kebutuhan operasional sekolah, hingga pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik.

Selain sekolah negeri, dirinya juga meminta pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota meningkatkan dukungan terhadap sekolah swasta melalui bantuan pembangunan ruang kelas baru, peningkatan sarana dan prasarana, serta bentuk dukungan lainnya agar kualitas pendidikan dapat meningkat secara merata.

"Untuk DPRD Jawa Barat, menurut saya kita fokus saja bagaimana mendorong APBD Provinsi Jawa Barat agar mampu menyelesaikan seluruh kebutuhan fasilitas sekolah negeri yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, termasuk operasional sekolah, sarana-prasarana pembelajaran, hingga kebutuhan guru," katanya.

Di akhir pernyataannya, Ono Surono kembali berharap agar pembahasan mengenai pemberlakuan kembali SPP di sekolah negeri tidak dilanjutkan dan pemerintah lebih mengutamakan penguatan pembiayaan pendidikan melalui anggaran negara maupun daerah demi menjamin akses pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat Jawa Barat. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com – Semangat juang para atlet pelajar Kabupaten Indramayu terus menyala menjelang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA) Jawa Barat 2026. Kontingen Kabupaten Indramayu secara resmi dilepas oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Indramayu, Dr. Ahmad Syadali, M.Ed., pada Kamis (2/7/2026) di halaman Kantor Disparra Kabupaten Indramayu.

POPWILDA Jawa Barat 2026 akan berlangsung pada 6–11 Juli 2026 di Kota Cirebon. Kabupaten Indramayu tergabung dalam Wilayah III bersama Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Pangandaran.

Pada ajang tersebut, ada lima cabang olahraga, yakni bola basket, bola voli indoor, pencak silat, sepak bola, dan sepak takraw. Seluruh atlet Kabupaten Indramayu diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama baik Kabupaten Indramayu di tingkat wilayah.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Indramayu yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Dr. Ahmad Syadali, M.Ed., menegaskan bahwa pelepasan kontingen merupakan bentuk dukungan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mendorong peningkatan prestasi olahraga pelajar.

Menurutnya, seluruh atlet harus menjadikan ajang ini sebagai momentum untuk menunjukkan hasil dari latihan yang telah dijalani dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.


"Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap seluruh atlet mampu memberikan penampilan terbaik, meraih prestasi yang membanggakan, serta mengharumkan nama daerah di tingkat wilayah," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Dr. Ahmad Syadali juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh atlet diberikan kesehatan, kelancaran, serta kesuksesan dalam setiap pertandingan.

Sementara itu, Sekretaris Umum PBVSI Kabupaten Indramayu, Jujun Juhanda, menyampaikan bahwa pihaknya tetap memberikan dukungan penuh kepada para atlet, khususnya cabang olahraga bola voli. Menurutnya, keterbatasan anggaran yang dihadapi pada pelaksanaan POPWILDA tahun ini tidak boleh menjadi penghalang bagi semangat para atlet untuk berprestasi.


"Meskipun pada pelaksanaan POPWILDA tahun ini kami menghadapi keterbatasan anggaran, hal itu tidak akan mengurangi semangat kami untuk berjuang. PBVSI Kabupaten Indramayu tetap optimistis para atlet mampu tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik. Kami percaya dengan kerja keras, disiplin, dan mental bertanding yang dimiliki para atlet, prestasi tetap bisa diraih. Semoga mereka mampu mengharumkan nama Kabupaten Indramayu," ujar Jujun.

Dengan semangat kebersamaan serta tekad yang kuat dari seluruh atlet, pelatih, dan ofisial, Kontingen Kabupaten Indramayu optimistis mampu bersaing di POPWILDA Jawa Barat 2026 serta membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi masyarakat Indramayu. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com – Sebanyak 28 anggota Polisi Cilik (Pocil) binaan Polres Indramayu diberangkatkan menuju Cikeas, Kabupaten Bogor, untuk mengikuti latihan gabungan sebagai persiapan tampil pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Mabes Polri.

Keberangkatan rombongan dilepas langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K., didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Indramayu dan orang tua peserta, Rabu (24/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para peserta didampingi tiga pelatih, yakni Salsa, Desti, dan Farhan. Sementara pengamanan serta pengawasan selama perjalanan hingga pelaksanaan latihan dilakukan oleh Kanit Kamseltibcarlantas Satlantas Polres Indramayu IPDA Dedi Hermanto, S.H., M.H., bersama AIPTU Andi Hermawan dan AIPTU Warsa, S.H.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang menyampaikan bahwa terpilihnya Polisi Cilik Dermayu sebagai bagian dari kontingen binaan Polda Jawa Barat merupakan sebuah prestasi sekaligus kebanggaan bagi Polres Indramayu.


Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini berhasil membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta menanamkan semangat cinta tanah air dan kecintaan terhadap institusi Polri sejak usia dini.

"Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ikuti setiap rangkaian latihan dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab agar dapat memberikan penampilan terbaik pada Hari Bhayangkara ke-80," ujar Kapolres.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kondisi fisik, kekompakan, dan nama baik daerah selama mengikuti pemusatan latihan di Cikeas.


Polisi Cilik yang mengikuti latihan gabungan merupakan peserta terpilih dari berbagai jajaran kepolisian di bawah Polda Jawa Barat, di antaranya Polresta Bandung, Polrestabes Bandung, Polres Cimahi, Polresta Bogor, Polres Subang, Polres Garut, serta Polres Indramayu. Nantinya, mereka akan tampil bersama dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu akan mengirimkan sebanyak 10 pemain sepak bola usia di bawah 17 tahun (U-17) untuk mengikuti seleksi Tim Sukarno Cup tingkat Jawa Barat yang digelar oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.
‎
‎Seleksi yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 16 Mei 2026 mendatang. Para pemain yang lolos dalam tahapan seleksi nantinya akan memperkuat tim sepak bola DPD PDI Perjuangan Jawa Barat pada ajang Sukarno Cup.
‎
‎Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si., mengatakan, keikutsertaan para pemain muda asal Indramayu tersebut merupakan bentuk komitmen partai dalam mendukung pengembangan bakat generasi muda di bidang olahraga, khususnya sepak bola.
‎
‎Menurutnya, Sukarno Cup bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah pencarian dan pembinaan talenta muda potensial dari berbagai daerah di Jawa Barat.
‎
‎“DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu mendukung penuh kegiatan ini. Kami ingin anak-anak muda Indramayu memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat Jawa Barat. Harapannya, dari seleksi ini lahir bibit-bibit pesepak bola handal yang nantinya bisa berkembang menjadi pemain profesional,” ujar Sirojudin.
‎
‎Ia menjelaskan, pelaksanaan Sukarno Cup sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2025 lalu. Namun pada penyelenggaraan perdana tersebut, proses seleksi belum dilakukan hingga tingkat kabupaten dan kota.
‎
‎“Untuk tahun 2026 ini, DPD PDI Perjuangan Jawa Barat melakukan seleksi lebih terbuka dengan melibatkan masing-masing kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Ini langkah positif untuk menjaring pemain muda berbakat secara lebih merata,” katanya.
‎
‎Sirojudin menambahkan, seluruh kebutuhan akomodasi peserta asal Indramayu selama mengikuti proses seleksi akan difasilitasi oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga usia muda.
‎
‎“Kami berharap para pemain dapat menjaga semangat, disiplin, dan sportivitas selama mengikuti seleksi. Mudah-mudahan ada putra daerah Indramayu yang berhasil lolos dan membawa nama baik daerah di tingkat Jawa Barat,” pungkasnya. (Wira)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget