Latest Post


Cakralensa.com - Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) resmi mengumumkan daftar pemain yang akan memperkuat Timnas Voli Putri U-18 Indonesia dalam pemusatan latihan nasional. Para pemain muda terbaik Tanah Air tersebut dipersiapkan untuk menghadapi dua agenda penting di Thailand, yakni Princess Cup dan AVC

Pemanggilan ini menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk membangun kekuatan tim yang kompetitif di level Asia. Sebanyak 12 atlet muda terpilih akan menjalani program pelatnas di bawah arahan pelatih kepala Angga Hasan Mubarok.

Komposisi skuad kali ini dihuni sejumlah pemain yang sebelumnya tampil menjanjikan di berbagai ajang kelompok umur. Kehadiran mereka diharapkan mampu membawa Timnas Voli Putri U-18 Indonesia bersaing dengan negara-negara kuat Asia yang akan tampil di dua turnamen tersebut.

Berdasarkan daftar yang diumumkan PBVSI melalui akun Instagram resminya pada Sabtu, (30/05/2026), posisi setter dipercayakan kepada Shakira Ayu Tirta Wijaya dan Clarissa Thomas. Keduanya akan menjadi motor serangan tim selama pertandingan. Di sektor libero, Nathania Putri Prasetra mendapat kepercayaan sebagai benteng pertahanan terakhir yang bertugas menjaga stabilitas permainan di area belakang.

Sementara itu, lini tengah akan diperkuat tiga middle blocker, yakni Rowina Ulfiyah Tacita Azmi, Ibovna Anindya Thalita Sahuri, dan Yzuri Aida Najera Katalina. Ketiganya diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam membangun blok sekaligus menambah variasi serangan cepat. Untuk posisi opposite, pelatih menunjuk Khanza Putri Yansi Ganshtri dan Arimbi Syifana Andayani. Keduanya akan menjadi andalan dalam menghasilkan poin dari sisi kanan serangan.

Adapun sektor outside hitter diisi oleh empat pemain, yaitu Venisa Dri Oktaviani, Tina Syifa Sabila Salim, Zebe Hawlyy Almadina Pramesti, serta Vania Nurfatimah Hafani. Posisi ini menjadi salah satu sektor krusial karena berperan besar dalam keseimbangan serangan dan pertahanan tim.

Tak hanya mengumumkan daftar pemain, PBVSI juga memperkenalkan jajaran tim pendukung yang akan mendampingi para atlet selama pelatnas dan kompetisi internasional berlangsung. Tim kepelatihan dipimpin oleh Angga Hasan Mubarok sebagai pelatih kepala. Ia akan didampingi Bobby Ade Setiawan sebagai asisten pelatih, sementara Lintang Putri Pramesti bertugas sebagai fisioterapis.

berikut adalah kerangka tim yang akan segera merapat ke pemusatan latihan:
1. Shakira Ayu Tirta Wijaya - Setter
2. Clarissa Thomas - Setter
3. Khanza Putri Yansi - Opposite 
4. Arimbi Syifana Andayani - Opposite 
5. Nathania Putri Prasetya - Libero
6. Rowina Ulfiah Tacita - Middle Blocker
7. Ibovna Anindya Thalita - Middle Blocker 
8. Yzuri Aida Najera - Middle Blocker 
9. Venisa Dwi Oktaviani - Opposite Hitter
10. Tina Syifa Sabila - Opposite Hitter 
11. Zebe Hawly Almadina - Opposite Hitter 
12. Vania Nurfatimah Hafani - Opposite Hitter

Pelatih:
Angga Hasan Mubarok (Pelatih Kepala)
Bobby Ade Setiawan (Asisten)
Lintang Putri Pramesti (Fisioterapis).

Keikutsertaan Indonesia pada Princess Cup dan AVC U18 Girls Championship menjadi kesempatan penting untuk mengukur perkembangan pembinaan voli putri usia muda. Selain memburu prestasi, turnamen tersebut juga menjadi ajang pembentukan mental bertanding dan pengalaman internasional bagi para pemain yang diproyeksikan menjadi tulang punggung tim nasional di masa depan. (Wira/Red)


Bandung, Cakralensa.com — Teknologi pengolahan sampah yang dikembangkan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat (Dislitbangad) melalui pembangunan Unit Alat Pemusnah Sampah (APS) di kawasan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Ciwastra, Kota Bandung, mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman saat meninjau langsung progres pembangunan fasilitas tersebut, Sabtu (30/5/2026).

Pembangunan APS merupakan bagian dari inovasi Dislitbangad dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang efektif, modern, dan ramah lingkungan guna mendukung penanganan permasalahan sampah, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Dalam peninjauannya, Herman Suryatman menilai keberadaan APS memiliki peran strategis dalam mendukung upaya percepatan penanganan sampah sekaligus menjadi solusi yang berkelanjutan untuk mengurangi volume sampah yang terus meningkat. “Mudah-mudahan sampah yang masuk di TPS ini terukur, proporsional, dan langsung diolah. Ada insinerator yang dikawal oleh TNI AD dan APS dari Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Selain memberikan apresiasi, Sekda Jawa Barat juga berharap seluruh tahapan pembangunan dapat segera diselesaikan sehingga fasilitas tersebut dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Teknologi APS yang dikembangkan Dislitbangad menggunakan sistem insinerator yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas proses pengolahan dan pemusnahan sampah. Kehadiran teknologi tersebut diharapkan mampu menjadi model pengelolaan sampah modern yang dapat diterapkan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Sementara itu, tim pelaksana terus mengoptimalkan penyelesaian pekerjaan menjelang tahap operasional. Sejumlah pekerjaan utama telah berhasil dirampungkan, termasuk penyempurnaan sistem pendukung operasional dan instalasi peralatan yang akan menunjang kinerja fasilitas secara mandiri.

Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan berbagai pihak terkait, APS Ciwastra diharapkan dapat menjadi salah satu solusi inovatif dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas lingkungan hidup masyarakat. (Wira/Red)


Indramayu, Cakralensa.com – Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 sekaligus Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Indramayu menggelar aksi sosial lingkungan yang berdampak nyata. Mereka melakukan penanaman 1.000 bibit pohon mangrove di kawasan pesisir Pantai Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai bentuk kontribusi konkret organisasi kemasyarakatan tersebut dalam menjaga kelestarian alam dan ekosistem pantai.

Aksi penanaman ribuan pohon mangrove ini dilaksanakan pada Minggu Pon, 31 Mei 2026. Momentum ini sengaja dipilih untuk menyatukan dua semangat besar, yaitu nilai-nilai luhur Pancasila yang diimplementasikan melalui kepedulian terhadap bumi, serta menyambut Hari Lingkungan Hidup yang jatuh setiap tanggal 5 Juni. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus, kader, dan anggota Pemuda Pancasila setempat yang antusias turun langsung ke area berlumpur demi menghijaukan kembali kawasan pesisir.

Tujuan utama dari gerakan penanaman 1.000 mangrove ini adalah untuk menekan laju abrasi yang kian mengancam sepanjang garis pantai Kabupaten Indramayu. Hutan mangrove dikenal memiliki sistem akar yang kuat dan rapat, sehingga mampu memecah ombak serta mengikat sedimen lumpur. Dengan demikian, penanaman ini diharapkan dapat melindungi daratan dari pengikisan air laut sekaligus memulihkan habitat bagi berbagai biota laut di sekitar Pantai Karangsong.

Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Indramayu, Dr. Didik Himmawan, S.S., M.Pd.I, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Di sela-sela aktivitas menanam mangrove, ia menyampaikan bahwa organisasi berkomitmen untuk tidak hanya hadir dalam kegiatan struktural, tetapi juga aktif memberikan solusi bagi kelestarian lingkungan hidup yang menjadi daya dukung kehidupan warga pesisir.

Melalui momentum ini, Didik juga memberikan imbauan tegas kepada seluruh kader Pemuda Pancasila di Kabupaten Indramayu agar selalu memiliki kepekaan yang tinggi terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan. Ia berharap aksi peduli lingkungan seperti ini dapat terus berkelanjutan dan memicu kesadaran kolektif masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga serta merawat kelestarian alam demi masa depan generasi mendatang. (Wira)


Jakarta, Cakralensa.com - Di panggung megah Lomba Tari Jaipong Kreasi Nasional yang digelar di Anjungan Jawa Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sorotan publik tertuju pada sosok penari cilik asal Indramayu. Dialah Aisyah Maulidah, putri bungsu dari pasangan Jujun Juhanda dan Ny. Heli, yang berhasil meraih Juara Pertama sekaligus membawa pulang Piala Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Selain trofi bergengsi, Aisyah juga mendapatkan voucher perjalanan senilai Rp2.000.000,- untuk tampil di acara resmi negara Hongkong. Prestasi ini menegaskan bahwa bakat seni tradisi dari daerah mampu bersaing di panggung nasional bahkan internasional.

Lomba Tari Jaipong Kreasi Nusantara yang diselenggarakan oleh Phuphun Organizer dan diikuti penari dari berbagai daerah itu, sejak kecil, Aisyah sudah akrab dengan irama kendang Jaipong. Ibunya kerap mengajaknya menonton pertunjukan seni di kampung halaman, menumbuhkan kecintaan mendalam terhadap budaya tradisi. Latihan demi latihan ia jalani, bahkan di sela waktu sekolah di SD Negeri 2 Jatibarang Baru.

Sang guru tari, Sekar Ayu Ningrat, pemilik Sanggar Tari Puspaningrat Desa Bangodua, menjadi sosok penting dalam perjalanan Aisyah. “Motivasi dari Bu Sekar membuat saya percaya diri. Beliau lebih hebat karena selalu mendukung saya,” ungkap Aisyah dengan penuh rasa syukur.

Kemenangan ini tak lepas dari dukungan keluarga, sekolah, dan pemerintah daerah. Bupati Indramayu Lucky Hakim, camat, kuwu, kepala sekolah, hingga guru UPTD SD Negeri 2 Jatibarang Baru turut memberikan semangat. Ibunya selalu menemani setiap sesi latihan, memastikan kostum dan riasan tampil sempurna.

Rumah sanggar tari menjadi saksi bisu perjuangan Aisyah: disiplin, kebersamaan, dan semangat menjaga budaya. Dukungan komunitas lokal membuatnya semakin percaya diri tampil di panggung nasional.

Di panggung TMII, Aisyah tampil dengan gerakan penuh energi, ekspresi wajah yang hidup, dan improvisasi kreatif. Penonton terpukau, juri pun sepakat memberikan nilai tertinggi. Maestro seni tari asal Jakarta, Abah Toto, mengatakan: “Aisyah bukan hanya menari, ia bercerita.”

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa seni tradisi Jaipong tetap relevan dan mampu bersaing di era modern. Lebih dari sekadar prestasi pribadi, keberhasilan Aisyah adalah kebanggaan bagi Kabupaten Indramayu dan Jawa Barat.

Prestasi Aisyah Maulidah kini menjadi inspirasi bagi anak-anak lain di Indramayu untuk berani bermimpi. Ia membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan dukungan keluarga mampu melahirkan juara sejati.

“Aku ingin nunjukkin, bahwa anak Jatibarang Indramayu juga bisa bersaing di tingkat nasional,” ujar Aisyah dengan senyum penuh percaya diri. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno Tahun 2026, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu menggelar turnamen Voli Indoor SOEKARNO CUP 2026 tingkat kecamatan se-Kabupaten Indramayu. Kegiatan olahraga bergengsi tersebut akan berlangsung di GOR Singalodra pada 13–14 Juni 2026 dan diikuti oleh puluhan klub voli dari seluruh kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Ketua DPC PDIP Indramayu, H. Sirojudin, mengatakan bahwa turnamen ini menjadi bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan, sportivitas, serta mempererat tali persaudaraan masyarakat melalui olahraga.

“Turnamen SOEKARNO CUP 2026 ini bukan hanya sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat gotong royong, solidaritas, dan jiwa sportif di tengah masyarakat,” ujar Sirojudin, Kamis (28/05/2026).

Ia menjelaskan, total peserta yang akan mengikuti turnamen tersebut berjumlah 31 tim. Sebanyak 31 tim merupakan perwakilan PAC PDIP dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Indramayu.

“Jumlah klub ada 31 tim. Setiap PAC PDIP di tiap kecamatan mengirimkan satu klub voli. Setiap klub akan diperkuat oleh 12 pemain,” jelasnya.

Pertandingan pada 13 Juni 2026 akan dimulai dengan babak penyisihan menggunakan sistem gugur yang diikuti seluruh peserta. Selanjutnya, pertandingan babak 16 besar hingga final akan digelar pada 14 Juni 2026.

Menariknya, turnamen ini terbuka gratis bagi masyarakat. Penonton yang ingin menyaksikan pertandingan di GOR Singalodra tidak akan dipungut biaya masuk. Selain itu, seluruh klub peserta juga dapat mendaftarkan timnya secara gratis.

Menurut Sirojudin, langkah tersebut dilakukan agar turnamen benar-benar menjadi ajang hiburan rakyat Inddamayu sekaligus ruang positif bagi para atlet voli lokal untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Kami ingin memberikan ruang bagi atlet voli daerah agar bisa berkembang dan tampil percaya diri. Semoga kegiatan ini mampu melahirkan atlet potensial dari Kabupaten Indramayu,” tambahnya.

Selain menjadi ajang kompetisi dan silaturahmi antar Kecamatan, panitia juga telah menyiapkan total hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang turnamen. Juara 1 akan memperoleh hadiah sebesar Rp5.000.000 beserta trophy dan sertifikat. Sementara Juara 2 mendapatkan Rp3.000.000 beserta trophy dan sertifikat, Juara 3 memperoleh Rp2.000.000 beserta trophy dan sertifikat, serta Juara 4 mendapatkan Rp1.000.000 lengkap dengan trophy dan sertifikat penghargaan.

Dengan adanya hadiah tersebut, diharapkan para peserta dapat tampil maksimal dan menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.

DPC PDIP Indramayu berharap gelaran Voli Indoor SOEKARNO CUP 2026 dapat berlangsung meriah, aman, dan sukses, serta menjadi agenda olahraga tahunan yang dinantikan masyarakat Indramayu. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com - Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Jami Al-Ikhlas Perumahan BTN Graha Artha, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, Rabu (27/5/2026) pagi. Sholat Idul Adha 1447 H di Masjid Jami Al-Ikhlas Graha Artha Berlangsung Khidmat, Jamaah Antusias Ikuti Rangkaian Qurban

Ratusan jamaah sejak pagi hari tampak memadati area masjid untuk menunaikan sholat Idul Adha bersama. Kegiatan dimulai pukul 06.45 WIB hingga selesai dengan suasana tertib dan penuh kekeluargaan.

Bertindak sebagai Imam sekaligus Khatib yakni Mualim Bisri Mustofa, sementara tugas muazin dan bilal dipandu oleh A’angteja Sulaksana (ATS), berlangsung khidmat.

Dalam khutbahnya, khatib menyampaikan pentingnya meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. Momentum Hari Raya Idul Adha juga dijadikan sebagai sarana meningkatkan kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.

Ketua DKM Al-Ikhlas H.Ahmad Amam menyampaikan, selain pelaksanaan sholat Idul Adha, panitia juga membuka penerimaan hewan qurban dari masyarakat berupa sapi, kambing, maupun domba.

“Penerimaan hewan qurban dilaksanakan pada Rabu siang mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB di Posko Qurban Masjid Al-Ikhlas Graha Artha Sindang,” ujarnya.

Sementara itu, proses penyembelihan dan penyaluran daging qurban dijadwalkan berlangsung pada Kamis (28/5/2026) mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Panitia berharap, pelaksanaan ibadah qurban tahun ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Semoga seluruh amal ibadah dan qurban para mudhohi diterima Allah SWT serta membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com - Pendopo Kabupaten Indramayu berubah menjadi lautan santri dan jamaah saat gelaran Hadiyu Akbar berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan memadati lokasi acara, mulai dari tokoh agama, alumni pesantren, hingga para masyaikh yang hadir untuk mempererat silaturahmi dan doa bersama.


Momentum tersebut menjadi perhatian luas karena memperlihatkan kedekatan Bupati Indramayu Lucky Hakim dengan kalangan kiai dan ulama pesantren. Kehadirannya di tengah para masyaikh dinilai bukan sekadar menghadiri agenda seremonial, tetapi menunjukkan hubungan emosional yang kuat serta komitmen membangun daerah bersama kalangan pesantren.


Sejak awal acara, suasana hangat dan religius begitu terasa. Lucky Hakim tampak menyambut langsung para ulama dan tokoh agama yang datang dari berbagai wilayah. Lantunan doa dari para masyaikh menggema di seluruh area pendopo, menghadirkan suasana yang menyejukkan dan penuh kekhusyukan.


Banyak pihak menilai Hadiyu Akbar menjadi simbol harmoninya hubungan antara ulama dan umara dalam membangun Indramayu. Di tengah tantangan sosial dan dinamika politik yang terus berkembang, sinergi antara pemerintah daerah dan pesantren dianggap menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan masyarakat.


“Pesantren adalah benteng moral masyarakat. Ketika pemerintah dekat dengan ulama, maka masyarakat akan merasakan kesejukan dan persatuan,” ujar salah satu tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut.


Tak hanya dihadiri para kiai dan santri, acara ini juga memperlihatkan kuatnya jaringan alumni pesantren di Indramayu. Sejumlah alumni pondok pesantren yang kini berkiprah di birokrasi, BUMD, dunia profesional, hingga institusi TNI-Polri turut hadir dalam momentum tersebut.


Malam Hadiyu Akbar pun menjadi lebih dari sekadar kegiatan keagamaan. Pendopo yang biasanya identik dengan pusat pemerintahan berubah menjadi pusat silaturahmi masyarakat, ulama, dan santri. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pesantren tetap memiliki peran strategis dalam pembangunan Indramayu, baik sebagai penjaga moral masyarakat maupun mitra pemerintah dalam menciptakan daerah yang harmonis dan religius. (Wira)



Indramayu, Cakralensa.com — Fenomena menguatnya jaringan alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, mulai menjadi perhatian publik. Dalam beberapa tahun terakhir, alumni Babakan dinilai semakin mendominasi berbagai posisi strategis di lingkungan pemerintahan, BUMD, hingga institusi penegak hukum dan keamanan. 


Kondisi ini bahkan mulai disebut sebagian kalangan sebagai “Babakan Connection” dan “madzhab baru” dalam birokrasi Indramayu. Hal tersebut terlihat dalam acara Hadiyu Akbar yang digelar malam Senin kemarin.


Sejumlah alumni Ponpes Babakan yang menerima penghargaan diketahui menempati jabatan penting, mulai dari wakil direktur RSUD, kepala bidang di pemerintahan, direktur utama BUMD, dewan pengawas BUMD, hingga kelompok profesional lainnya. Tidak hanya itu, alumni Babakan juga mulai banyak hadir di lingkungan perwira TNI dan POLRI yang turut aktif membangun jejaring pengabdian di tengah masyarakat.


Fenomena ini dinilai menarik di tengah belum solidnya kelompok birokrasi berbasis almamater tertentu, seperti IPDN. Alumni pesantren justru tampil dengan pendekatan yang lebih cair, mengedepankan silaturahmi, loyalitas moral, serta kedekatan sosial dengan masyarakat.


Acara Hadiyu Akbar sendiri merupakan tradisi besar pesantren yang menjadi ajang konsolidasi spiritual dan sosial para alumni dari berbagai daerah. Sejumlah tokoh menilai, keberhasilan alumni pesantren memasuki ruang birokrasi modern membuktikan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya melahirkan tokoh agama, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu bersaing dalam pemerintahan, dunia profesional, hingga institusi negara.


“Alumni Babakan sekarang ada di mana-mana. Di birokrasi ada, di BUMD ada, di dunia kesehatan ada, bahkan di TNI dan POLRI juga mulai banyak. Ini menjadi kekuatan sosial baru,” ujar salah satu peserta kegiatan.


Dengan semakin luasnya peran alumni Ponpes Babakan, “Babakan Connection” kini dipandang bukan sekadar jaringan alumni biasa, melainkan kekuatan sosial yang memiliki pengaruh dalam pembangunan daerah dan dinamika birokrasi di Kabupaten Indramayu. (Wira)


Indramayu, Cakralensa.com - Suasana penuh khidmat menyelimuti Aula Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, saat Camat Jatibarang H. Mardono, SE., M.Si secara resmi melantik Pejabat Kuwu Desa Bulak, Meidin, S.IP, pada Selasa 26 Mei 2026.


Pelantikan ini dihadiri jajaran pejabat dan tokoh masyarakat setempat, di antaranya Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Atang Suwandi, S.STP, Kapolsek Jatibarang Kompol Darli, S.Sos, Danramil 1604 Jatibarang, Sekmat Jatibarang Supendi, Pamong Desa Bulak, Pengurus PKK, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta Pengurus RT dan RW. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menambah kekhidmatan acara sekaligus menunjukkan dukungan penuh terhadap kepemimpinan baru di Desa Bulak.


Prosesi pelantikan dimulai dengan pembacaan surat keputusan, dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan oleh Meidin. Dengan penuh kesungguhan, ia berjanji akan menjalankan amanah sebagai pemimpin desa dengan mengedepankan transparansi, pelayanan masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan.


Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan dan penyematan tanda jabatan. Seluruh rangkaian berjalan lancar, tertib, dan penuh rasa kebersamaan.


Dalam sambutannya, Camat Jatibarang H. Mardonios menyampaikan pesan Bupati Indramayu Lucky Hakim. Ia menegaskan bahwa pelantikan pejabat kuwu bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa.


“Bupati Indramayu berpesan agar pejabat kuwu yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga kepercayaan masyarakat, serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Desa adalah ujung tombak pembangunan, maka kepemimpinan di tingkat desa harus mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat,” ujar Mardonios.


Usai dilantik, Pejabat Kuwu Meidin menyampaikan komitmennya di hadapan masyarakat Desa Bulak.


“Saya merasa terhormat atas amanah yang diberikan. Jabatan ini bukan sekadar kedudukan, melainkan tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat Desa Bulak. Saya berkomitmen untuk bekerja dengan hati, menjaga kepercayaan warga, serta mendorong program pembangunan yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Meidin.



Pelantikan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi Desa Bulak dalam meningkatkan pelayanan publik, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mendorong program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan warga. Dukungan dari aparat kepolisian, tokoh agama, pengurus PKK, hingga RT/RW menjadi modal penting bagi Pejabat Kuwu Meidin dalam menjalankan amanahnya.


Dengan semangat kebersamaan dan komitmen terhadap pelayanan masyarakat, Desa Bulak diharapkan mampu menjadi contoh desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing di Kabupaten Indramayu. (Deni)


Indramayu, Cakralensa.com – Proyek rekonstruksi Jalan Kedaton–Purwajaya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu yang menelan anggaran APBD Tahun 2026 sebesar Rp2.872.825.000 kini menuai sorotan tajam. Proyek yang dikerjakan CV Arbi Bagus Sejahtera itu diduga bermasalah sejak awal pelaksanaan.

Selain diduga belum mengantongi SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja), proyek tersebut juga disinyalir dikerjakan secara asal-asalan. Pelaksanaan pengecoran beton diduga tetap dipaksakan meski kondisi tanah masih gembur, dan tidak padat.

Akibatnya, belum lama setelah pengecoran selesai, kondisi jalan di wilayah perbatasan Indramayu–Cirebon itu mulai mengalami kerusakan. Sejumlah titik tampak retak, bahkan beberapa bagian beton terlihat pecah.

Buruknya kualitas pekerjaan proyek miliaran rupiah tersebut memunculkan pertanyaan besar terhadap fungsi pengawasan DPUPR Kabupaten Indramayu, khususnya Bidang Bina Marga.

Namun sangat disayangkan, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Indramayu, Wimbanu, justru memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media. Pesan WhatsApp yang dikirim wartawan tanpa jawaban. Sikap diam pejabat yang seharusnya bertanggung jawab terhadap pengawasan proyek itu pun menuai kritik keras.

Sekretaris KWRI DPC Indramayu, Wira Hadiyono, menilai sikap Wimbanu mencerminkan buruknya komitmen keterbukaan informasi di lingkungan DPUPR Kabupaten Indramayu.

“Seharusnya seorang kepala bidang memberikan penjelasan kepada publik, bukan malah menghindar dan bungkam ketika dikonfirmasi wartawan. Ini proyek menggunakan uang rakyat miliaran rupiah, jadi publik berhak tahu,” tegas Wira Hadiyono.

Menurut Wira, wartawan bekerja menjalankan fungsi kontrol sosial dan dilindungi Undang-Undang Pers. Karena itu, pejabat publik tidak seharusnya alergi terhadap konfirmasi media.

“Kalau pejabat diam terus saat dikonfirmasi, masyarakat bisa menilai ada sesuatu yang ditutupi. Jangan sampai sikap seperti ini menurunkan kepercayaan publik terhadap DPUPR,” ujarnya.

Ia juga menyinggung Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), yang mengatur bahwa badan publik wajib memberikan informasi yang benar, terbuka, dan tidak menyesatkan kepada masyarakat.

“Jabatan itu amanah. Ketika ada persoalan proyek yang diduga bermasalah lalu pejabat terkait memilih bungkam, tentu ini menjadi preseden buruk dalam pelayanan publik dan transparansi pemerintahan,” tambahnya.

Publik kini mempertanyakan kualitas pengawasan Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Indramayu. Pasalnya, proyek bernilai fantastis tersebut baru hitungan hari selesai dikerjakan, namun kondisi jalan sudah menunjukkan kerusakan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Indramayu, Wimbanu, maupun pihak CV Arbi Bagus Sejahtera masih belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pelanggaran dan kerusakan proyek tersebut. (Rochmanto/Tim)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget