Latest Post


Indramayu, Cakralensa.com – Proyek rekonstruksi Jalan Kedaton–Purwajaya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu yang menelan anggaran APBD Tahun 2026 sebesar Rp2.872.825.000 kini menuai sorotan tajam. Proyek yang dikerjakan CV Arbi Bagus Sejahtera itu diduga bermasalah sejak awal pelaksanaan.

Selain diduga belum mengantongi SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja), proyek tersebut juga disinyalir dikerjakan secara asal-asalan. Pelaksanaan pengecoran beton diduga tetap dipaksakan meski kondisi tanah masih gembur, dan tidak padat.

Akibatnya, belum lama setelah pengecoran selesai, kondisi jalan di wilayah perbatasan Indramayu–Cirebon itu mulai mengalami kerusakan. Sejumlah titik tampak retak, bahkan beberapa bagian beton terlihat pecah.

Buruknya kualitas pekerjaan proyek miliaran rupiah tersebut memunculkan pertanyaan besar terhadap fungsi pengawasan DPUPR Kabupaten Indramayu, khususnya Bidang Bina Marga.

Namun sangat disayangkan, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Indramayu, Wimbanu, justru memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media. Pesan WhatsApp yang dikirim wartawan tanpa jawaban. Sikap diam pejabat yang seharusnya bertanggung jawab terhadap pengawasan proyek itu pun menuai kritik keras.

Sekretaris KWRI DPC Indramayu, Wira Hadiyono, menilai sikap Wimbanu mencerminkan buruknya komitmen keterbukaan informasi di lingkungan DPUPR Kabupaten Indramayu.

“Seharusnya seorang kepala bidang memberikan penjelasan kepada publik, bukan malah menghindar dan bungkam ketika dikonfirmasi wartawan. Ini proyek menggunakan uang rakyat miliaran rupiah, jadi publik berhak tahu,” tegas Wira Hadiyono.

Menurut Wira, wartawan bekerja menjalankan fungsi kontrol sosial dan dilindungi Undang-Undang Pers. Karena itu, pejabat publik tidak seharusnya alergi terhadap konfirmasi media.

“Kalau pejabat diam terus saat dikonfirmasi, masyarakat bisa menilai ada sesuatu yang ditutupi. Jangan sampai sikap seperti ini menurunkan kepercayaan publik terhadap DPUPR,” ujarnya.

Ia juga menyinggung Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), yang mengatur bahwa badan publik wajib memberikan informasi yang benar, terbuka, dan tidak menyesatkan kepada masyarakat.

“Jabatan itu amanah. Ketika ada persoalan proyek yang diduga bermasalah lalu pejabat terkait memilih bungkam, tentu ini menjadi preseden buruk dalam pelayanan publik dan transparansi pemerintahan,” tambahnya.

Publik kini mempertanyakan kualitas pengawasan Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Indramayu. Pasalnya, proyek bernilai fantastis tersebut baru hitungan hari selesai dikerjakan, namun kondisi jalan sudah menunjukkan kerusakan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Indramayu, Wimbanu, maupun pihak CV Arbi Bagus Sejahtera masih belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pelanggaran dan kerusakan proyek tersebut. (Rochmanto/Tim)


Indramayu, Cakralensa.com - ‎Sidang lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu dengan terdakwa Priyo kembali mengungkap fakta baru pada Senin (25/5/2026). Dalam persidangan tersebut, kuasa hukum Priyo, Ruslandi, S.H., menyampaikan adanya bukti tambahan berupa keterangan saksi di luar berkas perkara serta pemutaran rekaman CCTV yang mencakup rentang waktu sebelum hingga sesudah kejadian.
‎Menurut Ruslandi, rekaman CCTV yang diputar di persidangan memperlihatkan aktivitas sejak Kamis, 28 Agustus 2025 hingga Sabtu, 30 Agustus 2025. Rekaman tersebut ditayangkan secara berurutan untuk memberikan gambaran utuh mengenai situasi di sekitar lokasi kejadian.
‎“Sidang tadi menghadirkan bukti tambahan, yakni saksi di luar berkas dan alat bukti berupa rekaman CCTV yang diputar dari waktu ke waktu, mulai Kamis tanggal 28 sampai Jumat tanggal 29, dan terakhir sampai Sabtu 30 Agustus 2025,” ujar Ruslandi usai persidangan.
‎Dari hasil pengamatan terhadap rekaman tersebut, Ruslandi menilai terdapat sejumlah hal yang sejalan dengan keterangan yang sebelumnya disampaikan Priyo kepada dirinya. Salah satunya terkait jumlah pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pembunuhan tersebut.
‎“Dari rekaman yang diputar tadi tergambar cukup jelas, sebagaimana yang pernah disampaikan terdakwa Priyo kepada saya, bahwa pelaku itu hanya dua orang,” katanya.
‎Ruslandi menjelaskan, sebelum peristiwa eksekusi di lokasi kejadian pertama, CCTV memperlihatkan adanya seseorang yang berjalan di sekitar area toko pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, menurutnya, rekaman yang ditampilkan tidak menunjukkan adanya keberadaan orang lain yang dapat dikaitkan secara langsung dengan pelaksanaan pembunuhan.

‎“Terlihat ada seseorang berjalan pada Jumat malam sekitar pukul 10 malam. Tetapi dari rekaman yang diputar, menurut saya tidak terlihat adanya orang lain yang melakukan eksekusi selain yang selama ini telah disebutkan,” ujarnya.
‎Meski demikian, Ruslandi menegaskan bahwa penilaian tersebut masih merupakan pandangan dari pihak kuasa hukum berdasarkan bukti yang diputar di persidangan. Seluruh fakta dan kesimpulan akhir tetap menjadi kewenangan majelis hakim setelah mempertimbangkan seluruh alat bukti yang diajukan selama proses persidangan berlangsung.
‎Sidang kasus yang menyita perhatian publik ini akan kembali berlanjut dengan agenda pemeriksaan dan pembuktian lainnya untuk mengungkap secara terang rangkaian peristiwa yang terjadi dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Kabupaten Indramayu. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com — Sosok Aman Yani yang namanya disebut dalam kesaksian terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman kembali menjadi perhatian publik. Keberadaannya yang selama ini misterius memunculkan berbagai spekulasi, mulai dari dugaan masih hidup hingga kabar telah meninggal dunia.

Di tengah bergulirnya proses hukum kasus pembunuhan yang menggemparkan warga Indramayu itu, mantan istri Aman Yani, Saminah, bersama putri sulungnya, Egga Ayu Aryani, mendatangi Satreskrim Polres Indramayu pada Kamis malam (21/5/2026). Keduanya hadir didampingi kuasa hukum Toni RM untuk memenuhi panggilan penyidik.

Pemeriksaan tersebut difokuskan pada penelusuran keberadaan Aman Yani yang disebut-sebut dalam pernyataan terdakwa Ririn Firanto sebagai sosok yang diduga memiliki keterkaitan penting dalam perkara tersebut.

Kuasa hukum keluarga, Toni RM, mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaan itu Saminah menyampaikan sejumlah informasi yang dinilai cukup penting. Salah satunya terkait pengurusan administrasi kependudukan Aman Yani pada tahun 2018.

Menurut Toni, keluarga mendapat informasi bahwa Aman Yani sempat mengurus KTP melalui perantara di Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, dengan melibatkan seorang pegawai desa bernama Dariah.

“Informasi yang diterima Ibu Saminah, Aman Yani pernah mengurus KTP melalui seseorang di Desa Penganjang,” ujar Toni kepada awak media usai pemeriksaan.

Tak hanya itu, petunjuk lain juga muncul dari kesaksian seorang kontraktor instalasi listrik bernama Kusno. Pada tahun 2023, Kusno mengaku pernah melihat sosok yang diyakini sebagai Aman Yani di wilayah Cirebon saat dirinya tengah mengerjakan proyek kelistrikan.

Meski tidak sempat menyapa atau memastikan langsung identitas orang tersebut, informasi itu semakin memperkuat dugaan bahwa Aman Yani masih hidup.

“Artinya Aman Yani ini ada. Tidak mati seperti isu yang selama ini beredar,” tegas Toni.

Pihak keluarga berharap seluruh informasi yang disampaikan kepada penyidik dapat membantu proses penyelidikan dan membuka tabir kasus pembunuhan satu keluarga yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat.

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik juga mendalami kehidupan rumah tangga Saminah dan Aman Yani sebelum pria itu meninggalkan rumah pada Februari 2016.

Sejak kepergian Aman Yani, kata Toni, keluarga terus didatangi pihak-pihak yang menagih utang dengan nominal fantastis, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Tekanan ekonomi dan beban psikologis yang berat membuat Saminah mengalami stres berkepanjangan. Di sisi lain, keluarga juga terus berusaha mencari keberadaan Aman Yani yang menghilang tanpa kabar selama bertahun-tahun.

Suasana haru sekaligus emosional tampak ketika putri Aman Yani, Egga Ayu Aryani, menyampaikan pesan terbuka kepada ayahnya usai pemeriksaan.

“Pah jangan pengecut. Kalau memang tidak bersalah, datang, ngomong, klarifikasi, selesai,” ucap Egga dengan nada tegas.

Ia berharap sang ayah bersedia muncul dan memberikan penjelasan kepada aparat penegak hukum agar seluruh persoalan yang menyeret nama keluarga mereka dapat segera menemukan titik terang. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com - Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (LKD/K) se-Kabupaten Indramayu Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula PGRI Kabupaten Indramayu pada Rabu (20/05/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat peran lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah unsur pemerintah daerah dan tokoh organisasi desa, di antaranya perwakilan Bapprida Kabupaten Indramayu, Kepala Bidang Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Iqwan, Ketua APDESI Indramayu H. Tarkani, Ketua LPM se-Kabupaten Indramayu Yoga Rahadiansah, serta para pengurus LPM dari berbagai desa di Kabupaten Indramayu.

Sekretaris Dinas DPMD Kabupaten Indramayu, Kadmidi, mengatakan kegiatan peningkatan kapasitas ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait tugas pokok dan fungsi lembaga kemasyarakatan desa.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara LKD/K dengan pemerintah desa dalam percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta pembinaan sosial di desa.

“Lembaga kemasyarakatan desa memiliki peran penting dalam membantu pemerintah desa. Karena itu, peningkatan kapasitas menjadi hal yang penting agar mereka mampu bekerja secara profesional dan maksimal dalam melayani masyarakat,” ujar Kadmidi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan masyarakat, hingga strategi membangun harmonisasi sosial di tengah perkembangan masyarakat yang semakin dinamis.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap seluruh LKD/K dapat semakin aktif, profesional, dan menjadi garda terdepan dalam menciptakan pembangunan desa yang berkelanjutan serta pelayanan masyarakat yang lebih optimal.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan sebagai elemen penting dalam pembangunan daerah berbasis partisipasi masyarakat. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com - Proyek rehabilitasi sejumlah toilet di Gedung DPRD Indramayu yang menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah kini menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak menduga kuat adanya keterlibatan Ketua DPRD Indramayu, Nurhayati, dalam pengaturan anggaran proyek tersebut.

Informasi yang beredar menyebutkan, proyek rehabilitasi yang mencakup beberapa fasilitas toilet di lingkungan DPRD tidak hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga terkait dengan mekanisme pengaturan anggaran. Nama Ketua DPRD disebut-sebut ikut andil dalam menentukan plus minus alokasi dana proyek tersebut.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak DPRD maupun Ketua DPRD terkait dugaan tersebut. Publik menanti penjelasan transparan agar tidak menimbulkan spekulasi lebih jauh.

"Proyek dengan nilai ratusan juta rupiah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan fasilitas gedung wakil rakyat. Namun, dugaan keterlibatan pimpinan DPRD dalam pengaturan anggaran menimbulkan pertanyaan mengenai tata kelola dan akuntabilitas penggunaan dana publik, "ujar Didi warga Indramayu kepada wartawan belum lama ini. 

Kecurigaan masyarakat tidak hanya pada kegiatan rehab toilet. Akan tetapi ada beberapa kegiatan pengadaan lainnya yang dianggap janggal seperti Belanja Bahan Cetak Kalender untuk 50 Anggota DPRD yang menelan anggaran Rp. 77.220.000 juta, termasuk Belanja Bahan Cetak Rp. 186.391.000," Belanja Cetak Buku Tatib DPRD sebesar Rp. 70.110.000,' Belanja Pemeliharaan Kamar Mandi Gedung DPRD Rp. 124.200.000 juta. Dan Belanja Makanan Minuman Rapat Rp. 915.650.000 juta. 

"Anggran untuk Kalender hebat sekali, sampe 77.220.juta. Buku Tatib sampe 70.110juta dan kamar mandi DPRD sampe 124.200 juta.. BPK harus turun tangan dan segera sikapi, "kata Didi. 

Transparansi anggaran dan pengawasan publik adalah fondasi utama tata kelola pemerintahan yang baik. Keterbukaan informasi anggaran mencegah korupsi, meningkatkan akuntabilitas, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Keterbukaan informasi sangat diperlukan, transparansi masyarakat dapat mengakses dokumen perencanaan, realisasi, dan audit anggaran secara jelas, akurat, dan tepat waktu.

Sebagai wujud nyatanya pemerintah wajib mempertanggungjawabkan setiap kebijakan dan penggunaan dana publik kepada rakyat.
Hal ini dilakukan agar ada keterbukaan guna mempersempit ruang manipulasi, mark-up proyek, dan praktik rente.

Selain itu partisipasi masyarakat dapat memberi masukan, kritik, dan saran terhadap prioritas pembangunan.

Disisi lain sebagai bentuk kontrol sosial maka masyarakat berhak mengawasi apakah anggaran benar-benar berpihak pada kepentingan publik. Pengawasan publik memastikan anggaran digunakan tepat sasaran dan tidak boros. Bahkan Dengan pengawasan, program yang tidak efektif bisa dievaluasi dan diperbaiki.

Akan tetapi sangt beresiko jika transparansi lemah yang bakal menimbulkan korupsi semakin meningkat karena ruang manipulasi anggaran terbuka. Kepercayaan publik menurun terhadap pemerintah dan lembaga negara. Dan efektivitas pembangunan rendah, karena dana tidak digunakan sesuai

Transparansi anggaran dan pengawasan publik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan prasyarat demokrasi yang sehat. Dengan keterbukaan, masyarakat dapat memastikan setiap rupiah uang negara digunakan untuk kesejahteraan bersama, bukan kepentingan segelintir pihak. (Wira/Tim)


Indramayu, Cakralensa.com – Kreativitas pelaku UMKM di Kabupaten Indramayu kembali mendapat ruang inspiratif melalui kegiatan Workshop Macrame yang diselenggarakan oleh Rumah Macrame pada Minggu, (17/05/2026). Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh antusias di salah satu kafe di Indramayu dengan diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, pelajar, hingga pelaku usaha kreatif lokal.

Workshop ini menjadi wadah edukasi sekaligus pengembangan keterampilan seni kerajinan tangan berbahan tali atau macrame yang kini semakin diminati masyarakat. Tidak hanya belajar teknik dasar hingga desain modern macrame, peserta juga diberikan wawasan mengenai peluang bisnis kreatif yang dapat dikembangkan menjadi produk UMKM bernilai jual tinggi.

Dalam workshop tersebut, peserta juga diajarkan membuat berbagai kerajinan macrame kekinian, salah satunya strap handphone berbahan tali macrame yang saat ini banyak diminati pasar karena memiliki nilai estetika dan fungsional. Produk tersebut dinilai memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan, terutama di kalangan anak muda dan pecinta produk handmade.

CEO Rumah Macrame, Vivi Suparmiati mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Rumah Macrame dalam mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif di daerah, khususnya bagi masyarakat Indramayu yang memiliki potensi besar di bidang kerajinan tangan.

“Workshop ini bukan hanya tentang belajar membuat macrame, tetapi bagaimana kami ingin membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Kreativitas adalah aset besar UMKM. Dengan keterampilan dan inovasi, produk lokal Indramayu mampu memiliki nilai ekonomi dan daya saing yang tinggi,” ujar Vivi Suparmiati.

Ia juga menambahkan bahwa Rumah Macrame ingin terus menghadirkan ruang belajar yang positif, produktif, dan inspiratif agar semakin banyak masyarakat berani memulai usaha kreatif dari rumah.

Menariknya, tingginya antusias masyarakat membuat Workshop Macrame Batch kembali akan digelar pada Minggu, 24 Mei 2026 mendatang. Kegiatan lanjutan tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang ingin belajar sekaligus mengembangkan keterampilan kreatif sebagai peluang usaha.

Vivi Suparmiati pun mengajak masyarakat Indramayu untuk ikut berpartisipasi dalam workshop berikutnya.

“Kami mengundang masyarakat Indramayu yang ingin belajar dan berkembang bersama untuk mengikuti workshop minggu depan. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi bagi para pelaku UMKM maupun masyarakat umum,” ungkapnya.

Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi praktik, mulai dari teknik simpul dasar hingga proses pembuatan dekorasi estetik khas macrame yang memiliki nilai seni tinggi. Selain itu, peserta juga diajak memahami strategi pemasaran produk kreatif melalui media sosial agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari peserta karena dinilai mampu memberikan pengalaman baru sekaligus peluang tambahan penghasilan di tengah berkembangnya tren produk handmade dan dekorasi rumah.

Melalui kegiatan seperti ini, Rumah Macrame berharap dapat terus menjadi bagian dari penggerak UMKM kreatif di Indramayu serta melahirkan lebih banyak pelaku usaha lokal yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing. (Wira)


Cakralensa.com, Indramayu - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 1.061 Gerai KDKMP di seluruh Indonesia, yang digelar di Nganjuk Jawa Timur secara virtual. Sabtu, 16/5/2026.

Dalam sambutannya Presiden Prabowo Menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Launching 1.061 Titik KDKMP sebagai bentuk nyata sinergitas pemerintah dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat dan pembangunan daerah.

Prabowo Menekankan pentingnya program KDKMP sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, serta memperkuat stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah.

Dalam hal ini Presiden Prabowo juga Mengingatkan kepada seluruh pihak agar pelaksanaan program dilakukan secara transparan, profesional, tepat sasaran, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Untuk itu ia Mengajak kepada seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan elemen terkait untuk menjaga kondusifitas wilayah demi mendukung keberhasilan program nasional.

Dalam hal ini, Presiden Prabowo Menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan hingga ke daerah-daerah.

Ia berharap program KDKMP dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Secara resmi melaunching 1.061 Titik KDKMP di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sementara dalam kesempatan yang sama, ‎Bupati Indramayu menyampaikan rasa syukur atas peresmian serentak gerai sembako yang dilakukan secara nasional oleh Presiden secara daring. Dalam kesempatan tersebut, Presiden meresmikan sebanyak 1.061 gerai di berbagai daerah, termasuk di Indramayu.
‎“Alhamdulillah, hari ini diresmikan secara online. Tadi Pak Presiden meresmikan di Nganjuk. Ada 1.061 gerai. Ini luar biasa. Kami merasa bahagia di Indramayu,” ujar Bupati.
‎Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan gerai tersebut, khususnya jajaran TNI. Menurutnya, peran Dandim sangat besar dalam memastikan pembangunan berjalan cepat sesuai target.
‎Bupati menilai berbagai tantangan di lapangan harus diselesaikan dengan cepat demi mengejar target pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah.

‎Sementara itu, Dandim Indramayu menjelaskan bahwa hingga saat ini telah terbangun 201 gerai di wilayah Indramayu. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 210 gerai pada akhir Juli mendatang.
‎“Yang sudah selesai 100 persen pembangunan hari ini sejumlah 71 gerai operasi. Hari ini dilaksanakan peresmian operasional dan saat ini sedang proses pendistribusian perlengkapan dari Agrinas. Setelah itu baru kita operasionalkan,” jelas Dandim.
‎Gerai-gerai tersebut nantinya akan menjual berbagai kebutuhan pokok masyarakat, termasuk sembako bersubsidi. Selain itu, gerai juga akan menjadi tempat penyaluran hasil perekonomian masyarakat sesuai potensi wilayah masing-masing, seperti hasil pertanian dan peternakan.
‎Menanggapi pertanyaan terkait masih adanya ratusan desa yang belum memiliki gerai, Dandim menyebut kendala utama terletak pada ketersediaan lahan.
‎“Prototipe awal sesuai standar membutuhkan lahan 1.000 meter persegi. Ini menjadi kendala di semua wilayah,” katanya.

‎Ia menambahkan, pemerintah akan melakukan evaluasi pada tahap berikutnya terkait kemungkinan penyesuaian bentuk maupun ukuran gerai bagi wilayah yang memiliki keterbatasan lahan.

Nampak hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, SE. Dandim 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, S.E, M. Han, Wakil Ketua II DPRD Indramayu, H. Amroni, S.IP. Kapolsek Sindang, AKP Karnala, SH. Kasubsi Ekonomi Keuangan dan Pengamanan Pembangunan Strategis, Ali Usman, S.H. Manager PT PLN (Persero) UP3 Indramayu, Suharno. Kepala OPD Kab. Indramayu Para PJU Kodim 0616/Indramayu dan Para Kepala serta Pendamping Koperasi. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com - Bupati Indramayu, Lucky Hakim, memberikan apresiasi tinggi kepada Aisyah Maulidah, putri bungsu pasangan Jujun Juhanda dan Hely, yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos ke Grand Final Asian Ethnic Got Talent 2026.

Ajang internasional ini mempertemukan talenta dari enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, dan Timor Leste, sehingga menjadi panggung bergengsi bagi para seniman muda Asia.

Aisyah, yang merupakan murid dari guru tari Sekar Ayu Sanggar Puspaningrat, akan tampil di Sparke Live Hotel Jakarta pada 26–28 Juni 2026 mendatang. 

Dengan persiapan matang dan latihan intensif yang dijalani setiap hari, ia optimis mampu memberikan penampilan terbaik. Semangat juang yang ditunjukkan Aisyah menjadi bukti bahwa anak muda Indramayu memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional.

Dalam keterangannya, Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa pencapaian Aisyah adalah kebanggaan bersama. 

“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Indramayu. Semoga Aisyah dapat menginspirasi anak-anak muda lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” ujar Bupati Lucky Hakim penuh semangat karena Aisyah lolos di ajang Tari Go International. 

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung generasi muda yang berani tampil dan membawa nama daerah ke kancah global.

Aisyah, yang beralamat di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, kini semakin giat berlatih demi menghadapi persaingan ketat di ajang internasional tersebut. 

Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten, Pimpinan dan Anggota DPRD Indramayu, Unsur Forum Komunikasi, Pimpinan Kecamatan Jatibarang, Pemdes, keluarga, sanggar, serta masyarakat sekitar menjadi energi positif yang memperkuat langkahnya menuju panggung final.

Keikutsertaan Aisyah dalam Asian Ethnic Got Talent tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga simbol kebangkitan seni dan budaya Indramayu. 

Sanggar Puspaningrat yang menaunginya turut berperan besar dalam membentuk karakter dan kualitas seni yang ia miliki. Dengan kombinasi bakat, kerja keras, dan dukungan lingkungan, Aisyah diharapkan mampu meraih gelar juara dan mengharumkan nama bangsa.

Prestasi ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Indramayu untuk menunjukkan bahwa daerah pesisir utara Jawa Barat memiliki generasi muda yang kreatif, berdaya saing, dan siap mengangkat seni tradisi ke panggung dunia. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com - Lucky Hakim menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan dengan turun langsung ke aliran Sungai Pamengkang di Desa Krangkeng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jumat (15/5/2026). Bersama ratusan warga, orang nomor satu di Indramayu itu bergotong royong membersihkan tumpukan sampah yang selama ini menyumbat aliran sungai.

Sungai Pamengkang yang merupakan saluran sekunder penting bagi masyarakat setempat sebelumnya dipenuhi hamparan sampah domestik. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga karena berpotensi memicu banjir akibat tersendatnya arus air.

Tanpa canggung, Lucky Hakim terlihat ikut masuk ke dalam air dan mengangkut sampah bersama warga. Aksi tersebut langsung menarik perhatian masyarakat dan membangkitkan semangat gotong royong di lingkungan sekitar.

Warga yang hadir tampak antusias bahu-membahu membersihkan aliran sungai. Kehadiran langsung bupati di tengah masyarakat dinilai menjadi motivasi tersendiri dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kegiatan gotong royong ini adalah langkah taktis kita untuk mengembalikan fungsi sungai dan mencegah potensi banjir. Namun, yang paling krusial adalah membangun kesadaran bersama,” ujar pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu di sela kegiatan.

Pemerintah Kabupaten Indramayu juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai. Menjaga kebersihan aliran air dinilai sangat penting demi kelestarian lingkungan sekaligus menjaga kelancaran pasokan air bagi masyarakat.

Aksi bersih-bersih Sungai Pamengkang ini dipastikan bukan sekadar kegiatan seremonial. Pemkab Indramayu berkomitmen menggelar kegiatan serupa secara rutin sebagai bagian dari gerakan menjaga lingkungan dan mencegah banjir di wilayah Krangkeng dan sekitarnya.

Melalui aksi nyata tersebut, pemerintah berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Sebab, sungai yang bersih bukan hanya menciptakan lingkungan yang sehat, tetapi juga menjadi benteng utama dalam mencegah bencana banjir di masa mendatang. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu akan mengirimkan sebanyak 10 pemain sepak bola usia di bawah 17 tahun (U-17) untuk mengikuti seleksi Tim Sukarno Cup tingkat Jawa Barat yang digelar oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.
‎Seleksi yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 16 Mei 2026 mendatang. Para pemain yang lolos dalam tahapan seleksi nantinya akan memperkuat tim sepak bola DPD PDI Perjuangan Jawa Barat pada ajang Sukarno Cup.
‎Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si., mengatakan, keikutsertaan para pemain muda asal Indramayu tersebut merupakan bentuk komitmen partai dalam mendukung pengembangan bakat generasi muda di bidang olahraga, khususnya sepak bola.
‎Menurutnya, Sukarno Cup bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah pencarian dan pembinaan talenta muda potensial dari berbagai daerah di Jawa Barat.
‎“DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu mendukung penuh kegiatan ini. Kami ingin anak-anak muda Indramayu memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat Jawa Barat. Harapannya, dari seleksi ini lahir bibit-bibit pesepak bola handal yang nantinya bisa berkembang menjadi pemain profesional,” ujar Sirojudin.
‎Ia menjelaskan, pelaksanaan Sukarno Cup sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2025 lalu. Namun pada penyelenggaraan perdana tersebut, proses seleksi belum dilakukan hingga tingkat kabupaten dan kota.
‎“Untuk tahun 2026 ini, DPD PDI Perjuangan Jawa Barat melakukan seleksi lebih terbuka dengan melibatkan masing-masing kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Ini langkah positif untuk menjaring pemain muda berbakat secara lebih merata,” katanya.
‎Sirojudin menambahkan, seluruh kebutuhan akomodasi peserta asal Indramayu selama mengikuti proses seleksi akan difasilitasi oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga usia muda.
‎“Kami berharap para pemain dapat menjaga semangat, disiplin, dan sportivitas selama mengikuti seleksi. Mudah-mudahan ada putra daerah Indramayu yang berhasil lolos dan membawa nama baik daerah di tingkat Jawa Barat,” pungkasnya. (Wira)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget