Bupati Lucky Hakim Minta Maaf, Perumdam Tirta Dharma Ayu Ungkap Penyebab Gangguan Air hingga Sepekan
Indramayu, Cakralensa.com– Bupati Lucky Hakim bersama jajaran direksi Perumdam Tirta Dharma Ayu (Perumdam TDA) memberikan klarifikasi terkait gangguan layanan air bersih yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah. Senin (30/03/2026)
Didampingi Direktur Utama Perumdam TDA, Nurpan, serta dewan pengawas, Lucky Hakim secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya distribusi air yang bahkan sempat terhenti hingga satu pekan di beberapa kecamatan.
“Pertama, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan, khususnya yang terdampak. Kami akui pelayanan kemarin belum optimal, bahkan bisa dibilang buruk di beberapa titik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh keluhan masyarakat menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Setiap laporan, kata dia, akan ditindaklanjuti secara cepat oleh jajaran direksi.
“Saya melihat secara global. Untuk teknis, silakan langsung kepada direksi agar penjelasannya lebih komprehensif,” tambahnya.
Direktur Utama Perumdam Tirta Dharma Ayu, Nurpan, menjelaskan bahwa gangguan layanan dipicu oleh keterbatasan kapasitas produksi air yang tidak sebanding dengan jumlah pelanggan.
Saat ini, Perumdam TDA melayani sekitar 157 ribu sambungan, sementara kapasitas produksi hanya mencapai sekitar 130 ribu liter per detik. Angka tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal sebesar 200 ribu liter per detik.
“Secara kapasitas kami sudah overload. Masih ada kekurangan sekitar 70 ribu liter per detik, sehingga berdampak pada distribusi, terutama saat terjadi gangguan,” jelasnya.
Kondisi ini diperparah oleh tingginya kekeruhan air baku, khususnya saat musim hujan. Air yang bersumber dari Sungai Cimanuk membawa material lumpur dari wilayah hulu, sehingga menyulitkan proses pengolahan.
“Tingkat kekeruhan yang normalnya sekitar 1.000 NTU bisa melonjak hingga 11.000 NTU. Ini menjadi tantangan besar karena kami sangat bergantung pada satu sumber air baku,” ungkapnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Perumdam TDA telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Dalam jangka pendek, suplai air sebesar 80 liter per detik akan dialihkan dari sektor industri ke kebutuhan rumah tangga. Selain itu, tambahan pasokan air dari wilayah Kuningan ditargetkan mulai masuk pada Mei mendatang.
“Jika berjalan sesuai rencana, distribusi air akan mulai stabil pada Juni,” kata Nurpan.
Sementara dalam jangka panjang, Perumdam TDA merencanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 200 liter per detik di wilayah Sindang, serta pengembangan fasilitas di Widasari untuk mengatasi daerah yang masuk zona merah layanan.
Pembangunan reservoir juga akan dilakukan sebagai cadangan saat kondisi air baku mengalami kekeruhan tinggi.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait lonjakan tagihan, Nurpan menjelaskan bahwa hal tersebut umumnya disebabkan oleh kebocoran instalasi di rumah pelanggan, pembacaan meter yang kurang optimal, serta keterlambatan pembayaran.
“Sering kali kebocoran tidak disadari. Selain itu, kendala pembacaan meter juga bisa menyebabkan estimasi pemakaian kurang akurat,” ujarnya.
Di sisi lain, kondisi jaringan pipa yang sudah tua juga menjadi faktor penurunan kualitas layanan, termasuk munculnya air keruh. Oleh karena itu, rehabilitasi jaringan akan dilakukan secara bertahap.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan, Perumdam Tirta Dharma Ayu tengah mengembangkan aplikasi pengaduan berbasis Android. Aplikasi ini dilengkapi fitur pelaporan berbasis titik koordinat (geotagging), pengecekan tagihan, hingga sistem pembayaran.
“Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa langsung melaporkan gangguan tanpa harus menjelaskan lokasi secara detail,” jelas Nurpan.
Terkait isu penggunaan bahan kimia, pihaknya memastikan seluruh proses pengolahan air telah memenuhi standar keamanan.
“Tidak ada bahan kimia berbahaya. Yang terjadi lebih kepada ketidaktepatan komposisi saat tingkat kekeruhan meningkat drastis,” tegasnya.
Ke depan, Perumdam TDA berkomitmen meningkatkan pengawasan kualitas air melalui pengujian laboratorium secara berkala guna memastikan air yang didistribusikan tetap aman dan layak konsumsi.




