Indramayu, Cakralensa.com — Upaya penyelamatan dan transformasi bisnis dilakukan oleh Koperasi Mitra Jasa dengan menggandeng Red Dragon Indonesia dalam sebuah program bertajuk Red Dragon Recovery Program. Kegiatan ini berlangsung di aula Koperasi Mitra Jasa Indramayu dan dihadiri oleh anggota penyimpan dana serta karyawan koperasi, Senin (20/04/2026).
Ketua Koperasi Mitra Jasa Indramayu, Ngadino, menyampaikan optimisme terhadap kerja sama tersebut. Ia mengungkapkan bahwa selama satu setengah tahun terakhir pihaknya telah berupaya mencari berbagai metode pemulihan, namun hasil yang didapat belum sesuai harapan.
“Saya sangat tertarik karena pendekatan yang ditawarkan bukan hanya teori, tetapi juga berbasis pengalaman nyata. Pak Abdullah sudah pernah mengalami kondisi serupa, bahkan lebih berat, dan berhasil menyelesaikannya. Itu yang membuat kami yakin,” ujarnya.
Ngadino juga menegaskan bahwa meskipun pembinaan dari pemerintah melalui dinas koperasi telah dilakukan, pendekatan praktis yang ditawarkan Red Dragon dinilai lebih relevan dengan kondisi yang dihadapi saat ini.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Red Dragon Indonesia, Abdullah, menjelaskan strategi pemulihan yang akan dijalankan. Ia menyebutkan bahwa fokus utama adalah penagihan piutang koperasi yang mencapai sekitar Rp110 miliar, sementara kewajiban kepada nasabah berada di kisaran Rp90 miliar.
“Secara bisnis, koperasi ini sebenarnya masih surplus. Ada selisih sekitar Rp20 miliar. Artinya, ini bukan kondisi gagal total, tetapi perlu penanganan yang tepat dan terstruktur,” jelasnya.
Abdullah memaparkan tiga langkah utama yang akan dilakukan. Pertama, pembentukan tim khusus untuk berinteraksi langsung dengan nasabah guna meredam keresahan yang selama ini muncul akibat ketidak pastian. Kedua, pengendalian dan pendataan aduan nasabah secara sistematis. Ketiga, pelaksanaan penagihan secara masif dengan target yang jelas melalui sistem Key Performance Indicator (KPI) terhadap para juru tagih yang berjumlah 21 orang di wilayah Indramayu.
“Setiap bulan akan ada target penagihan yang harus dicapai, dan dana yang berhasil dikumpulkan akan langsung didistribusikan kembali kepada nasabah,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas selama proses pemulihan berlangsung. Pihaknya meminta masyarakat, khususnya anggota dan nasabah, untuk memberikan kesempatan kepada tim dalam menjalankan program tersebut.
“Kami memahami kepercayaan yang sempat hilang. Namun kami hadir dengan itikad baik untuk membantu mengembalikan hak Bapak dan Ibu. Kami mohon kerja sama dan kesabaran agar proses ini bisa berjalan dengan baik,” ungkap Abdullah.
Kerja sama ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan Koperasi Mitra Jasa, sekaligus mengembalikan kepercayaan anggota serta memastikan keberlanjutan operasional koperasi ke depan.




Posting Komentar