YSG Kaina Indonesia Basketball Jambore 2026 Jadi Panggung Bibit Basket Muda Se-Jawa Barat


Indramayu, Cakralensa.com — Geliat bola basket usia dini di Jawa Barat kembali bergairah. Sebanyak 15 tim tingkat SD dan SMP dari berbagai daerah di Jawa Barat ambil bagian dalam YSG Kaina Indonesia Basketball Jambore 2026 yang digelar di GOR Dharma Ayu, Kabupaten Indramayu.

Turnamen yang digagas LPK Kaina Indonesia ini bukan sekadar ajang perebutan gelar juara. Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan, menambah jam terbang, sekaligus bertukar pengalaman dengan pemain dari daerah lain.

Direktur LPK Kaina Indonesia sekaligus Ketua Panitia YSG Kaina Indonesia Basketball Jambore 2026, Teguh Adi Koesoemah Putra, mengatakan turnamen tersebut memang dirancang sebagai bagian dari upaya pengembangan bola basket sejak usia dini.

“Tujuan kegiatan ini untuk peningkatan atau pengembangan bola basket usia dini. Pesertanya dari SD dan SMP yang ada di wilayah Jawa Barat,” ujar Teguh, Sabtu (05/09/2026).

Yang membuat turnamen ini semakin menarik, para pemenang tidak berhenti sampai pada kompetisi tingkat Jawa Barat. Mereka akan melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional melalui Champion League.


Sementara itu, panitia juga menyiapkan skema hadiah berupa voucher bagi para juara. Voucher tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung keikutsertaan pada kompetisi tingkat nasional.

Ada hal berbeda yang ingin dibangun LPK Kaina Indonesia melalui turnamen tersebut. Selain menghadirkan persaingan di lapangan, panitia mencoba menghidupkan kembali suasana entertainment dalam kegiatan olahraga. Konsep tersebut diharapkan membuat pertandingan menjadi lebih menarik, baik bagi atlet maupun penonton.

“Kita mencoba memadukan antara entertainment dengan olahraga. Kalau dulu waktu SMP mungkin ada dance dan sebagainya, nah ini sudah mulai dipadukan lagi,” kata Teguh.

Menurutnya, perpaduan olahraga dan hiburan tersebut juga menjadi upaya untuk menghidupkan kembali atmosfer kegiatan olahraga di Indramayu.

Turnamen ini sekaligus menjadi penyelenggaraan perdana. Namun, LPK Kaina Indonesia memastikan kegiatan serupa diharapkan dapat kembali digelar pada masa mendatang dengan menyesuaikan kalender kompetisi Perbasi.


Teguh juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi atlet muda. Sebab, padatnya agenda turnamen dapat membuat waktu pemulihan pemain menjadi sangat terbatas.

“Dari turnamen sebelumnya sampai turnamen yang ke depan jaraknya tidak boleh pendek. Kasihan atletnya,” ujarnya.

Bagi Teguh, salah satu manfaat penting dari turnamen tingkat Jawa Barat adalah terbukanya kesempatan bagi atlet Indramayu untuk berinteraksi langsung dengan pemain dari daerah lain.

Ia berharap para pemain muda Indramayu tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru selama mengikuti kompetisi.

“Harapannya, khususnya atlet-atlet di Indramayu mendapat treatment, sharing ataupun transfer skill dari kabupaten-kabupaten lain, sehingga ke depannya Indramayu bisa lebih maju lagi,” tutur Teguh.

Ia pun memberikan pesan sederhana kepada seluruh peserta yang bertanding.

“Semangat, sportif, dan jaga emosi,” pesannya.

Sementara itu, KONI Kabupaten Indramayu memberikan apresiasi terhadap langkah LPK Kaina Indonesia menggelar turnamen basket tingkat SD dan SMP se-Jawa Barat tersebut.

Apresiasi disampaikan Sekretaris KONI Indramayu, H. Maman Kostaman. Menurutnya, keterlibatan pihak swasta dalam pembinaan olahraga sangat penting untuk memperkuat proses regenerasi atlet.

“Saya memberikan apresiasi kepada LPK Kaina yang sudah bisa melaksanakan turnamen basket SD-SMP se-Jawa Barat,” kata Maman.

Ia menilai pembinaan olahraga tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan organisasi olahraga. Dunia usaha maupun lembaga swasta juga memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem pembinaan atlet.

“Dunia olahraga ini bukan hanya kewajiban pemerintah dan KONI. Entitas swasta juga harus bisa mendorong bagaimana pembibitan dunia olahraga ini bisa berjalan,” ujarnya.

Menurut Maman, bola basket memiliki basis penggemar yang cukup besar di Indramayu. Sejumlah klub juga telah berkembang dan menjadi bagian dari pembinaan atlet di daerah.

Karena itu, usia SD dan SMP dianggap menjadi fase penting dalam menyiapkan atlet masa depan.

“Usia emas ini dimulai dari SD, SMP sehingga nanti diharapkan menjadi atlet masa depan dalam jangka waktu lima sampai tujuh tahun,” jelasnya.

Melihat antusiasme peserta dan penonton, Maman berharap YSG Kaina Indonesia Basketball Jambore tidak berhenti pada pelaksanaan perdana.


Ia bahkan mendorong agar turnamen tersebut dapat menjadi agenda tahunan di Kabupaten Indramayu.

“Tadi saya sudah ngobrol dengan Mas Teguh, event yang diadakan Kaina ini bisa menjadi event tahunan. Dan kalau se-Jawa Barat, luar biasa. Indramayu bisa mengadakan turnamen basket SD-SMP se-Jawa Barat,” katanya.

Maman juga menyoroti kualitas permainan atlet muda yang bertanding. Menurutnya, kemampuan teknik dasar para pemain sudah cukup terlihat, mulai dari penguasaan bola hingga kemampuan dribble.

Ia menilai modal tersebut harus dijaga melalui latihan yang berkesinambungan.

“Ini tergantung daripada kontinuitas pelatihan dan metode pelatihan,” ujarnya.

Maman menyebut Indramayu sebenarnya memiliki modal yang cukup baik untuk mengembangkan olahraga basket. Selain klub yang mulai berkembang, Indramayu juga memiliki pelatih yang telah memiliki sertifikasi.

Namun, pembinaan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara Perbasi, KONI, klub, pelatih, sekolah, dan orang tua agar potensi atlet muda dapat berkembang secara maksimal.

“Bagaimana sinergi nanti antara Perbasi Indramayu, KONI, kemudian kalau setingkat SD ini dengan para orang tua,” katanya.

Ia menambahkan, penampilan para atlet dalam turnamen menunjukkan bahwa kemampuan dasar basket sudah mulai terbentuk sejak usia dini.

“Penguasaan teknik, dribble dan sebagainya sudah kelihatan. Di usia dini juga sudah terlihat. Tinggal bagaimana kontinuitas pelatihan mereka. Teknik-teknik dasar mereka sudah bagus sekali,” pungkasnya.


YSG Kaina Indonesia Basketball Jambore 2026 pun menjadi lebih dari sekadar pertandingan. Dari GOR Dharma Ayu Indramayu, turnamen ini menjadi salah satu panggung untuk melihat sekaligus menempa calon-calon atlet basket masa depan Jawa Barat.

Jika pembinaan, kompetisi, dan dukungan berbagai pihak terus berjalan berkesinambungan, bukan tidak mungkin dari lapangan-lapangan basket usia dini inilah kelak lahir pemain yang membawa nama Indramayu dan Jawa Barat ke level nasional bahkan lebih tinggi. (Wira)

YSG Kaina Indonesia Basketball Jambore 2026 di Indramayu menjadi panggung pembinaan bibit basket muda SD-SMP se-Jawa Barat menuju level nasional.

Posting Komentar

[facebook]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget