Hari Jadi Indramayu ke-499, Caridin Ajak Masyarakat Rawat Warisan Leluhur


Indramayu, CakraLensa.com — Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Indramayu ke-499 kembali diwarnai tradisi budaya yang sarat makna. Salah satunya adalah prosesi jamasan pusaka, ritual membersihkan benda-benda peninggalan leluhur yang hingga kini masih dijaga keberadaannya.

Bukan sekadar ritual tahunan, jamasan pusaka menjadi momentum untuk merawat warisan budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi. Kegiatan tersebut mempertemukan para keturunan Mbah Buyut Raden Bagus Wiralodra, tokoh yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah berdirinya Kabupaten Indramayu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Caridin, mengatakan sejumlah pusaka bersejarah turut dijamas dalam prosesi tersebut. Pusaka-pusaka itu diyakini menjadi bagian dari peninggalan para leluhur yang dahulu digunakan dalam perjuangan di wilayah Indramayu.

“Ada beberapa pusaka yang dijamas, yang tentunya merupakan pegangan beliau pada saat dulu berjuang di Indramayu, serta beberapa pusaka lainnya seperti keris dan lain sebagainya,” ujar Caridin.

Menurutnya, keberadaan pusaka-pusaka tersebut bukan hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi saat ini tentang perjuangan dan pengorbanan para leluhur dalam membangun daerah.

Karena itu, Caridin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak melupakan sejarah dan tetap menaruh rasa hormat terhadap para pendahulu.

“Kita harus menghormati dan menghargai leluhur kita, karena beliaulah yang menjadikan Indramayu seperti ini,” tegasnya.

Momentum Hari Jadi Kabupaten Indramayu ke-499, lanjut Caridin, hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Peringatan hari jadi harus menjadi refleksi bersama untuk melihat berbagai capaian sekaligus kekurangan yang masih harus diperbaiki.


Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bergandengan tangan dan bahu-membahu membangun Indramayu agar semakin maju.

Semangat menjaga warisan leluhur dan budaya, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan semangat membangun masa depan. Dengan demikian, nilai-nilai sejarah yang diwariskan para pendahulu tetap hidup, sementara Kabupaten Indramayu terus bergerak menuju daerah yang lebih baik dan maju.

Tradisi jamasan pun menjadi salah satu pengingat bahwa perjalanan panjang Indramayu tidak hanya tentang pembangunan hari ini, tetapi juga tentang menghargai jejak sejarah dan perjuangan para leluhur yang telah meletakkan fondasi bagi generasi penerus.

Bukan sekadar ritual tahunan, jamasan pusaka menjadi momentum untuk merawat warisan budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi

Posting Komentar

[facebook]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget