Articles by "Budaya"


Indramayu, Cakralensa.com - Tradisi Halalbihalal pasca Idul Fitri di Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, kembali berlangsung meriah pada Selasa (24/3/2026). Agenda tahunan bertajuk Karnaval Krasak Sahitya Raksa ini sukses menarik antusiasme ribuan warga dengan menampilkan pawai ogoh-ogoh yang spektakuler.

Sebanyak 19 replika tokoh legenda Nusantara turut ambil bagian dalam karnaval tersebut. Beragam figur ikonik seperti Jaka Tingkir hingga legenda Gunung Merapi ditampilkan dengan penuh kreativitas oleh masing-masing peserta dari setiap RT.

Kuwu Desa Krasak, Khairul Isma Arif, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi turun-temurun yang telah berlangsung lebih dari 52 tahun.

“Biasanya selalu dilaksanakan di bulan Syawal setelah perayaan Idul Fitri,” ujarnya saat ditemui usai melepas peserta karnaval di depan Balai Desa Krasak.

Ia menjelaskan, setiap peserta diberikan kebebasan berkreasi sesuai tema yang ditentukan panitia. Tahun ini, tema yang diangkat adalah legenda Nusantara, yang diharapkan dapat mengangkat kembali nilai-nilai budaya lokal.

Suasana semakin semarak ketika ribuan warga memadati sepanjang jalan raya Jatibarang–Indramayu usai sholat Magrib. Mereka rela berdesakan demi menyaksikan iring-iringan ogoh-ogoh, patung besar berbahan bambu dan kertas yang menjadi daya tarik utama acara.

Tak hanya warga Desa Krasak, masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Jatibarang juga turut hadir meramaikan perayaan tersebut.

Arif juga berpesan kepada generasi muda agar terus menjaga dan melestarikan tradisi budaya.
“Kegiatan adat, kesenian, dan budaya adalah mandat dari leluhur yang wajib kita teruskan,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan yang tetap terjaga, Halalbihalal di Desa Krasak bukan sekedar hiburan tahunan, tetapi juga menjadi simbol kuat pelestarian budaya dan solidaritas masyarakat. Tradisi ini terus hidup dan berkembang, mempererat persaudaraan sekaligus menjadi kebanggaan Desa Krasak.

Indonesia Memang Kaya akan Khasanah Budaya Bangsa yang dilahirkan dari Nenek Moyang Kita salah satunnya adalah Jenis Kesenian atau tarian di Jawa Barat Yakni Tari Jaipong.
Tari jaipong asal jawa barat

Pengertian Tari Jaipong

Jaipongan adalah sebuah aliran seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman Berasal dari Bandung, Gugum Gumbira. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu.
Gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian di atas cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenal dengan nama Jaipongan.

Sebagai tarian pergaulan, tari Jaipong berhasil dikembangkan oleh Seniman Sunda menjadi tarian yang memasyarakat dan sangat digemari oleh masyarakat Jawa Barat (khususnya), bahkan populer sampai di luar Jawa Barat.

Menyebut Jaipongan sebenarnya tak hanya akan mengingatkan orang pada sejenis tari tradisi Sunda yang atraktif dengan gerak yang dinamis. Tangan, bahu, dan pinggul selalu menjadi bagian dominan dalam pola gerak yang lincah, diiringi oleh pukulan kendang. Terutama pada penari perempuan, seluruhnya itu selalu dibarengi dengan senyum manis dan kerlingan mata. Inilah sejenis tarian pergaulan dalam tradisi tari Sunda yang muncul pada akhir tahun 1970-an yang sampai hari ini popularitasnya masih hidup di tengah masyarakat.

Sebelum bentuk seni pertunjukan ini muncul, ada beberapa pengaruh yang melatarbelakangi bentuk tari pergaulan ini. Di Jawa Barat misalnya, tari pergaulan merupakan pengaruh dari Ball Room, yang biasanya dalam pertunjukan tari-tari pergaulan tak lepas dari keberadaan ronggeng dan pamogoran. Ronggeng dalam tari pergaulan tidak lagi berfungsi untuk kegiatan upacara, tetapi untuk hiburan atau cara gaul.

Keberadaan ronggeng dalam seni pertunjukan memiliki daya tarik yang mengundang simpati kaum pamogoran. Misalnya pada tari Ketuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat Sunda, diperkirakan kesenian ini populer sekitar tahun 1916. Sebagai seni pertunjukan rakyat, kesenian ini hanya didukung oleh unsur-unsur sederhana, seperti waditra yang meliputi rebab, kendang, dua buah kulanter, tiga buah ketuk, dan gong. Demikian pula dengan gerak-gerak tarinya yang tidak memiliki pola gerak yang baku, kostum penari yang sederhana sebagai cerminan kerakyatan.
[ads-post]
Seiring dengan memudarnya jenis kesenian di atas, mantan pamogoran (penonton yang berperan aktif dalam seni pertunjukan Ketuk Tilu / Doger / Tayub) beralih perhatiannya pada seni pertunjukan Kliningan, yang di daerah Pantai Utara Jawa Barat (Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu, dan Subang) dikenal dengan sebutan Kliningan Bajidoran yang pola tarinya maupun peristiwa pertunjukannya mempunyai kemiripan dengan kesenian sebelumnya (Ketuk Tilu / Doger / Tayub). Dalam pada itu, eksistensi tari-tarian dalam Topeng Banjet cukup digemari, khususnya di Karawang, di mana beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari tarian dalam Topeng Banjet ini.

Secara koreografis tarian itu masih menampakan pola-pola tradisi (Ketuk Tilu) yang mengandung unsur gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid yang pada gilirannya menjadi dasar penciptaan tari Jaipongan. Beberapa gerak-gerak dasar tari Jaipongan selain dari Ketuk Tilu, Ibing Bajidor serta Topeng Banjet adalah Tayuban dan Pencak Silat.

Indarmayu- Pada hari libur ini ( Minggu, 2/11/18 ) Bapak Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi. M. Si mengajak keluarga untuk mencintai Produk - Produk Jajanan Lokal, salah satu nya Jajanan Dodol yang terletak di Daerah karangampel Indramayu.

Supendi mengungkapkan bahwa makanan khas memang memiliki hubungan yang sangat erat dengan keberadaan budaya, karena seiring berjalannya peradaban, makanan memang tidak pernah lepas dari kehidupan, oleh karena itulah kebudayaan erat dan berjalan beriringan dengan kuliner.

Melestarikan budaya memang bukan pekerjaan yang mudah, tapi dengan niat tulus dan usaha yang gigih menjaga budaya menjadi hal yang mudah.

Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah mungkin melestarikan budaya menjadi hal yang mudah, tapi memang tidak begitu adanya. Masyarakat dengan swadaya sendiri bangkit untuk menjaga juga melestarikannya.
[Ads-post]
Yang terpenting adalah melestarikan dan memperkenalkan budaya kita kepada Daerah kita sendiri dan Daerah lain agar setiap orang bisa mengenal dan ikut melestarikan. Bayangkan saja, bagaimana bisa mempertahankan juga melestarikan budaya sendiri tapi kita sendiri tidak tahu budaya kita sendiri.

Selain itu juga hal demikian dapat membantu serta meningkatkan ekonomi keluarga, hal semacam ini perlu sangat di kembangkan sebagai produk - produk unggulan pada sektor kuliner jajanan khas Indramayu. "Pungkas Pria dengan senyum yang khas ini". (Redaksi )

Indramayu,(23/10/2018) Acara sedekah bumi petani penggarap hutan  di wilayah desa Amis kecamatan cikedung  kabupaten Indramayu, Dalam acara ini  mengirim do'a untuk keberkahan bersama para petani.
Sedangkan acara tersebut Hari rabu ( 24-10-2018)  pukul 10 siang sampai selesai. Estimasi peserta yang hadir kurang lebih 10.000 (sepuluh ribu) Anggota F-KAMIS  Dan petani penggarap hutan.

Dalam acara ini di hadiri pendiri forum komunikasi masyarakat indramayu selatan F- KAMIS  TARYADI' Selaku  Dewan pendiri F-kamis dan dihadiri H. yosep ibrahim selaku pembina DPP paguyuban darma'ayu walhi jabar, Front pembela rakyat bandung, Pokja perhutanan sosial jawa barat, gerakan masyarakat bawah indonesia, ( GMBI)  indramayu, (LMP) Laskar merah putih indramayu, Tokoh ulama jawabarat,kiai H .usfuri Dari Compreng kabupaten subang, di bantu lembaga-lembaga lokal indramayu,  dan ketua F- KAMIS, Suherman dan haryadi selaku dewan pendiri F-kamis.

Taryadi selaku Dewan pendiri F - KAMIS mengatakan dan menginginkan agar tanah garapan bisa di garap lagi dan dimiliki rakyat,karena untuk penguatan ekonomi rakyat. "kita menyatukan seluruh kekuatan massa dan selalu berharap ridho Allah SWT, yakinlah perjuangkan kita pasti menang,RAWE-RAWE RANTAS,MALANG-MALANG PUTUNG.
[ads-post]
Kepada perjuangan masyarakat petani penggarap lahan untuk mempertahankan lahan garapan  yang sudah di garap,Sekali menggarap  tetap menang,tuntutannya adalah hak garapan kepada masyarakat sepenuhnya perjuangan kita medapatkan kemenangan bagi petani hutan garap". taryadi.

H.Yosep ibrahim selaku DPP Penguyuban Darma ayu mengatakan, "khususnya kami meminta dari pihak PG pabrik gula PT  rajawali dua cobalah membukakan diri dan membentuk dialog atau bentuk apa saja, (PG)  pabrik gula adalah milik BUMN tapi belum diketahui sejarah ini adalah milik kita semua,bahwa tanah ini milik rakyat bukan milik (PG), sebelum digarap (PG) pabrik gula  PT.Rajawali dua  tanah ini sudah digarap rakyat dulu, kehadirannya PG pabrik gula bukanya mengurangi pengangguran tapi justru menambah pengangguran,karena tidak dibangun dengan sinergi sama rakyat penyangga hutan,sehingga masayarakat akan  mengambil kembali  tanah garap Hutan dari PG pabrik gula dari PT rajawali Dua". Pungkasnya yosep ibrahim.
(Redaksi)

Bulan Oktober merupakan bulan yang sangat istimewa bagi Indramayu  di hari jadi yang ke 491,masyarakat Indramayu di manjakan dengan berbagai macam kegiatan dan hiburan yang menarik mulai dari pagelaran kesenian berakar Tradisi ,pameran Pendidikan mengakat kreasi Pelajar, karnaval Budaya ,pameran pembangunan sampai bakti sosial.

   Banyaknya pertunjukan budaya yang bersifat Informatif ,edukatif ,dan menghibur masyarakat.di bulan oktober ini memang sengaja untuk menyemarakan dan memeriahkan peringatan hari jadi indramayu yang jatuh setiap tanggal 7 bulan Oktober ini, dengan demikian di tahun 2018 ini perjalanan penuh misteri ini menginjak ke491
   
   Kalau kita tengok kebelakang berupa Hutan Belantara 491 tahun yang lalu kini Indramayu menjadi wilayah yang padat penduduk dan ramai dikunjungi para wisatawan domestic maupun pelancong asing karena Destinasi wisata Kabupaten Indramayu sangat menjanjikan untuk dinikmati seperti hamparan pasir lembut Tirtamaya belum lagi pulau Biawak yang sunyi sangat  menarik untuk di kunjungi sedangkan Potensi laut kita indramayu berlimpah ruah dibuktikan dengan setiap tahun bertambah tangkapan ikan nelayan adapun  produksi padi juga mengalami kenaikan dan dijadikan lumbung padi Nasional produksi padi mencapai 1.8 juta ton per tahun
 
   Jumlah Penduduk pada tahun 2017 sebanyak 1,7 juta jiwa ,dengan pertumbuhan penduduk 0,56% Luas Wilayah Indramayu mencapai 209.942 Ha dengan panjang garis pantai 147 Km .Indramayu yang di kenal sebagai kota Mangga memiliki areal persawahan mencapai 117.406,62 Ha ,tambak 26.980,26 ha Perkebunan 8.949,88Ha serta Hutan seluas 30 854,33 Ha
[ads-post]
   Indramayu mempunyai industri berat berskala Nasional yakni PERTAMINA RU VI  Balongan dan LPG  Mundu ,Disamping itu telah berdiri pula pembangkit listrik tenaga Uap (PLTU) yang dapat memasok listrik  se- jawa dan Bali .belum lagi Fasilitas terminal liquid Petrolum Gas kini di Sumur Adem menambah kapasitasnya dengan pembangunan tahap kedua.
 
   Dari Rentang waktu sampai sekarang 1527 M sampai sekarang tercatat Indramayu sudah dipimpin 33 Bupati ,Saat ini Indramayu dipimpin oleh Bupati Hj Anna Sophanah yang merupakan Bupati perempuan Pertama di Indramayu.sejak Raden Arya Wilalodra membangun pedukuhan cimanuk di Indramayu 491 tahun yang lalu.
 
   Di bawah kepemimpinan Hj Anna Sophanah Indramayu terus mengalami peningkatan Infrasrtuktur serta maju secara signifikan .derap Pembangunan terjadi secara merata di segala bidang .jalan dan Jembatan di bangun itu adalah bentuk perhatian khusus kepada masyarakatnya untuk menikmati pembangunan dan memudahkan mobilitas dalam beraktivitas.

   Di tahun ini saja Pemerintah Kabupaten Indramayu telah membangun dua Jembatan,4 bangunan Pemerintahan ,1 pasar kecamatan Jatibarang. tampak hadir artis Nasional Pepi disamping Bupati ikut merasakan kebahagian  warga indramayu ,adapun berdirinya Masjid daerah Mega,"H Mursyid Ibnu Syaffiudin",hal ini sangat menarik dan ramai dikunjungi masyarakat baik dari desa indramayu maupun dari luar Indramayu berdiri dengan sangat megahnya masjid raudlatul jannah setiap harinya tidak pernah sepi dari kunjungan masyarakat .(OTONG,S)

Rombongan sepeda santai Bupati kabupaten indramayu beserta jajarannya sambangi kantor kecamatan arahan setelah bersepada dari alun alun indramayu,Rombongan yang di pimpin langsung oleh Hj.Anna Sopana beserta suami di sambut langsung oleh camat arahan Iing Koswara berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Kamis 28 September 2018
Camat Aahan dengan rombongan bipati Indramayu

Pada kesempatan itu juga rombongan bupati tersebut menyempatkan waktu untuk senam pagi di halaman kecamatan arahan,setelah senam pagi beristirahat sejenak sambil maka makan ringandan melakukan sesi foto bersama.
[ads-post]
Di waktu yang berbeda camat Arahan Iing Koswara beserta para Kuwu pada saat di mintai keterangan oleh awak media mengatakan,"kami merasa senang dan terhormat rombongan bupati Hj Anna sopana beserta jajarannya Sudi mampir sejenak di kantor kami".

Sementara itu kehadiran rombongan bupati yang mampir di kantor kecamatan sampai di telinga masyarakat,dan menjadi buah bibir,"ibu ana kelihatan lebih cantik klo melihat langsung,selama ini saya cuma lihat ibu bupati di media cetak atau televisi,ibu juga sempat menyapa masyarakat sambil melambaikan tangan".ucap Tika salah satu warga yang menyaksikan.
(Redaksi)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget